ISTRI TAWANAN SANG MAFIA

ISTRI TAWANAN SANG MAFIA
Kesepakatan!


__ADS_3

Kurang lebih hampir sekitar dua jam lamanya, Keithen dan David akhirnya berpamitan pulang. Mimik wajah Jack dan Keithan terlihat bahagia, namun tidak dengan David. Sebab dia berfikir bagaimana bisa dia akan mengorbankan perasaan adiknya hanya demi uang. Tapi tak ada pilihan lagi selain dia harus menerima bantuan dari Jack.


“Jack, aku pulang dulu. Nanti aku akan kasih kabar ke kamu mengenai tanggal pernikahan kamu dengan Aluna.” Tutur Keithen.


“Baik Nyonya, saya tunggu kabar dari nyonya dan secepatnya saya akan buat surat kuasanya untuk kesepakatan kita nanti.” Jawab Jack.


“Ya sudah, kalau begitu aku dan David mau pulang dulu.” Pamit Keithen yang kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang kantor Jack.


Keithen lalu menyuruh supirnya untuk pulang sendiri dengan menggunakan mobil yang dia pakai tadi. Sementara dia pulang bersamaan dengan David menggunakan mobil putranya. Dalam perjalanan David terus terdiam hingga tak mengalihkan pandangannya ke arah jalanan.


“Vid, kamu kok diem aja sih? Bicara apa gitu kek sama mama, biar di dalam mobil nggak sepi kayak kuburan gini.” Celetuk Keithen.


David hanya melirik sembari menyunggingkan ujung bibirnya saja yang terus fokus mengemudikan mobilnya kala itu.


“Mama udah lega, akhirnya kita ketemu jalan keluar dalam memecahkan masalah ini. Ternyata Jack itu sangat baik ya.” Ucap Keithen.


“Aku justru kasihan sama masa depan Aluna nanti.” Sahut David hingga membuat Keithen melirik tajam ke arah putranya tersebut.


“Kasihan kenapa lagi sih, Vid? Tunggu-tunggu, apa kamu masih nggak setuju Aluna dijodohkan dengan Jack?” Tanya Keithen yang mulai kesal.


“Ma, seharusnya tadi mama jangan langsung setuju gitu aja! Mama harusnya tanya dan bicarakan dulu sama Aluna, mau nggak dia menikah sama Jack?!” Seru David.


“Buat apa mama harus tanya ke Aluna karena mama sudah tau jawaban dia nanti apa.” Jawab Keithen.


“Ya tapi setidaknya ada pembicaraan dulu sama Aluna ma. Apa mama nggak kasihan dengan kehidupan Aluna nanti?” Pekik David.


“David, mama sama sekali nggak ada rasa ragu untuk menjodohkan Aluna dengan Jack, karena mama yakin Jack orang yang tepat untuk dia.” Seru Keithen yang mulai emosi.

__ADS_1


“Nggak! Pokoknya aku nggak setuju kalau Aluna dijodohkan dengan Jack!” kata David.


“Terserah! Terserah kamu mau setuju atau enggak, yang penting tujuan utama mama adalah ingin mengembalikan modal usaha papa kamu! Lagi pula, mana, mana usahamu yang katanya mau membantu mencarikan solusinya? Dan katanya kamu mau urus semuanya, tapi nyatanya mana? Sampai sekarang apa kamu sudah menemukan jalan keluarnya? Yang ada kamu itu cuman bikin masalah tau nggak?!” Celetuk Keithen yang saat itu sudah mulai emosi.


“Pokoknya sesampainya kita di rumah nanti, jangan coba-coba kamu kasih tau hal ini ke Aluna! Biar mama aja yang bicara dengan dia! Mama yakin Jack bisa menjaga Aluna setelah mereka menikah nanti!” Seru Keithen.


David hanya diam tak bergeming sambil menghela nafas panjang dan hanya bisa berharap Aluna akan hidup bahagia dengan Jack setelah menikah nanti.


Sementara Jack yang masih duduk di kursi kerjanya dengan kaki yang menyilang di atas meja dia pun tersenyum menyeringai. Senyuman licik itu terlihat jelas di bibirnya. Dia tak menyangka semudah itu dia bisa mendapatkan apa yang sudah lama diincarnya.


“Aluna, aku sudah tidak sabar ingin menjadikanmu istriku!” Gumam Jack sambil memandang foto Aluna yang ada di dalam gallery ponsel miliknya tersebut.


Sesampainya di rumah, Keithen langsung bergegas masuk ke dalam rumah menemui suaminya yang berada di dalam kamar untuk membicarakan kesepakatan antara dia dengan Jack tadi. Sedangkan David terlihat loyo mimikirkan nasib adiknya. Tak sengaja dia beriringan dengan Aluna ketika dirinya hendak akan berjalan turun menapaki anak tangga.


“Kakak sudah pulang?” Tanya Aluna.


David diam tak bergeming dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya bahkan wajahnya nampak tak bersemangat.


Kembali David hanya memberikan ilustrasi dengan gerakan tubuhnya yaitu mengangguk-anggukkan kepalanya saja sehingga Aluna merasa kurang puas dengan jawaban tersebut.


“Kak, ngomong dong!” Seru Aluna yang terdengar kesal.


“Iya, Jack mau membantu kita kok.” Jawaban yang terdengar dari mulut David.


“Tapi kenapa wajah kakak nggak ceria gitu sih?! Harusnya kakak senang dong karena tujuan kakak akhirnya berhasil.”


Sambil menatap nanar kedua mata adiknya tersebut David berkata, “Nggak tau lah, Lun. Kakak capek! Kakak mau istirahat dulu di kamar.” David kemudian lanjut melangkahkan kakinya menaiki anak tangga itu menuju ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


Sementara Aluna masih terheran melihat sikap kakaknya yang aneh setelah bertemu dengan Jack. Dia menduga Jack pasti memiliki niat jahat, karena menurutnya mana mungkin Jack akan mau mengeluarkan uang dengan nominal yang sangat besar.


“Aku nggak yakin Jack mau meminjamkan uang segitu banyaknya dengan cara cuma-Cuma. Apa lagi beberapa bulan yang lalu hubungan kakak dan Jack sempat renggang. Pasti di balik ini semua Jack punya rencana lain! Agh! Entahlah, semoga aja kekhawatiranku ini tidak akan terjadi dan semoga ini hanya perasaanku aja.” Gumam Aluna.


Di tempat lain Andreson senang setelah mendengar kabar dari sang istri bahwa ternyata Jack mau membantu kesulitan mereka dan bahkan dia juga tidak keberatan jika Aluna menikah dengan Jack di surat kuasa nanti. Sebab dia mata mereka Jack adalah sosok pria baik.


“Sungguh benar yang kau katakan itu, Ma?” Tanya Andreson.


“Benar pa, Jack mau membantu kesulitan kita. Jadi papa tidak perlu pusing melelang perusahaan.” Terang Keithen.


“Sungguh sangat luar biasa sekali anak itu. Selama ini papa tidak menyangka ternyata dia memiliki banyak harta sehingga dia mau membantu meminjamkan uangnya untuk kita. Aku pikir Jack hanya memiliki perusahaan yang kecil dengan penghasilan biasa, tapi nyatanya dia anak yang luar biasa.” Ujar Andreson.


“Mama juga nggak nyangka banget kalau ternyata anak itu punya banyak kekayaan. Lima ratus lima puluh milyar itu bukan angka yang kecil loh pa. Besok dia akan buat surat kuasanya dan di dalam perjanjian itu dia ingin menikahi Aluna.” Lanjut Keithen memberikan keterangan.


“Menikahi Aluna?” Tanya Andreson.


Keithen hanya diam tak bergeming sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Kalau begitu, segera persiapkan pesta pernikahan untuk mereka, Ma. Aku mau secepat mungkin Aluna menikah dengan Jack.” Pinta Andreson.


“Tenang aja Pa, kalau soal itu biar mama nanti yang atur semuanya. Besok Jack akan kemari memberikan surat kuasa yang harus papa tandatangani.” Kata Keithen.


“Baiklah…” Ucap Andreson sembari tersenyum menyeringai menatap langit dari jendela kamarnya.


Betapa bahagianya Andreson dan Keithen kala itu, sebab menurutnya, musibah ini justru membawa keberuntungan untuk mereka berdua dan sebentar lagi dia akan memiliki menantu idaman yang mempunyai banyak harta kekayaan.


 

__ADS_1


Bersambung…


 


__ADS_2