Istri Tuan Muda Reeves

Istri Tuan Muda Reeves
Bab. 16


__ADS_3

Sedangkan Alesya Curley,ia tertidur nyenyak ditempat tidur,setelah ia selesai membersihkan diri tadi.


Tapi tidak dengan Keanu Reeves,ia malah berbaring sambil menatap langit-langit kamar tidur dengan ekspresi sedih diwajah tampannya.


Ia ingin melakukan sesuatu terhadap Alesya Curley,tapi setelah melewatkan waktu terbaik tadi malam,ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


Ia merasa tertekan sekarang,tiba-tiba ia teringat dengan perkataan temannya,Vito Sinaga, "Kamu yang tidak memiliki pengalaman berhubungan dengan lawan jenis ini,bahkan jika kamu tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang kamu sukai,aku khawatir kamu juga tidak akan mudah untuk memulainya"


Apakah perkataan itu sedang mengejeknya atau dirinya memang tidak memiliki kemampuan sedikitpun tentang hal ini? Lagi-lagi ia kembali menghela napas dengan panjang.


Sepertinya selama ini,ia harus memanfaatkan aspek ini dengan baik.Kemudian ia menghela napas pelan lagi dan menoleh untuk melihat punggung tenangnya Alesya Curley,lalu tidak lama, akhirnya ia pun juga ikut ke alam mimpi.


Keesokan paginya,setelah sarapan,Alesya menolak mobil yang telah disiapkan dan memilih untuk naik taksi kekantor sendirian.Sedangkan keanu Reeves,ia sudah lebih dulu berangkat kekantor.


Ketika ia keluar dari mobil dan hendak masuk kedalam gedung,ada seseorang yang berjalan keluar dari mobil sedan hitam yang telah terparkir dilantai bawah sebelumnya.


Melihat pendatang tersebut,Alesya yang sebelumnya memiliki ekspresi yang agak menyenangkan,langsung menjadi serius.


Pria itu berjalan kearahnya dan berteriak dengan nada buruk, "Mengapa kamu tidak menjawab teleponku beberapa hari ini? Apakah kamu masih menganggapku ayah dimatamu?"


Alesya Curley menatapnya dengan tatapan terasing,dan menjawab dengan nada dinginnya, "Aku sudah mengatakannya ketika kakakku meninggal,bahwa apa yang hilang darimu bukanlah satu anak perempuan,melainkan dua. Jadi,Tuan Curley,tidak perlu lagi marah-marah didepanku.Apa yang ingin kamu lakukan,katakan saja padaku"


"Kamu,,," Tuan Beni Curley mengangkat tangannya hendak menampar Alesya,tapi pergelangan tangannya telah digenggam kuat oleh Alesya.


"Tuan Curley,singkirkan tangan muliamu ini.Aku bukan lagi anak dalam keluarga Curley yang dulunya cukup lemah untuk dipukuli dan dihina oleh ayahnya sendiri.Aku sudah mengatakannya bahwa pada hari aku memutuskan untuk meninggalkan keluarga Curley,sayapku sudah keras sekarang" Alesya Curley berkata dengan nada dinginnya.

__ADS_1


Jantung tuanya Beni Curley bergejolak hebat ketika mendengar perkataannya Alesya Curley, iapun berkata dengan ekspresi wajah yang terlihat semakin tidak senang, "Alesya,kamu benar-benar adalah musuh keluarga Curley-ku. Jika saat itu kamu yang meninggal,Alena Curley pasti akan mendengarkan aku dengan patuh dan menyerahkan Taman Bunga Matahari padaku tanpa menyulitkan aku sedikitpun.Perusahaan Curley-ku juga tidak akan menjadi seperti sekarang ini,tapi kenapa, kenapa saat itu bukan kamu yang mati saja?"


Alesya Curley telah mendengar terlalu banyak kata-kata kejam dari ayah kandungnya sendiri,jadi ia telah kebal terhadap beberapa kata-kata kasar yang seperti ini.


"Sepertinya,Direktur Curley belum melihat kenyataan dengan jelas.Kegagalan Perusahaan Curley adalah karena adanya masalah dengan metode bisnismu.Selama kamu masih adalah Direktur Perusahaan Curley,maka berapapun Taman yang akan dikorbankan,itu tetap akan mustahil bagi Perusahaan Curley untuk membalikkan situasi" ucap Alesya Curley dengan tersenyum sinis diwajah cantiknya.


"Omong kosong,jangan berbicara sembarangan didepanku" Tuan Beni Curley tidak terima dengan perkataannya Alesya yang terdengar sedang mengejeknya.


"Taman Bunga Matahari adalah hal yang paling disayangi ibuku didunia ini.Bahkan jika aku menyerahkannya,itu juga akan menjadi milik keluarga Kennedy.Jadi,aku masih pepatah lama itu,jika kamu benar-benar ingin menyelamatkan Perusahaan Kennedy,maka kamu harus sepenuhnya menyerahkan hak pengelolaan kepada kakak iparku,jika tidak,,," Alesya Curley bahkan berbicara lebih keras lagi,tapi perkataan panjang lebarnya disela oleh Beni Curley.


"Jangan suka bermimpi,dia bukanlah anak kandungku.Lagi pula,dialah yang telah membunuh kakakmu" sela Beni Curley dengan nada dan wajah marahnya.


"Cukup,kakakku mati karenamu,kamulah,,," Alesya Curley berteriak marah,tapi tiba-tiba menghentikan suaranya.


Ia mencoba yang terbaik untuk menenangkan amarahnya,dan menunjukkan jarinya ke petunjuk dipintu.


"Alesya Curley,seberapa jauh kamu ingin membuat masalah? Ibumu sudah dibunuh olehmu,lantas kamu juga ingin aku mati? Kamu hanya ingin membiarkan keluarga ini hancur,bukan..." Beni Curley berteriak marah dibelakangnya.


Sedangkan Alesya Curley,ia sudah memasuk lift dan menutup telinga untuk kata-kata Beni Curley.


Akhirnya Beni Curley hanya mampu mengepalkan kedua tangannya dengan geram.Jika dari awal dia tahu bahwa anak ini begitu tidak patuhnya dan menjadi penghalang baginya,maka dari dulu seharusnya tidak akan ia biarkan lahir didunia ini.


Pintu elevator menutup perlahan,Alesya Curley mundur perlahan dan bersandar didinding elevator.


Faktanya,ia tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang itu.

__ADS_1


Yang membuatnya merasa tidak rela adalah bahwa pria patriarkal yang sudah gila karena tidak memiliki anak laki-laki sepanjang hidupnya itu,sebenarnya adalah ayah kandungnya sendiri.


Hal ini membuat dirinya merasa sedih dan marah,tapi nyatanya ia tidak mampu melawan takdir.


Sore harinya,setelah Alesya Curley selesai dengan perkerjaannya dan hendak pulang,sahabat mereka,Jane Ravis pun datang.


Jane Ravis yang akhir-akhir ini sangat sibuk dengan perkerjaannya,sudah tidak bisa membantu selama setengah bulan.


Tristan Werner pun menyarankan untuk pergi keluar dan bersenang-senang bersama.


"Iya,kita harus berbahagia,aku sudah lama tidak bersantai" timpal Jane Ravis dengan nada dan wajah tersenyum senangnya.


"Lupakan hari ini...Ayo,kita turun dan makan bersama saja" ucap Alesya Curley dengan nada malunya.


"Kenapa kamu malah jadi terlalu mengecewakan sekarang? Tidak mungkin keluargamu itu tidak mengizinkan kamu pergi ke tempat hiburan,kan? Atau apakah harus ada waktu tertentu untuk bisa pergi hiburan?" tanya Tristan Werner dengan nada tidak senangnya,ekspresi wajahnya dipenuhi sindiran.


"Apakah Direktur Reeves itu benar-benar begitu menakutkan?" tanya Jane Ravis dengan nada penasarannya,sambil terus memerhatikan ekspresi wajahnya Alesya Curley.


"Apa? Itu tidak ada hubungannya dengan Tuan Reeves" jawab Alesya Curley,biasanya ia selalu bisa menjawab sahabat-sahabatnya dengan tenang,tapi sekarang ia bingung harus menjawab apa.


"Kalau begitu,karena tidak ada apa-apa,maka jangan lagi berbicara omong kosong dan ikuti saja kami" ucap Tristan Werner dengan nada santainya.


Ia bahkan segera meletakkan tangannya dibahunya Alesya Curley dan mendorongnya keluar,tanpa berniat ingin memberinya kesempatan untuk kabur sedikitpun.


Jane Ravis yang memang sudah lama merasa jenuh dengan perkerjaan kantornya itu,juga segera berlari cepat untuk mengimbangi langkah mereka,lalu melingkari erat lengannya Alesya Curley.

__ADS_1


Alesya Curley menjadi semakin bingung tapi akhirnya ia tetap mengikuti langkah-langkah sahabatnya dengan ekspresi wajah tidak berdayanya,ia tidak tega untuk menolaknya.


__ADS_2