
Tristan Werner berkata, "Mengapa kamu meninggalkan aku sendirian? Apakah kamu tahu betapa aku merindukan kamu selama ini. Ellin,kamu pembohong"
Pelukan Tristan Werner sangat erat sehingga Ellin berhenti berjuang dan menutup matanya sambil berkata, "Kita sudah putus"
Tristan Werner berkata, "Siapa yang menyetujuinya? Ellin,kamu menganggapku sebagai apa? Memulai dan mengakhiri sesuka hatimu,tapi bukankah kamu juga harus meminta persetujuanku?"
Dipintu masuk kafe,banyak orang yang keluar dan masuk dari waktu kewaktu,tapi Tristan Werner sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang lain.
Ellin merasa tidak berdaya, "Tristan,lepaskan aku terlebih dahulu,mari kita membicarakannya ditempat lain,bagaimana?"
Tristan Werner melepaskannya,tapi tetap menggenggam pergelangan tangannya Ellin, membawanya keluar dari kedai kopi,dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
Dia membawa Ellin menuju ke Firma dan memaksanya keatas,agar tidak ada yang mengganggu,diapun mengunci pintu.
Ellin melihat tindakannya yang menyesakkan, mengernyitkan alisnya tapi tidak mengeluarkan suara.
Tristan Werner berbalik dan berjalan kearahnya.
Untuk menjaga jarak,Ellin mundur dua langkah.
Melihat penghindarannya,wajah Tristan Werner berkerut, "Apakah kamu takut denganku?"
Ekspresi wajahnya Ellin terlihat serius,dan matanya menunduk...
Tristan Werner terus melangkah maju lagi...
Ellin juga terus melangkah mundur,hingga bersandar dimeja...
Tristan Werner menekan kedua tangannya ditepi meja,menjebaknya, "Mundur,kenapa kamu tidak mundur lagi?"
Ellin merasa tidak berdaya, "Tristan Werner..."
Tristan Werner berkata, "Untuk siapa kamu menunjukkan penampilanmu yang seperti ini? Apakah kamu lupa,bagaimana dahulu kamu memperlakukan aku?"
Ellin tampak malu, "Hal-hal dimasa lalu sudah berakhir,mengapa kamu harus membahasnya lagi?"
Tristan Werner bertanya dengan tegas, "Apakah ini benar-benar berakhir? Bagaimana bisa,hanya kamu sendiri yang mengubah hatimu,apakah kamu ingin menghukumku dengan cara seperti ini?"
__ADS_1
Ellin tidak ingin melihat pandangan Tristan Werner...
Tapi Tristan Werner mencubit dagunya dan dengan paksa memalingkan wajahnya kearahnya,lalu berkata, "Ellin,aku beri tahu,itu tidak akan bisa dilupakan,kamu menggodaku agar aku jatuh cinta padamu pada saat itu,tapi setelah kamu mendapatkannya,kamu pergi begitu saja.Aku adalah korban,mengapa kamu dengan mudah mengatakan ini telah berakhir? Apakah,seorang pria tidak berharga,perjakanya hilang untuk pertama kalinya,apakah kamu tidak akan bertanggung jawab?"
Ellin memiliki sedikit kesedihan dimatanya...
Dia benar-benar tidak menyangka bahwa setelah hampir lima tahun,Tristan Werner masih memikirkan masa lalu.
Dia berpikir bahwa dengan sifatnya Tristan Werner,dia mungkin sudah membentuk cinta dan memulai hidup yang baru...
Dia menghela napas dan membujuk, "Tristan,aku tujuh tahun lebih tua darimu.Sekarang aku sudah berusia tiga puluh dua tahun,masa muda terbaik untuk seorang wanita telah lama berlalu,tapi kamu masih berada dimasa muda terbaik untuk seorang pria.Bersamaku,sudahkah kamu memikirkan seberapa besar tekanan yang harus kamu tanggung? Jika kita bersama,tidak akan ada hasilnya"
Tidak usah membahas tentang usia,jika membahas tentang usia,Tristan Werner bahkan lebih kesal.
Apakah menjadi muda adalah sebuah dosa?
Tristan Werner berkata, "Sejak hari kita bertemu, kamu sudah lebih tua dariku,tapi ketika kamu mendapatkan aku,kamu tidak membahas tentang masalah usia"
"Berhenti bicara," Ellin merasa malu dan memejamkan matanya dengan tidak berdaya, "Saat itu,situasiku,,,aku,,,"
Ellin menggertakkan giginya dan berkata, "Tidak mungkin,orang tuamu tidak akan pernah menyetujui pernikahan kita.Keluarga Winata berantakan,aku bukan Ellin Winata yang dulu lagi"
Tristan Werner berteriak sedikit memilukan, "Tapi aku masih Tristan Werner yang dulu,sudah lima tahun aku menunggumu untuk kembali menemukan aku,bahkan aku tidak mengubah nomor teleponku,tapi kamu? Coba kamu pikirkan, sudah bertahun-tahun tapi Tristan Werner,orang bodoh itu,masih menunggumu"
"Aku,,," Ellin Winata ingin mengatakan sesuatu tapi Tristan Werner menatap bibirnya dan langsung menciumnya dengan kasar saat dia ingin berbicara.
Ellin Winata berjuang untuk menghindar,tapi gagal,karena Tristan Werner menekannya diatas meja.
Ketika sedang berciuman dengan Tristan Werner, Ellin Winata berteriak, "Aku sudah punya pacar"
Tristan Werner berhenti sejenak,Ellinpun menarik napas dalam-dalam,mencoba membuat suaranya terdengar seperti tidak begitu bingung, "Tristan,aku minta maaf kepadamu mengenai kejadian masa lalu,tolong lupakanlah masa lalu itu dan mulai semuanya dari awal"
Setelah selesai berbicara,dia mendorong Tristan Werner menjauh,dan berjalan cepat kearah pintu. Karena Tristan Werner mengunci pintu,tangannya sedikit bergetar dan tidak bisa membuka pintunya.
Tristan Werner berjalan mendekat,memegang tangannya,dan menatap kedua matanya.
Ellin Winata menggigit bibirnya, "Aku,,,aku harus pergi"
__ADS_1
Tristan Werner bertanya tanpa mengalihkan tatapannya dari matanya Ellin Winata, "Apakah kamu pernah mencintaiku?"
Ellin Winata merasa panik...
Tristan Werner berkata lagi, "Pernah,kan?"
Ellin Winata berkata, "Aku sedang tidak bisa memikirkan itu saat ini"
Tristan Werner mencibir dengan impoten, "Bahkan sedikit cinta,apakah ada?"
Ellin Winata dengan tegas mengatakan, "Tidak"
Tatapan Tristan Werner menjadi kosong...
Ellin Winata tidak berani memandangnya,lalu dia memutar kunci pintu dan berjalan pergi dengan cepat.
Tristan Werner berdiri ditempatnya,dan setelah waktu yang lama,dia duduk perlahan disamping pintu.
Dimalam harinya,Jane Ravis tiba di Firma setelah selesai bekerja.Melihat pintu tidak tertutup dan lampu tidak dihidupkan,dia menjadi bertanya-tanya.
Begitu dia memasuki pintu,terlihat sosok Tristan Werner yang sedang duduk sendirian dilantai depan lemari sepatu.
Dia berhenti sejenak dan berseru, "Tristan? Apa yang sedang kamu lakukan?"
Tristan Werner tidak bersuara,dan juga tidak bergerak sedikitpun.
Jane Ravis menyalakan lampu dengan cepat, setelah itu dia berjongkok ditempat Tristan Werner,dia menatap matanya yang bertatapan kosong,lalu menggoyangkan bahunya dengan cemas, "Tristan,,,"
Tristan Werner baru tersadar karena mendengar suara itu,lalu menatapnya,dan bertanya dengan lemah, "Mengapa kamu disini?"
Jane Ravis berkata, "Alee meneleponku dan mengatakan hari ini dia merasa malu padamu. Katanya,kamu marah padanya dan tidak mau menjawab teleponnya,jadi dia memintaku untuk datang kesini untuk membantunya membujukmu.Apa yang salah denganmu? Bagaimana bisa kamu duduk disini,bukannya tidak nyaman?"
Tristan Werner bangkit dan berkata, "Tidak apa-apa,aku baik-baik saja,kamu bisa pergi sekarang"
Jane Ravis berkata, "Kamu sama sekali tidak terlihat sedang baik-baik saja"
Tristan Werner menghela napas, "Aku benar-benar sedang baik-baik saja,aku hanya ingin tinggal sendirian untuk sementara waktu, kamu pergi dulu dan datang lagi dihari lain"
__ADS_1