Istri Tuan Muda Reeves

Istri Tuan Muda Reeves
Bab. 306


__ADS_3

Alesya Curley merasa ada yang salah dengan ini, dan ia hanya berkata, "Tuan Reeves,kamu tidak perlu menebak sembarangan.Aku bermasalah karena rabun senja yang aku alami,dan kakak sepupumu sangat mengetahuinya"


Hendrik Reeves menjulurkan tangannya didepan wajahnya Alesya Curley...


Dan Alesya Curley bisa merasakan sesuatu didepan matanya dan terhanyut,dan iapun berkata, "Aku tidak buta.Dibawah cahaya ini,aku masih bisa melihat dengan samar-samar seseorang didepanku"


Daniel Valex berkata dengan dingin, "Hendrik Reeves,kamu terlalu berlebihan"


Hendrik Reeves segera berkata, "Maaf,istri kakak sepupu,aku tidak tahu"


Alesya Curley mengangkat bahunya, "Tidak apa-apa,yang tidak tahu jangan disalahkan"


Lalu Alesya Curley lanjut berkata kepada Daniel Valex, "Mobilku berada disebelah timur pintu perusahaanmu,tidak jauh dari tangga"


Daniel Valex berkata, "Baiklah,aku akan membantu kamu"


Keduanya berjalan mendekat,ketika Calvin Merez berada didalam mobil dan melihat Alesya Curley, dia segera turun dari mobil,membantunya masuk kedalam mobil,dan pergi.


Setelah Alesya Curley pergi,Hendrik Reeves kembali berbicara dengan Daniel Valex dan berkata dengan hormat, "CEO Valex,jika tidak ada masalah lagi,maka aku akan kembali terlebih dahulu"


Daniel Valex menghalangi jalan Hendrik Reeves dan berkata dengan dingin, "Apa yang kamu lakukan barusan?"


Melihat sorot matanya Daniel Valex,Hendrik Reeves mengernyitkan alisnya dan berkata, "CEO Valex,aku benar-benar tidak tahu bahwa istri kakak sepupuku mengalami rabun senja. Bukankah dia juga telah mengatakannya,dia tidak menyalahkan siapapun yang tidak mengetahuinya,istri kakak sepupuku juga tidak marah,dan kamu juga seharusnya tidak marah"


Daniel Valex mencibir, "Jangan berlagak pintar didepanku,aku sangat membenci orang yang sok berkuasa.Jangan berpikir bahwa jika kamu adalah sepupunya Keanu Reeves,aku akan selalu memaklumi kamu.Kamu tidak pantas melakukannya,jangan menyentuh garis batas yang tidak boleh disentuh,jika tidak,jika aku ingin menghajar seseorang,aku tidak akan segan-segan mengeluarkan orang suruhanku,ingat itu..."


Setelah dia selesai berbicara,dia melihat Hendrik Reeves dan berbalik untuk pergi


Hendrik Reeves memiliki penampilan yang bermartabat,dia tidak akan turun dari mobil jika dia mengetahuinya,dan yang pasti,keinginannya adalah iblis baginya.


Dalam perjalanan pulang,Keanu Reeves menelepon Alesya Curley...


Begitu Alesya Curley mengangkatnya,Keanu Reeves berkata dengan khawatir, "Mengapa sudah larut seperti ini,kamu masih belum pulang? Kamu dimana sekarang? Aku akan menjemputmu"

__ADS_1


Alesya Curley berkata, "Aku dalam perjalanan pulang,Calvin Merez dan Andri Rendra ada disini, jangan khawatir"


Keanu Reeves masih merasa khawatir, "Sudah sampai dimana?"


Dimana keberadaannya,Alesya Curley tidak mengetahuinya,iapun bertanya, "Andri Rendra,kita sudah sampai dimana?"


Andri Rendra berkata, "Nyonya Muda,disini adalah gedung *****.Jika tidak macet,sepuluh menit lagi kita akan sampai"


Alesya Curley berkata keujung telepon yang lain, "Apakah kamu mendengarnya? Aku akan sampai dalam sepuluh menit"


Keanu Reeves berkata, "Ya,hanya sepuluh menit. Jika aku tidak melihatmu dalam sepuluh menit,aku akan keluar dan mencarimu"


Setelah menutup telepon,Alesya Curley tersenyum disudut bibirnya...


Apa yang dia khawatirkan? Dirinya tidak akan lari...


Terdengar suara berderak dari atap mobil,iapun bertanya, "Apakah hujan?"


Andri Rendra berkata, "Iya,Nyonya Muda,sedang hujan deras"


Jika bisa,Tristan Werner pasti akan merasa sangat senang...


Tristan Werner dan Ellin Winata duduk dikedai kopi dengan tenang untuk waktu yang lama,dan tidak ada yang berbicara.


Diluar sedang hujan,dan Ellin Winata dengan lembut memegang cangkir kopi dan berkata, "Nona Curley berkata,kamu ingin bertemu denganku,setelah aku meminum secangkir kopi ini,bicarakanlah apa yang ingin kamu bicarakan"


"Apakah kamu baik-baik saja?" suara Tristan Werner rendah,tapi Ellin Winata dapat mendengar dengan jelas.


Ellin Winata berkata, "Aku sangat baik"


Tristan Werner berkata dengan perasaan yang dipenuhi rasa bersalah, "Maaf..."


Ellin Winata dengan samar berkata, "Tristan,ini adalah dendam antara aku dan orang tua kamu, itu tidak ada hubungannya dengan kamu,kamu adalah orang yang baik,jadi kamu tidak perlu meminta maaf"

__ADS_1


Tristan Werner berkata, "Tapi masalah ini dimulai karena aku"


Ellin Winata berkata, "Ya,ini terjadi karena kamu, tapi karena sepatu yang tidak cocok dengan kaki, apakah aku harus menyalahkan kaus kaki? Aku sendiri yang memilih kaus kaki itu.Jika aku benar-benar ingin bertanggung jawab,apakah lebih bertanggung jawab bagiku untuk memilih kaus kaki? Mengetahui kaus kaki ini tidak pas,tapi masih juga ingin memakainya,siapa yang bisa disalahkan saat aku sudah memilih kaus kaki?"


Tristan Werner terus menatap Ellin Winata...


Dia bahkan ingin Ellin Winata memarahi dirinya sendiri,bahkan jika,,,itu hanya untuk melampiaskan sebagian kemarahan dan kebencian dihatinya.


Semuanya tersimpan dihatinya,betapa banyak kepahitan yang telah disimpannya...


Ellin Winata mengambil cangkir kopi dan meneguknya dua teguk,lalu berkata lagi, "Tristan,didalam hidupku,aku tidak ingin melihat orang tua kamu lagi.Aku tahu,membiarkan kamu menangani masalah ini agak sulit untukmu,tapi aku masih berharap kamu dapat mengambil tanggung jawab yang harus kamu tanggung.


Bicaralah dengan jelas kepada orang tua kamu, tolong beri tahu mereka dengan jelas,karena mereka,Ellin Winata dan kamu Tristan Werner tidak akan pernah ada hubungannya lagi denganmu dalam hidup ini,jadi tolong menjauhlah dari hidupku dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku.Karena aku benar-benar tidak bisa menjamin bahwa aku akan mengubah keputusan ini,aku tidak akan menahan kebencian dihatiku dan melawan mereka"


Setelah dia selesai berbicara,dia meminum kopi hingga hampir habis dan berdiri,menatap Tristan Werner dan berkata, "Luka diwajahmu,,,pergi dan periksalah kerumah sakit,aku akan pergi sekarang"


Dia selesai berkata,lalu berjalan menyeberangi Tristan Werner untuk pergi tapi Tristan Werner mengulurkan tangan dan meraih pergelangan tangannya.


Ellin Winata tidak melihat kebelakang,tapi dia hanya berbisik, "Tristan,lepaskan"


Tristan Werner tidak bergerak sedikitpun...


Ellin Winata mengibaskan lengannya,lalu dengan cepat meninggalkan kafe itu,hujan yang menusuk dingin menerpa tubuhnya,tapi nyatanya dia sama sekali tidak bisa merasakannya.


Karena saat ini,hatinya sudah mati rasa...


Sejenak,Tristan Werner tampak kehilangan arah. Kemudian dia segera bangkit berdiri,dan dengan cepat pergi mengejarnya.


Setelah berhasil mengejar Ellin Winata,dia memeluk tubuhnya dari belakang dengan sangat erat.


Ellin Winata merasa tidak berdaya, "Tristan,lepaskan aku"


Tristan Werner berkata, "Tidak mau,aku tidak akan melepaskan kamu"

__ADS_1


Sampai sekarang hatinya masih dipenuhi dengan nama Ellin Winata,bagaimana dia bisa melepaskannya begitu saja,hatinya merasa sangat tidak rela tapi juga sakit...


__ADS_2