Istri Tuan Muda Reeves

Istri Tuan Muda Reeves
Bab. 390


__ADS_3

Sabrina Resta lanjut berkata dengan dingin lagi, "Aku sudah melarikan diri dari kamu,mengapa kamu masih muncul didunia hidupku,dan sekali lagi menusuk dengan pisau yang begitu tajam dihatiku? Mengapa membiarkan aku melihat begitu saja,mereka yang membawa Alesya Curley yang sedang membawa ketiga anaknya yang masih didalam kandungan untuk pergi mati? Kenapa kamu masih sama seperti dulu,masih begitu kejam,kamu itu adalah binatang"


Wajah Demian Mex menjadi semakin dingin, "Apa kamu demi Alesya Curley mau menjadi seperti ini?"


Sabrina Resta berkata dengan dingin, "Ya,aku memang ingin seperti ini.Kamu pikir kamu datang untuk tidur denganku setiap hari dan kamu akan membiarkan aku untuk jatuh cinta lagi? Kamu salah,bahkan jika kamu mengikatku disini seumur hidup,bahkan jika kamu menempel padaku setiap hari,aku tidak akan pernah mencintai kamu lagi"


Demian Mex mengangkat alisnya,tapi menahan amarahnya,lalu dia membujuk, "Kamu letakkan pisaunya dulu"


Matanya Sabrina Resta menjadi lebih tegas, "Aku memberitahu kamu,Keenan Reeves adalah anak kandung Keanu Reeves dan Alesya Curley,dan Keanu Reeves tidak akan membiarkan siapapun yang menyakiti anaknya.Jadi mulai sekarang, kamu tidak bisa lagi gunakan Keenan Reeves untuk mengancamku.Haha,Demian Mex,tahukah kamu? Aku sudah cukup untuk hidup"


Saat dia berkata,dia sambil menekan jarinya, bilahnya menembus kedalam daging,dan noda darah keluar begitu saja.


Demian Mex berkata dengan cemas, "Tidak,Sabrina,kamu dengarkan aku,lepaskan pisau itu.Kamu tahu,bahkan jika kamu melakukannya lebih keras,aku juga tidak akan membiarkan kamu mati"


Sabrina Resta meneteskan air matanya, "Apakah kamu lupa bahwa aku itu pernah belajar kedokteran? Aku tahu lebih banyak dari pada siapapun,dimana posisi penusukan bisa mati lebih cepat.Sebelum dokter datang,aku sudah menjadi mayat"


Dia berkata dan tertawa,tapi tangannya terus menekan masuk tusukan pisau tersebut,dan sudah ada luka sekitar dua sentimeter dilehernya yang dalam,darah juga mengalir dengan cepat.


Ini juga sangat menyakitkan,sangat menyakitkan, tapi Sabrina Resta mengabaikannya...


Demian Mex merasa semakin panik, "Aku berjanji,aku akan menyelamatkannya"


Tangan Sabirna Resta berhenti...


Demian Mex menghela napas lega, "Kalau kamu melepaskan pisau itu,aku akan menyelamatkan Alesya Curley.Ayolah,berikan aku pisaunya"


Dia mengulurkan tangannya ke Sabrina Resta...

__ADS_1


Sabrina Resta berdiri dengan tenang ditempat, "Tidak,aku tidak percaya pada kamu.Berikan aku telepon kamu dan aku sendiri yang akan menyelamatkannya"


Demian Mex menatapnya dengan tatapan tidak percaya,dia tidak percaya pada dirinya?


Apakah dia membenci dirinya sampai tingkat seperti itu?


Sabrina Resta mengambil ponsel Demian Mex dan dengan cepat memencet nomor ponselnya Keanu Reeves.


Saat telepon terhubung,Sabrina Resta menggunakan seluruh kekuatannya dan berteriak, "CEO Reeves,aku Karin Nerti,Alesya Curley ada......"


Setelah selesai mengatakan semuanya,Sabrina Resta tersenyum lega dan menatap Demian Mex, "Demian Mex,aku memberi kamu satu kalimat lagi"


Demian Mex menatapnya, "Sabrina Resta,jika kamu berani tidak menepati perkataan kamu,,,"


Sabrina Resta menyelanya dengan dingin, "Demian Mex,kamu kehilangan aku itu adalah nasibmu.Aku harap kamu bisa bersama dengan Mellina selama hidupmu,kalian adalah pasangan yang sempurna"


Setelah dia selesai berbicara,tangannya segera menyapu lehernya dengan keras,tanpa kegelisahan sedikitpun.


Pada saat ini,hatinya seperti terhampar tanpa kendali.Dia segera melangkah maju dan menekan lehernya Sabrina Resta yang terus berdarah deras,mata tajamnya tadi menjadi semakin panik dari waktu ke waktu.


Dia berkata dengan keras, "Cepat,suruh orang kesini"


Mulut Sabrina Resta terbuka dan tertutup, "Aku tidak bisa menghukummu selagi aku masih hidup,lalu aku akan menghukum kamu dengan kematianku ini.Dikehidupanku yang selanjutnya,,,bahkan jika aku menjadi binatang,,, tidak pernah,,,tidak pernah,,,bertemu dengan kamu lagi"


"Tidak," mata Demian Mex memerah, "Sabrina Resta,aku tidak memerintahkan orang untuk membunuh anak kita.Aku tidak pernah melihat anak kita,aku tahu apa yang kamu pikirkan,tapi aku tidak akan melepaskan kamu,aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi seumur hidup, bahkan jika kamu mati,kamu tetaplah wanita milikku"


Sabrina Resta berkata dengan lemah, "Aku tahu, kamu telah jatuh cinta,,,padaku.Kamu hanya,,, tidak berani mengakuinya.Demian Mex,aku ingin menghukummu,aku ingin setiap kamu memikirkan dua kata Sabrina Resta ini,kamu akan merasa sakit.Aku,,,bukan istrimu,jadi,,,kamu,,,tidak bisa,,mengikatku lagi,aku,,,aku,,,bebas..."

__ADS_1


Setelah dia selesai berbicara,dia benar-benar tertawa,tersenyum begitu indah,dan dia perlahan menutup matanya dengan wajah yang pucat,dan pakaian yang berlumuran darah ditubuhnya menyakiti hati Demian mex.


Demian Mex ingin memeluknya,tapi dia takut ketika dia melepaskannya,darah akan menyembur keluar dari tubuhnya.


Dia sangat takut kehilangan seseorang untuk pertama kalinya,mengapa dia tidak mencintainya saat wanita ini masih disisinya?


Mengapa dia tidak mengatakan kepadanya bahwa dia telah jatuh cinta padanya sejak lama, dan dia telah mencarinya selama lima tahun ini.


Mengapa dia tidak memberi tahu bahwa dia belum pernah menikah dengan Mellina?


Sekarang,dia menyesalinya,dia sangat menyesalinya, "Sabrina Resta,kamu bangun, selama kamu bangun,bagaimana kamu mau membenciku,bagaimana kamu mau menyalahkan aku,aku akan menerimanya.Aku mengunci kamu karena aku terlalu takut kehilangan kamu,aku mendatangimu setiap hari karena aku sangat mencintai kamu,jangan tinggalkan aku,jangan tinggalkan aku"


***


Alesya Curley berpikir bahwa Daniel Valex akan menemukan rumah sakit untuk dirinya,tapi ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan dibawa keklinik dijalanan kecil yang terlihat sangat aneh.


Ia didorong kesebuah ruangan dengan hanya satu tempat tidur medis,dan dirinya menjadi semakin panik untuk sementara waktu.


Alesya Curley segera berkata, "Daniel Valex,tidak boleh,tidak boleh disini.Jika anak belum cukup uisa,mereka akan terinfeksi jika mereka dipaksa keluar,tidak boleh"


Daniel Valex dengan sinis tersenyum, "Kondisi seperti ini,apakah kamu masih memiliki hak untuk memilih? Apakah kamu pikir aku,Daniel Valex,bisa mendengarkan katamu? Tampaknya kemarin,masalah ini harus membiarkan Toni Kear yang melakukannya"


Setelah dia selesai berbicara,dia mengedipkan matanya pada orang-orang disekitarnya.


Alesya Curley melangkah mundur dan menggelengkan kepalanya, "Jangan,jangan"


Daniel Valex mencibir, "Aku lupa memberitahu kamu bahwa tidak ada ahli anestesi disini,jadi lebih hemat obat anestesinya.Bagaimanapun,jika kamu sudah mengeluarkan anak-anak itu,kamu juga akan mati,karena kesakitan dan infeksi"

__ADS_1


Alesya Curley menatap Daniel Valex dengan ketakutan...


Daniel Valex tersenyum bahagia, "Aku akan mengingat ketakutan dimatamu seumur hidupku"


__ADS_2