
Alesya mengerutkan bibirnya,bergumam kesal, pria yang lucu sekali tadi malam,menjadi betapa dinginnya sekarang.
Tapi yang lebih membingungkan dirinya ada beberapa hal,sebenarnya sikap aslinya Keanu Reeves itu seperti apa?
Ketika ia berada dirumah Reeves hari itu,ia berpikir bahwa Keanu Reeves mungkin bukanlah orang yang tidak manusiawi,tapi memang memiliki masalah orientasi.
Tujuannya mendirikan ruang penyiksaan adalah untuk menakut-nakuti wanita yang ingin melakukan kencan buta dengannya.
Namun beberapa kali ini,apa yang dilakukan Keanu Reeves padanya dengan angkuh itu membuat Alesya Curley sedikit bingung.
Jika Keanu Reeves benar-benar gay,bagaimana dia bisa menciumnya?
Kacau,kacau sekali.Pria misterius ini membuatnya semakin sakit kepala saja.
Siang harinya,Alesya Curley baru datang ke klub/kantor. Begitu memasuki pintu,Tristan Werner melemparkan kunci mobil padanya, "Mobilnya sudah diperbaiki,ini kuncinya"
"Setelah aku pulang tadi malam,Jane tidak mengatakan apa-apa,kan?" Alesya bertanya sambil mengambil dan memasukkan kunci mobilnya kedalam tasnya.
"Kenapa tidak? Mulutnya itu tidak ada yang bisa mengendalikannya,kamu seperti baru mengenalinya saja.Dan kupikir,raut wajahnya Keanu Reeves terlihat sangat buruk ketika dia membawamu pulang.Setelah pulang, dia tidak membereskan kamu,kan?" tanya Tristan Werner dengan perasaan khawatir dibalik nada santainya,tapi ia sangat tahu kalau sahabatnya ini tidak mudah untuk ditindas bukan...
Alesya Curley langsung teringat dengan dirinya yang dihukum berdiri tadi malam,berpikir dengan hati nurani yang bersalah.Jika hal ini sampai diketahui oleh mereka,bukankah dirinya akan ditertawakan sampai mati?
"Keanu bukanlah orang jahat,dia tidak akan menggertakku" jawab Alesya dengan berpura-pura bangga.
"Cih,kalau begitu,itu akan terlalu membosankan. Aku masih penasaran,bagaimana Keanu Reeves bisa mengaturmu hingga menjadi patuh seperti itu?" tanya Tristan Werner lagi,ia teringat dengan sikap patuhnya Alesya tadi malam,sosok yang hampir tidak dikenal oleh teman-temannya tadi malam.
"Siapa yang patuh,itu namanya aku adalah orang yang mengerti masalah" jawab Alesya yang tidak mau mengakui hal itu.
Tristan Werner tersenyum menyeringai,mulutnya kaku sejenak,akhirnya ia memilih untuk tidak lanjut mengejek Alesya Curley lagi.
"Hei,cepat kesini dan lihatlah,ada sesuatu yang harus kamu lihat disini" ucap Tristan Werner dengan nada seriusnya,sambil membuka kotak surat dilayar komputernya.
Alesya pun segera bangkit,berjalan ke belakangnya Tristan,dan melihat email yang diterima Tristan.Terlihat dilayar,ada beberapa foto dan informasi.
__ADS_1
"Kamu benar,mobil hitam yang menyebabkan kamu kecelakaan itu memang memiliki masalah. Aku menyuruh orang untuk menyelidiki hubungan dan rekening bank dari pemilik mobil tersebut,menemukan bahwa pada siang hari di hari kecelakaan itu,rekeningnya telah bertambah 30 juta,dan pengirimnya adalah Mella Jadsa" ucap Tristan Werner yang menjelaskan tentang informasi yang telah ia dapatkan.
Alesya Curley mendengar informasi ini,matanya mengecil,Mella Jadsa,lagi-lagi wanita ****** itu.
"Apa yang akan kamu lakukan terhadap masalah ini?" tanya Tristan Werner dengan nada penasarannya.
Alesya mengalihkan tatapannya kearah Tristan,bibirnya menunjukkan kelicikan.
Melihat senyuman ini,Tristan Werner tahu bahwa Mella Jadsa akan sial kali ini.
Di Perusahaan Kennedy...
Siang harinya,Mella Jadsa datang ke Perusahaan Kennedy untuk mencari Jordan Kennedy,tapi dihentikan oleh security di lantai bawah.
"Apakah Nona Jadsa sudah memiliki janji?" tanya security tersebut dengan sopan.
Mella Jadsa terlihat kesal,karena diberi pertanyaan yang seperti itu.Ketika ia bergabung dengan Perusahaan Kennedy atau berhubungan dengan Jordan Kennedy hari itu,dirinya tidak pernah dihalangi seperti ini.
Tapi sejak hubungannya dengan Jordan Kennedy diungkap oleh Alesya Curley,ia menjadi disulitkan seperti ini.
"Maaf,Nona Jadsa,Tuan Kennedy sendiri yang memesannya.Mulai hari ini,tanpa janji,kami tidak diizinkan untuk membiarkan Nona Jadsa naik ke atas" jawab security tersebut dengan jujur.
"Kamu...Baiklah,tunggu saja" ucap Mella Jadsa dengan nada marahnya.
Setelah selesai bicara,ia mengeluarkan HPnya untuk menelepon Jordan Kennedy,lagi dan lagi, tapi Jordan Kennedy menolak untuk menjawabnya.
Ketika ia hendak menelepon lagi,WeChatnya berdering.
Ketika mengkliknya,ia baru menemukan bahwa Alesya Curley mengirimkan foto-foto ketika dulunya ia pernah berbicara dan tertawa dengan seorang pria dan memasuki kamar hotel.
Mella Jadsa langsung merasakan gelombang amarah yang mengalir deras kedalam hatinya,dan saat hendak menelepon Alesya Curley,malah Alesya Curley yang meneleponnya lebih dulu.
"Alesya,apa yang ingin kamu lakukan?" teriak Mella Jadsa dengan nada marahnya,setelah ia sudah mengangkat telepon tersebut.
__ADS_1
"Apa yang ingin aku lakukan? Tentu saja aku sedang membayar hutang,karena aku adalah orang yang paling tidak suka berhutang kepada orang lain. Kamu telah berkerja sangat keras dan menghabiskan begitu banyak uang untuk menghabisiku,jadi bagaimana aku bisa acuh tidak acuh?" jawab Alesya Curley dengan panjang lebar,nada bicaranya sangat tenang dan penuh dengan kemenangan.
Mata Mella Jadsa menegang,kemudian ia menenangkan diri dan berkata dengan nada tidak bersalah, "Aku bahkan tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan?"
"Lalu kenapa kamu terdengar panik?" tanya Alesya Curley dengan singkat.
"Aku tidak panik" jawab Mella Jadsa dengan cepat,ia berusaha untuk setenang mungkin.
"Orang yang tidak panik,pasti akan berputar di tempat" ucap Alesya dengan senyum lucu diwajahnya.
Setelah mendengar ini,Mella Jadsa segera berbalik badan dan melihat ke luar pintu Perusahaan Kennedy.
Pada saat ini,Alesya Curley terlihat sedang berdiri di sana,bersandar di pintu mobil,tersenyum disudut bibirnya,dan menatapnya dengan senyum jahat.
Wajah Mella Jadsa menjadi hitam,dia dengan cepat berjalan keluar dari lobi Perusahaan Kennedy,mendatangi Alesya Curley dan bertanya dengan marah, "Apakah kamu telah mengirimkan foto-foto ini kepada Jordan?"
"Aku tidak hanya mengirimkannya kepada Jordan,tapi aku juga mengirimkannya kepada wartawan" jawab Alesya Curley tanpa merasa takut sedikitpun.
"Alesya,dasar pelacur kejam" umpat Mella Jadsa dengan teriakan marahnya,wajahnya memerah karena marah.
"Dibandingkan denganmu yang menginginkan nyawa orang lain,kata kejam ini,aku tidak berani menerimanya. Kamu tidak penasaran? Bagaimana menurutmu,jika keluarga Kennedy tahu tentang masa lalumu,bagaimana mereka akan memperlakukanmu?" tanya Alesya Curley dengan tawa sinisnya.
Mella Jadsa yang sedang marah,mengangkat tangannya hendak menampar Alesya Curley.
Alesya Curley hendak memegang tangan lawan untuk melakukan serangan balik.
Tapi siapa tahu,sepasang tangan besar melewati kepalanya,mengenggam pergelangan tangannya Mella Jadsa selangkah lebih cepat darinya.
Alesya menoleh ke belakang dan melihat bahwa pria yang berdiri di belakangnya ternyata adalah saudara tirinya Jordan Kennedy,Jaanesh Kennedy.
Di masa lalu,Jordan Kennedy selalu menganggap Jaanesh Kennedy sebagai musuh terbesarnya.
Sayang sekali,Jaanesh Kennedy tidak up-to-date ,dan reputasinya di kalangan ini tidaklah bagus.
__ADS_1
Dia rakus akan kesenangan dan wanita cantik,dia memiliki kulit yang bagus dan sedikit uang,tidak tahu berapa banyak wanita yang telah dirugikan olehnya.