
Keesokan siangnya,Sabrina Resta datang kekamar Alesya Curley untuk mengantar makanan,dan dia juga membawa kabar baik untuk Alesya Curley.
Dia berkata dengan semangat, "Baru saja ada yang memberitahu aku,kalau malam ini Demian Mex akan membawa aku untuk menghadiri sebuah acara rahasia,dan aku rasa ini adalah kesempatan yang baik.Tenang saja,asalkan aku memiliki kesempatan,aku pasti akan mengirimkan pesan pada CEO Reeves"
Alesya Curley segera bertanya, "Apakah kamu sudah mengingat Nomor Keanu Reeves?"
Sabrina Resta berkata dengan yakin, "Tenang saja,aku sudah mengukirnya didalam kepalaku"
Alesya Curley menatapnya dengan penuh rasa syukur,dan sekarang,seluruh harapannya hanya ada pada Sabrina Resta.
Asalkan Keanu Reeves dapat menerima pesan itu,dia pasti akan datang menemukan dirinya.
Pasti...
Sore itu,perasaan Alesya Curley ketar-ketir...
Ia tidak tahu sudah berapa lama berlalu,tiba-tiba ada suara yang terdengar dari depan pintu.
Bukan Sabrina Resta yang masuk kedalam,tapi orang yang biasanya menjaga pintu,orang itu sekilas melihat kearahnya,lalu menutup lampu kamar.
Alesya Curley menjadi sangat gugup,karena kamar ini tidak punya jendela,tapi lampu itu terus meneranginya siang dan malam.
Maka sejak ia dikurung didalam sini,Alesya Curley tidak pernah merasakan rabun senjanya,tapi kali ini tidak sama.
Tiba-tiba saja Alesya Curley kehilangan sumber cahayanya,perasaannya mulai diselubungi perasaan yang tidak tenang.
Ia duduk diatas ranjang,sesaat ia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya,iapun berkata dengan pelan, "Kakak,aku tidak bisa melihat apa-apa. Apakah kamu boleh menyalakan lampunya?"
Orang yang mematikan lampu itu tidak menjawab,tapi ada suara langkah kaki yang terdengar dari luar pintu.
Jantung Alesya Curley rasanya mau melompat hingga kepangkal tenggorokan...
Apakah Toni Kear sudah kembali?"
Tidak lama,orang itu melangkah masuk kedalam, orang itu berhenti disebelah meja yang berada didekat pintu.
Alis Alesya Curley mengernyit,ia merasa agak sedikit terancam,iapun bertanya, "Siapa?"
__ADS_1
Orang itu tidak bersuara,dia hanya terus memperhatikan dirinya didalam kegelapan...
Semakin hening,Alesya Curley merasa semakin takut...
Alesya Curley kembali bersuara, "Toni Kear,apakah itu dirimu?"
"Ada apa? Kamu takut padanya?" itu adalah suara seorang pria,ada yang menutupi mulutnya,maka suaranya berubah dan tidak terdengar jelas suara siapakah itu.
Tapi dari kata-katanya,itu jelas bukan Toni Kear.
Lagi pula,,,Toni Kear tidak perlu mematikan lampu,ia sudah mengenalinya sejak awal.
Alesya Curley bertanya dengan menahan rasa takutnya, "Siapa kamu?"
Orang itu berkata, "Aku? Aku adalah orang yang membantu kamu mengatasi orang yang kamu takuti itu,Toni Kear sudah mati"
Kerutan keningnya Alesya Curley semakin rapat, "Kata kamu,dia sudah mati?"
Orang itu berkata, "Betul,dan aku yang mengirim orang untuk membunuhnya"
Alesya Curley merasa sangat terkejut,karena ia merasa tidak percaya...
Bukankah dia memiliki pendukung besar dibelakangnya?
Alesya Curley bertanya, "Kamu,,,mengapa kamu membunuhnya?"
Orang itu balik bertanya, "Apa perlu alasan?"
Matanya Alesya Curley tampak tegang, "Apakah membunuh orang,,,tidak memerlukan alasan?"
Orang itu berkata dengan santai, "Huh,benar,memang perlu sebuah alasan.Bila aku harus memberikan sebuah alasan,maka,,,itu semua karena dia tidak menurut,dan orang yang tidak bisa menuruti kata-kata orang lain tidak perlu ada didunia ini"
Alesya Curley menelan ludahnya dengan susah payah...
Ternyata orang ini,adalah tokoh besar yang ada dibalik Toni Kear,dia membunuh bawahannya sendiri,orang ini benar-benar sudah gila.
Alesya Curley berusaha tetap tenang dan ia bertanya, "Mengapa kamu menculik dan mengurung aku ditempat ini?"
__ADS_1
Pria itu mulai berjalan mendekat dan berkata, "Menculik kamu? Bukankah sebelum kamu menuduh aku,kamu seharusnya berterima kasih pada aku? Kamu harus tahu,kalau bukan karena aku,beberapa hari yang lalu kamu pasti sudah dibunuh oleh Toni Kear.Aku bukan hanya menghalanginya membunuh kamu,tapi aku juga menjamin kamu tetap hidup"
Alesya Curley mundur hingga kesudut ruangan,ia berkata dengan nada yang rendah, "Tapi dia adalah bawahan kamu sendiri,dia yang membantu kamu menangkap aku,dan tentu saja karena perintah dari dirimu.Aku tidak memiliki dendam apa-apa dengan kamu,mengapa kamu harus menculik aku?"
Orang itu berkata, "Bukankah selama ini kamu sangat pandai? Mengapa kamu tidak mencoba untuk menebak.Menurut kamu,apa tujuan aku menculik kamu?"
Dalam beberapa hari selama Alesya Curley berbaring ditempat itu,ia juga sudah memikirkannya.
Maka dari itu,ia juga sudah menemukan satu detail yang terlewatkan...
Ia tidak dapat melihat siapa orang itu,tapi ia tetap mengangkat matanya dan memandang kearah dimana orang itu berada.
Dengan secercah cahaya yang datang dari selasar,orang itu dapat melihat kecurigaan didalam matanya Alesya Curley.
Diapun tertawa dingin, "Ada apa? Apa kamu tidak berani bicara?"
Alesya Curley berkata, "Ada empat alasan mengapa seseorang ditangkap tapi tidak dibunuh,kalau tidak demi uang,demi pemerkosaan,demi dendam,atau demi orang sakit.Aku tidak tahu apakah kamu memiliki penyakit,tapi kamu mengurungku ditempat seperti ini,bahkan sampai memastikan ada yang menjaga didepan pintu.Itu artinya kamu punya cukup banyak uang,jadi kamu tidak melakukan ini demi uang.Sekarang aku sedang hamil, kemungkinan kamu untuk memperkosa aku juga tidak besar.Jadi,,,kamu menculikku karena dendam. Hanya ada satu kemungkinan mengapa kamu mengurungku tanpa membunuhku,aku adalah umpanmu untuk mengancam seseorang..."
Orang itu menyunggingkan ujung bibirnya,benar-benar pandai...
Alesya Curley pelan-pelan mengepalkan tinjunya,ia benar-benar ingin tahu siapa dia...
Pihak lain tiba-tiba menjadi diam,dan ruangan itu menjadi sunyi,dan itu juga langsung membuat orang merasa takut.
Alesya Curley merasa sedikit menyesal,tidak yakin apakah pihak lain itu benar-benar orang yang dia duga,akankah dia bunuh dirinya karena kemarahannya...
Ia mengangkat tangannya dan dengan lembut membelai perutnya...
Pada saat ini,suara langkah kaki orang itu datang lagi,hingga membuat hati Alesya Curley menjadi tidak tenang.
Tapi pria itu langsung menuju kearah pintu dan menyalakan lampu...
Tiba-tiba kamar kembali terang,dan akhirnya Alesya Curley bisa melihat orang yang berdiri didepannya.
Pria itu melepaskan topeng ketatnya dan benda-benda seperti respirator yang dia kenakan dimulutnya.
Benar,,,ini adalah Daniel Valex...
__ADS_1
Dia menatap Alesya Curley dengan suara yang rendah, "Kamu benar-benar pintar"
Setelah menghilangkan beban,suaranya Daniel Valex kembali seperti biasa,lalu dia berkata dengan tenang, "Tapi,,,sayang sekali wanita pintar seperti ini masih jatuh ketanganku.Bukankah kamu bertanya kepada aku,mengapa aku ingin menangkap kamu? Aku akan memberitahu kamu, karena aku sangat mencintai kamu,,,"