
Ellin Winata memejamkan matanya, "Tristan,sebenarnya kamu tahu betul bahwa kita tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi. Sekarang ini kamu masih tidak bisa melepaskan aku,karena kamu hanya merasa tidak rela dan merasa bersalah saja.Itu karena kamu tiba-tiba menyadari bahwa kamu telah membenci orang yang salah,kamu merasa kamu bersalah padaku, makanya kamu belum bisa melepaskan aku"
Tristan Werner menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku selalu mencintai kamu,sedetikpun aku tidak pernah berhenti mencintai kamu,apakah kamu tahu?"
Hati Ellin Winata terasa nyeri sekali,tidak tahu apakah itu air mata,atau air hujan yang sedang menggenangi rongga matanya saat ini.
Dia kembali memejamkan mata sambil berusaha membebaskan dirinya dari pelukannya,dia membalikkan tubuhnya dan memandang dia,dan tetesan-tetesan air hujan masih terus mengalir diatas wajahnya.
Ellin Winata berkata dengan lelah, "Sekarang apa yang harus aku lakukan? Terus mengikatkan diriku padamu? Kakekku? Atau orang tua kamu? Yang mana yang bisa aku atasi lebih dahulu? Tolong beri tahu aku,Tristan Werner,aku mohon pada kamu,berhentilah memaksa aku.Bila kita tetap bertahan,kita hanya bisa terluka akibat ikatan itu.Secercah kenangan bahagia dimasa lalu itupun,hanya akan berubah menjadi beban, apakah semua itu akan setimpal? Kuburkanlah sedalam-dalamnya didalam hati kita masing-masing,dan segala kenangan masa lalu yang tidak bisa dikunjungi kembali itu"
Tristan Werner menggelengkan kepalanya, "Aku tidak sanggup,ini terlalu menyakitkan bagiku"
Dia memukul-mukul dadanya dan berkata dengan putus asa, "Apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua itu,apa yang harus aku lakukan agar kebencian itu hilang? Beri tahu aku,bagaimana caranya kamu bertahan selama ini?"
Melihat dirinya yang begitu tersiksa,hati Ellin Winatapun menjadi ikut terasa sakit,tapi dirinya,tidak punya hak untuk berlembut hati padanya.
Dia menggenggam kedua belah pundak Tristan Werner dan berteriak, "Berapa kali harus aku katakan padamu,baru kamu bisa paham,yang aku benci bukanlah dirimu,bukan kamu"
Matanya Tristan Werner terpaku padanya, "Tapi aku membenci diriku sendiri,saat masih hidup, kakek begitu baik padaku.Tapi gara-gara aku,dia harus mati.Ellin Winata,beri tahu aku,apa yang harus aku lakukan agar aku bisa melalui kehidupanku selanjutnya?"
Ellin Winata melepaskan genggamannya dari pundak Tristan Werner,lalu dia berjalan pelan-pelan mundur...
Salah,ini semua adalah salahnya...
Dia tidak seharusnya datang dengan alasan pekerjaan,seumur hidup ini,dia seharusnya sama sekali tidak berhubungan lagi dengan Tristan Werner.
Melihat dirinya mundur semakin jauh dengan tatapan putus asa,Tristan Werner melangkah maju untuk mendekat,lalu dia menarik pergelangan tangannya, "Ellin Winata..."
Ellin Winata langsung menepis tangannya sambil terus melangkah mundur,lalu dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tristan Werner,lepaskan aku,anggap saja itu demi menebus rasa bersalahmu terhadap kakek.Lepaskan aku dan jangan pernah mencari aku lagi"
Setelah berkata demikian,dia membalikkan tubuhnya dan berlari dengan cepat...
Tristan Werner berdiri diam ditempatnya, perlahan-lahan dia berjongkok...
__ADS_1
Bukankah kata orang,akan selalu ada cara untuk mengatasi segala masalah dimuka bumi ini,tapi mengapa tidak ada cara yang bisa mengatasi masalahnya ini?
Mengapa begitu sulit untuk mencintai seseorang?
Dia merasa tidak rela,sangat tidak rela...
***
Saat mobil Alesya Curley kembali kerumah,Andri Rendra berkata dengan kaget, "Bukankah itu Tuan Reeves?"
Calvin Merez menjawab, "Iya.Hujan begitu lebat,mengapa Tuan Reeves keluar sendiri?"
Alesya Curley mengernyitkan alisnya dan bertanya, "Apa Keanu Reeves ada didepan pintu?"
Andri Rendra berkata, "Betul,Nyonya Muda"
Setelah mobil itu berhenti sepenuhnya,Keanu Reeves mendekat,lalu dia membuka pintu mobil itu.
Dia membawa payung dan mendekatkannya kepintu,lalu membungkuk dan menuntun Alesya Curley keluar dari dalam mobil"
Keanu Reeves merangkul pinggangnya,sambil menuntunnya masuk kedalam villa dan berkata, "Aku tidak tenang membiarkan orang lain yang menjemputmu"
Alesya Curley merasa sangat senang,tapi yang keluar dari mulutnya, "Apa yang membuat kamu tidak tenang?"
Keanu Reeves berkata dengan datar, "Tentu saja tidak tenang,saat ini kamu membawa tiga nyawa lainnya,dari antara kalian semua,yang mana yang bukan buah hidupku?"
Alesya Curley mengoceh dengan sedikit kesal, "Jadi,kamu keluar untuk menjemput anak-anakmu,bukan untuk menjemput aku?"
Keanu Reeves menolehkan kepalanya dan menatap wanitanya dan bergumam didalam hatinya, 'Dasar wanita bodoh...'
Bukankah ketiga anak itu ada didalam perutnya sendiri? Nasib mereka bertiga dan Alesya Curley saling bergantungan satu sama lainnya.
Bagi Keanu Reeves,mereka semua sama-sama menggenggam nyawanya,diapun berkata, "Tidak perlu cemburu terhadap anak-anak ini,tanpa kamu,mereka bertiga tidak ada artinya"
__ADS_1
Alesya Curley menusuknya dengan sikunya, kemudian ia membelai perutnya dan berkata, "Jangan bicara sembarangan,mereka bisa mendengarmu"
Melihat dirinya yang tegang seperti itu,dia tidak bisa menahan tawanya, "Mereka belum berbentuk manusia,jadi masih belum bisa dihitung.Kamu,,,"
"Kamu masih bicara seperti itu..." Alesya Curley menyelanya dan mencubit lengannya, "Jangan pernah lagi berbicara seperti itu"
Keanu Reeves mengalah, "Baiklah,baiklah,aku akan berhenti bicara"
Pasangan suami istri itu berciuman sebentar, kemudian berjalan masuk kedalam rumah. Dengan adanya cahaya,pandangan Alesya Curley kembali menjadi jelas.
Iapun mengusap-usap matanya dan berkata, "Aduh,mataku terasa tidak nyaman"
"Ada apa?" Keanu Reeves sedikit membungkuk,dia menekan sambil memeriksa matanya.
Alesya Curley tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa,hanya saja hari ini aku buta untuk waktu yang terlalu lama.Tiba-tiba ada cahaya yang masuk,jadi rasanya seperti ditusuk"
Mendengar kata-katanya itu,Keanu Reeves berkata dengan dingin, "Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu,kemana saja kamu sepanjang hari ini? Mengapa pergi hingga begitu larut?"
Alesya Curley berkata, "Aku pergi mengunjungi Ellin Winata"
Ia berkata demikian sambil memeluk ketiga anak yang baru saja berlari mendatanginya...
Adnan Curley berkata, "Bibi kecil,mengapa Bibi kecil baru pulang,aku sudah sangat lapar"
Alesya Curley membelai kepalanya, "Maaf,Bibi kecil sibuk mengerjakan hal lain.Baiklah.Cucilah tangan kalian terlebih dahulu,lalu kita akan makan"
Ketiga anak kecil itupun pergi dengan patuh...
Keanu Reeves bertanya, "Tidak ada apa-apa, mengapa kamu harus pergi mencari Ellin Winata?"
Alesya Curley berkata, "Nanti,aku akan menceritakannya padamu dengan lebih rinci setelah makan malam"
Keanu Reeves pun berhenti bertanya...
__ADS_1
Setelah selesai makan malam,ketiga anak itu meninggalkan ruang makan lebih dulu.Lalu Alesya Curleypun menceritakan segala yang terjadi pada sore itu pada Keanu Reeves.