ISTRI TAWANAN SANG MAFIA

ISTRI TAWANAN SANG MAFIA
Surat Tertulis


__ADS_3

Isi surat itu dibuat sendiri oleh Kevin dan tertulis seperti di bawah ini:


“Jack Kenly seorang pecundang yang hanya berani sembunyi seperti binatang musang! Kau manusia licik berhati iblis! Aku tau kau adalah dalang di balik peristiwa kecelakaan tabrak lari itu! Kelemahanku memang tak bisa menjebloskan mu ke penjara! Karena aku tau kau sudah membayar uang tutup mulut ke beberapa petugas!


 


Tapi jika memang kau benar seorang lelaki, kita selesaikan ini secara jantan! Temui aku di gedung tua jalan mawar pukul empat sore nanti! Jika kau tak datang, maka kau tak lebih dari seorang BANCI!”


Kevin sengaja mengirim surat tersebut agar surat itu bisa sampai ke orang yang dia maksud. Selesai menulis surat ia lalu melipat surat itu menjadi dua bagian, tak lama terdengar suara ketukan pintu. Kevin segera berdiri untuk membuka pintu tersebut.


Cklek!


Pitu pun telah dia buka dan ternyata tamu itu ialah Aluna.


“Nona.” Sapa Kevin dengan wajah sumringah.


“Pagi Vin.” Balas Aluna menyapa Kevin.


Kevin kemudian mempersilahkan Aluna untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Kevin menawarkan minuman untuk gadis itu.


“Nona, kau mau minum apa? Biar aku buatkan.” Tanya Kevin.


“Em, terserah kamu aja Vin.” Ucap Aluna.


Kevin segera pergi ke dapur untuk membuatkan minum. Sementara Aluna yang tengah duduk di ruang tamu tak sengaja melihat secarik kertas yang dilipat menjadi dua bagian di atas meja. Sepintas terlihat ada nama Jack di dalam tulisan itu dan karena penasaran Aluna pun mengambilnya. Di buka lah surat itu lalu dibaca olehnya.


Deg!


Dia sangat terkejut setelah membaca isi surat yang ternyata dalang di balik peristiwa kecelakaan itu adalah Jack. Aluna pun terus mencerna isi dari surat itu. Tangannya bergetar hebat, mulutnya sedikit terbuka dan kedua matanya pun terbelalak sempurna saat tengah membaca surat itu. Kali ini kelakuan Jack benar-benar tidak bisa ditoleransi lagi.


Selesai membaca surat itu, Aluna segera mengembalikan surat tersebut di atas meja dengan posisi semula. Selang beberapa menit Kevin datang sambil membawa secangkir teh.


“Maaf jika kau menunggu terlalu lama Nona.” Ucap Kevin yang kemudian meletakan minuman itu di atas meja di hadapan Aluna.


“Terima kasih Vin.” Balas Aluna dengan wajah yang terlihat tegang.

__ADS_1


Aluna dan Kevin kemudian berbincang-bincang. Mungkin mata dan telinga Aluna kala itu memang sedang bersama Kevin. Tapi pikirannya terus memikirkan kejahatan yang dilakukan oleh Jack.


“Sungguh, aku nggak habis pikir. Ternyata Jack sangat jahat sekali! Dia tega mencelakai kedua orang tua Kevin. Sebenarnya apa sih mau dia?!” Gumam Aluna dengan pandangan kosong.


Melihat gadis itu tengah melamun Kevin pun melambaikan tangannya hingga membuyarkan pikiran Aluna.


“Eh, iya, sampai di mana kita tadi Vin?” Ucap Aluna.


Kevin kembali bercerita tentang hal yang menarik. Sudah hampir satu setengah jam Aluna menghabiskan waktu disana. Segera dia berpamit pulang karena ada sesuatu hal yang harus dia kerjakan.


“Sepertinya ini sudah sore, aku harus pulang sekarang Vin.” Pamit Aluna.


Dan dengan berat hari Kevin pun mempersilahkan Aluna pergi meninggalkan rumahnya.


***


Dalam perjalanan pulang Aluna terus melamun memikirkan cara untuk menggagalkan pertemuan antara Jack dan Kevin. Sebab dia tau bagaimana sikap kejam Jack ketika sedang berhadapan dengan seseorang yang dianggap sebagai musuhnya, entah orang itu akan pulang dengan selamat atau tidak.


Aluna terus berpikir keras mencari cara walau pada akhirnya dia memutuskan untuk menceritakan semua ini kepada David. Dia pikir dengan dia bercerita kepada kakak dia akan mendapatkan solusi.


Sesampainya di rumah dia segera menceritakan ini semua kepada David dan betapa terkejutnya David setelah mendengar cerita dari adiknya.


Awalnya David tak percaya jika ternyata Jack sudah melakukan hal diluar batasannya. Segera David menelepon kedua anak buahnya untuk mencari tau tentang kasus kecelakaan tabrak lari yang Aluna ceritakan.


Sama halnya dengan Jack, David pun mempunyai banyak bakingan pejabat-pejabat penting. Jadi untuk menggali informasi mengenai kasus Jack itu pun sangat mudah bagi dirinya. Hanya butuh waktu satu malam saja, semua informasi itu sudah David dapatkan.


David lalu memutuskan untuk segera menemui Jack di kediamannya. Rasanya dia ingin sekali mencacimaki Jack dengan sikapnya yang sudah sangat keterlaluan seperti itu. Hampir kurang lebih satu jam lamanya kijang besi milik David kini telah sampai di kediaman Jack.


David segera keluar dari mobil dan hendak akan berjalan masuk ke dalam rumah Jack. Akan tetapi ada dua orang penjaga yang sedang berdiri di depan pintu Jack dan menghadang David untuk masuk ke dalam.


“Anda siapa? Ada keperluan apa datang kemari?” Tanya salah satu penjaga.


“Aku ingin bertemu bos kalian?! Dimana dia?!” Seru David.


“Apa kau sudah mempunyai janji sebelumnya?” Tanya si penjaga satunya lagi.

__ADS_1


“Belum! Cepat panggil bos kalian sekarang!!” Pekik David yang berusaha menahan emosinya.


Salah satu penjaga tersebut pun segera masuk kedalam rumah, tapi sayangnya yang keluar menemui David saat itu bukanlah Jack melainkan antek kepercayaan Jack.


“Ada perlu apa kau kemari?” Tanyanya saat sudah berhadapan dengan David di depan rumah.


“Mana bosmu?!” Tanya David terdengar geram.


“Bos sedang tidak ada di rumah. Dia sedang pergi menemui seseorang di gedung tua! Sekarang katakan, ada perlu apa kau mencari dia?” Jawab si antek itu sambil berkacak pinggang yang suaranya terdengar mengegas.


Selintas dia teringat tempat yang Aluna ceritakan, sebab tempat yang baru saja di sebut oleh antek itu sama persis dengan tempat yang ada di isi surat Kevin. Tanpa berpikir panjang David langsung pergi begitu saja meninggalkan kediaman Jack, dia segera meluncur ke jalan mawar.


Beberapa menit kemudian sampailah David di sana di gedung tua itu. Terlihat ada dua mobil yang terparkir di depan gedung. David segera turun dari mobilnya lalu berjalan menuju belakang gedung. Betapa terkejutnya saat dia melihat sang adik telah bertekuk lutut di kaki Jack. Hal itu sontak membuat David geram, dia tak terima harga diri adiknya di rendahkan oleh orang lain. David kemudian mempercepat langkah kakinya menghampiri Aluna.


“Aluna!” Terik David yang membuat semuanya menoleh ke arah David.


“Kakak,” batin Aluna dengan menangis terisak.


Kini sampailah kedua kaki itu tepat di depan Jack. David lalu menyuruh adiknya untuk berdiri.


“Aluna, cepat berdiri. Kenapa kau berlutut di kaki Jack?!” Tanya David dengan tatapan sengit kala itu.


Aluna terus menangis terisak-isak, karena tak tega melihat Kevin yang sudah tak berdaya akibat dikeroyok kelima bodyguard Jack. David pun menoleh ke belakang, nampak terlihat seorang lelaki yang sudah babak belur dan lelaki itu pun kini terkapar di lantai gedung tersebut.


Kedua tangan David mengepal kuat, dia begitu benci dengan hal itu. Dia lalu menyuruh salah satu anak buahnya untuk membawa Kevin ke rumah sakit.


“Aluna, cepat kau bawa dia ke rumah sakit dan tinggalkan tempat ini sekarang!” Pinta sang kakak yang berusaha ingin melindungi adiknya.


“Ta—tapi kak?” Dengus Aluna yang takut jika terjadi sesuatu kepada kakaknya.


“Kamu jangan khawatir! Cepat pergilah.” Pinta David.


Sementara Jack tak terima dengan perlakuan David yang tiba-tiba datang dan berpihak kepada lawannya yang Jack anggap musuh itu. “Vid! Kenapa kau ikut campur urusanku?!” Teriak Jack dengan nada tinggi.


Sementara waktu itu Jack tengah menggenggam sebuah senjata api di tangannya.

__ADS_1


 


Bersambung…


__ADS_2