
"Keanu,apakah kamu tidak mengenalku? Aku Alesya..." tanya Alesya dengan nada bingungnya.
"Alesya..." tangan Keanu yang hendak melemparkan bantal kedua pun berhenti, meletakkan bantal di atas lututnya,mengedipkan matanya dan menatap Alesya.
Dalam pandangan itu,Alesya bisa melihatnya, sikapnya saat ini agak berbeda dari sikap biasanya.
Alesya merasa bahwa dirinya mungkin telah menemukan harta karun,tatapan mata pria ini setelah mabuk sedikit agak lucu.
Alesya menahan senyum dan bergerak maju kearah Keanu, "Ya,lihatlah,aku Alesya..." ia berbicara dengan suara lembutnya.
Ia sedikit penasaran tentang apa yang akan dikatakan Keanu selanjutnya,masih berencana untuk menggodanya.
Tapi,ia tidak pernah menyangka bahwa Keanu akan melompat kedepan dan mendorong Alesya ke bawah,lalu mencium bibirnya.
Isi kepalanya Alesya menjadi kacau sejenak,apa yang terjadi sekarang?
Ciuman ini semakin lama semakin panas,hingga membuat Alesya menjadi terengah-engah.
Alesya akhirnya tersadar dan mencoba yang terbaiķ untuk memalingkan muka dan sedikit berteriak, "Keanu,apa yang ingin kamu lakukan?"
"Alesya,kamu adalah istriku,istriku yang bisa mengobati penyakitku" gumam Keanu dengan nada pelannya tapi masih bisa di dengar jelas oleh Alesya.
Emm?
Alesya Curley terdiam dengan penuh tanda tanya...
Melihat ciuman Keanu yang akan jatuh lagi, Alesya buru-buru mengulurkan tangannya untuk menutupi hidung serta mulutnya.
"Keanu,beritahu aku dengan jelas apa yang dimaksud dengan istrimu bisa mengobati penyakitmu?" tanya Alesya dengan nada penasarannya.
Mendengar pertanyaan ini,Keanu sedikit membuka matanya,niat ingin menciumnya lagi pun menghilang.
Keanu hanya menatap kedua matanya Alesya dengan tatapan kosong,kedua matanya dipenuhi dengan keterkejutan dan kebingungan.
Melihatnya seperti ini,Alesya mengernyitkan kedua keningnya,ada apa ini?
Tepat ketika ia hendak bertanya lagi,Keanu malah menariknya dan memeluknya erat-erat. Keanu terlihat gugup,seolah-olah wanita yang dipeluknya ini akan menghilang jika dilepaskan.
Alesya merasa bahwa cara pria ini mabuk terlalu,,,istimewa.
Tiba-tiba saja suara Keanu yang lembut terdengar mendesak di telinga Alesya..
"Apakah itu kamu? Apakah aku sedang bermimpi? Apakah kamu masih hidup? Maaf,aku tidak bisa menyelamatkanmu...Maafkan aku" Keanu mengeluarkan rentetan pertanyaan dengan nada bersalahnya.
Mendengar suara penyesalan Keanu,Alesya merasa,,,kehilangan kesadaran sesaat.
__ADS_1
Apakah Keanu pernah kehilangan seseorang?
Orang ini yang membuatnya sangat menderita, pasti adalah seseorang yang sangat peduli padanya.
Apakah seorang wanita?
Tapi bukankah pria ini tidak bisa menyentuh wanita?
Alesya benar-benar merasa bingung saat ini.
Alesya memalingkan matanya sedikit,tapi ia hanya bisa melihat rambutnya, "Keanu,,," panggil Alesya dengan nada pelannya.
Pada saat ini,perasaannya benar-benar merasa tidak nyaman tanpa ia ketahui apa penyebabnya.
Keanu tidak menanggapinya,juga tidak bergerak.
Setelah sekian lama,tubuhnya Alesya menjadi lelah dan kaku,lalu ia menggerakkan kakinya sedikit.
Dan kepalanya Keanu pun jatuh dari sisi bahunya,dan seluruh tubuhnya juga tergelincir ke tempat tidur.
Setelah melihat ini,Alesya menggertakkan giginya dan mengutuk didalam hatinya, kemudian ia pergi kekamar mandi dengan langkah kesalnya.
Setelah selesai membersihkan diri,lalu iapun menatap kesal dan juga lucu kearah wajah terlelapnya Keanu,dan akhirnya ia juga ikut terlelap karena rasa kantuk berserta lelahnya tersebut.
Keesokan paginya,Keanu tiba-tiba membuka kedua mata beratnya,ia terbangun setelah wajah tampannya disinari cahaya matahari yang datang melalui celah-celah jendela.
Ia duduk,menatap jubahnya yang tidak diketahui kapan ia menggantinya,ia pun mengernyitkan keningnya.
Sepertinya,ia telah mabuk tadi malam.
Tapi di mana Alesya sekarang? Apakah ia berhasil membuat Alesya mabuk?
Apakah mereka telah melakukan sesuatu? Sepertinya,,,memang telah melakukan sesuatu, tapi sampai sejauh mana mereka melakukannya? Dan kenapa ia tidak mengingat sedikitpun tentang momen-momen indah itu?
Ia pun membuka selimutnya,menatap tubuh kekarnya,mencoba untuk mengingat sesuatu.
Tapi pada saat ini,terdengar suara pintu yang terbuka,Keanu pun segera menjauhkan tangannya dari selimutnya.
Alesya membuka pintu dengan ringan dan masuk,melihat Keanu sudah bangun,senyuman manis segera muncul di wajahnya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Alesya dengan nada santainya tanpa menghentikan langkahnya.
Keanu melihat senyumnya yang seperti bintang, "Ya,,," jawab Keanu dengan nada santainya juga, tapi ada rasa ketidak wajaran didalam hatinya.
Kemudian ia melirik jam di dinding,ternyata sudah jam 8 pagi,bir ini memang sangatlah berbahaya.
__ADS_1
"Sudah sangat telat,kenapa kamu tidak membangunkan aku lebih awal?" tanya Keanu, selama hidup dewasa,baru ini pertama kalinya ia telat bangun.
Alesya menunjuk ke kepalanya,lalu berkata, "Jika kamu tidak tidur nyenyak setelah mabuk, kamu akan mudah menjadi tidak nyaman keesokan harinya"
"Aku tidak mabuk" ucap Keanu dengan canggung,ia tidak mungkin mengakui hal memalukan itu.
Alesya menahan senyum tanpa mengeluarkan suara,tapi tatapan lembutnya terus mengarah kearah Keanu.
"Kenapa,kamu tidak percaya?" tanya Keanu dengan nada kesalnya.
"Aku percaya" Alesya mengangguk dengan sungguh-sungguh,ia juga tidak mungkin memperlihatkan senyum lucunya.
Keanu mendengkus kesal,lalu turun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Ngomong-ngomong,Keanu,bolehkah aku mengajukan sebuah pertanyaan?" Alesya buru-buru bertanya,saat ia teringat tentang sesuatu.
"Tanyakan saja" jawab Keanu,sambil menghentikan langkahnya dan menatapnya dengan ekspresi tenang.
Alesya ragu-ragu sebentar...Tidak,tidak,tidak boleh bertanya.Bagaimana jika Keanu marah?
"Emm...Lupakan saja,tidak apa-apa,kamu mandi saja dulu" ucap Alesya akhirnya.
"Siapa yang mengajarimu untuk mengatakan separuh kalimat saja? Tanyakan saja apa yang ingin kamu tanyakan?" ucap Keanu dengan nada tidak sabarnya.
"Dari kapan kamu mulai membenci wanita?" Alesya pun bertanya,setelah mendapatkan izin.
"Untuk apa kamu menanyakan ini?" tanya Keanu dengan nada tidak senangnya,wajahnya bahkan sudah menjadi dingin kembali.
Alesya terdiam,sudah menebak pasti akan seperti ini.Tapi ia merasa penasaran,Alesya selalu curiga bahwa orang yang diucapkannya saat mabuk dan mengendongnya tadi malam adalah nyata.
Bagaimanapun,,,setelah mabuk kita akan mengucapkan kebenaran.Selain itu,emosinya pada saat tadi malam jelas sangatlah nyata.
Melihat Alesya diam,Keanu mengangkat alisnya, "Kenapa? Tadi malam,,,apakah aku melakukan sesuatu padamu?"
"Hah?" Alesya menggaruk alisnya, "Tidak,kamu tidak melakukan apapun padaku"
Keanu berbalik dan berjalan kedepan Alesya, "Katakanlah,apa yang telah kita lakukan tadi malam,dan sampai di tahap mana kita melakukannya?"
"Bukan apa-apa,hanya,,," Alesya menunjuk ke mulutnya, "kamu hanya menciumku sebentar"
"Hanya itu?" tanya Keanu dengan kening mengernyit heran.
Alesya mengangguk dengan cepat.
"Lalu,kenapa kamu menanyakan pertanyaan itu padaku?" tanya Keanu dengan wajah dinginnya kembali.
__ADS_1
"Karena aku sedikit penasaran,kenapa semua orang,termasuk keluargamu,mengatakan bahwa kamu tidak bisa menyentuh seorang wanita,tapi kamu,,," Alesya cemberut,mengangkat kepalanya dan bertanya dengan hati-hati, "Kamu,,,Apakah kamu berbohong?"
Keanu menatapnya kosong,lalu berbalik dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah lebarnya.Sepertinya kali ini ia harus merasa kecewa lagi,karena ternyata hal yang ia harapkan sama sekali tidak terjadi.