Istri Tuan Muda Reeves

Istri Tuan Muda Reeves
Bab. 315


__ADS_3

Daniel Valex tidak langsung menjawabnya,dia hanya berkata, "Keanu,sudah terlalu banyak yang terlibat dimasalah ini,aku tidak ingin menyebutkannya lagi,ini sudah berlalu"


Keanu Reeves mengangguk dan berkata, "Oke,aku mengerti"


Sebagai temannya Daniel Valex,dia merasa kasihan kepada Daniel Valex...


Tapi jika orang yang terlibatpun tidak ingin menyebutkannya,sepertinya dia juga tidak perlu ikut campur urusan orang.


Keduanya diam pada saat yang sama, mengangkat kepala dan melihat kearah tidak jauh dari sana.


Disana,Alesya Curley mendatangi Tristan Werner,dan bertanya dengan khawatir, "Ada apa?"


Tristan Werner berkata, "Tidak apa-apa,hanya saja terlalu banyak orang saat aku naik gunung,jadi aku tidak sengaja jatuh"


Alesya Curley menundukkan kepalanya untuk menatap kakinya, "Serius tidak? Apa perlu kerumah sakit?"


"Tidak serius,hanya saja lututku sedikit tergores" kata Tristan Werner sambil nelompat dan berkata, "Jangan khawatir,aku baik-baik saja"


Dia melihat sekeliling dan lanjut bertanya, "Dimana Ellin Winata?"


Alesya Curley berkata, "Pergi jalan-jalan kesana,Hendrik Reeves sudah pergi mencarinya"


Setelah Alesya Curley mengucapkan terima kasih kepada dua karyawan itu,dia menyuruh mereka untuk melanjutkan aktifitas mereka.


Begitu keduanya pergi,Alesya Curley bertanya kepada Tristan Werner, "kamu bukan sengaja,kan?"


Tristan Werner mengedipkan mata padanya, "Sengaja,kalau ingin menangkap serigala,kamu harus rela berlari dan kehilangan sepatu"


Alesya Curley melihat jejak darah dilutut dan celananya,tidak bisa menahan diri untuk tidak bergidik, "Kamu benar-benar tega pada dirimu sendiri,memang benar-benar kejam"


Tristan Werner mengangkat alisnya dan berkata, "Apa ini hari pertama kamu mengenal diriku?"


Saat sedang berbicara,tidak jauh dari sana,Hendrik Reeves dan Ellin Winata berlari kembali bersama-sama.


Tristan Werner segera mengedipkan mata pada Alesya Curley,dan Alesya Curleypun buru-buru berbalik dan memapah Tristan Werner.


Keduanya berlari mendekat, "Ellin Winata bertanya, "Ada apa?"


Alesya Curley pura-pura berkata dengan kesal, "Tidak tahu apa yang dipikirkan anak ini saat mendaki,dia jatuh"


Dia menunjuk kearah kakinya Tristan Werner,dan lanjut berkata, "Ada luka dikakinya,Ellin Winata,apa kamu bawa peralatan obat darurat?"


Ellin Winata berkata, "Bawa,ada didalam mobil,tapi,,,berdarah,,,bagaimana kalau pergi kerumah sakit untuk memeriksanya,kalau-kalau tulangmu terluka..."

__ADS_1


Tristan Werner berkata, "Tidak,tulangku tidak terluka,ini hanya luka kulit,kamu jangan khawatir.Alee,pergi,bantu aku ambil obat disana"


Alesya Curley menatapnya,lalu ia mengelus perut bagian bawahnya,dan berkata pada Ellin Winata, "Ellin Winata,bantu aku papah sebentar,anak ini terlalu berat,aku,,,tidak mudah bergerak"


Meskipun Ellin Winata merasa agak canggung,tapi dia masih pergi memapah Tristan Werner.


Alesya Curley berkata, "Kalau begitu kalian pergilah kesana pelan-pelan,Hendrik Reeves akan kembali bersamaku untuk mencari kotak obat"


Saat ia berkata,ia menarik lengannya Hendrik Reeves,mereka berjalan cepat menuju mobil.


Keduanya pergi,dan Tristan Werner menghibur Ellin Winata, "Jangan khawatir,tidak seserius itu"


"Kalau begitu kamu jalan sendiri saja" kata Ellin Winata sambil bergerak kesamping,dia menjaga jarak darinya.


Melihat ini,Tristan Werner langsung duduk ditanah dengan tubuh lemahnya,dan memekik kesakitan, "Ah,sakit..."


Ellin Winata baru saja berjalan dua langkah, buru-buru berbalik lagi, "Bukankah kamu bilang tidak apa-apa?"


Tristan Werner menatapnya dan tersenyum, "Tidak apa-apa,pasti tidak akan mati"


Ellin Winata memberinya tatapan yang dingin, "Aku tidak khawatir"


Tapi meskipun dia berkata seperti itu,dia masih mengulurkan tangannya,mencoba kembali menarik Tristan Werner.


Agar dia tidak jatuh ketanah,Tristan Werner berbalik kesamping dan memeluk dia yang terjatuh.


Ellin Winata bangun dengan panik,tidak lupa menendang Tristan Werner dengan gerakan kesalnya.


Tapi Tristan Werner tidak marah,dia malah berkata sambil tersenyum, "Memukul berarti cium,memaki berarti mencintai"


"Kenapa kulit wajahmu bisa setebal ini?" dia menarik Tristan Werner berdiri dengan kesal dan memapahnya lagi.


Langkahnya sedikit cepat,Tristan Werner dengan sengaja meletakkan setengah dari berat badannya ditubuhnya Ellin Winata,dan bahkan berkata, "Aduh,kamu pelan-pelan,aku terluka sekarang"


Ellin Winata berkata dengan kesal, "Nanti kamu tidak boleh sembarangan berbicara"


Tristan Werner berkata dengan sengaja, "Wajahmu merah seperti ini,jika aku tidak mengatakannya,orang juga akan banyak berpikir"


Ellin Winata memberinya tatapan yang marah, "Diam"


Alesya Curley mengambil kotak obat dari dalam mobil,saat ia melihat pemandangan tidak jauh dari sana,iapun tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Si Tristan Werner ini benar-benar memanfaatkan semua kesempatan yang ada...

__ADS_1


Hendrik Reeves bertanya dengan bingung, "Kenapa aku merasa ada yang salah dengan mereka berdua?"


Alesya Curley berkata, "Hmm,sangat ambigu, kamu sering-seringlah bantu mendekatkan mereka,ya..."


"Hah?" Hendrik Reeves merasa semakin kebingungan, "Bukankah selisih usia mereka agak jauh?"


Alesya Curley kembali kekursi dan duduk, "Dizaman sekarang,jenis kelamin sudah tidak menjadi halangan lagi,apa perbedaan usia bisa menjadi masalah?"


Kata-kata ini membuat Daniel Valex dan Hendrik Reeves menatapnya pada saat yang bersamaan...


Alesya Curley mengerutkan keningnya, "Kenapa kalian menatapku seperti ini?"


Hendrik Reeves memandang Keanu Reeves,dan bertanya, "Kakak sepupu,apa kamu tahu pola pikir kakak ipar seliar ini?"


Keanu Reeves bertanya dengan datar, "Liar dimana?"


Hendrik Reeves berkata, "Jenis kelamin..."


Keanu Reeves mencibir, "Apa dia salah?"


"Hah?" Hendrik Reeves merasa ragu-ragu sesaat, "Tidak salah,tapi,,,ini bukan sesuatu yang bisa diterima semua orang,kan?"


Setelah selesai berbicara,dia berbalik menatap Daniel Valex dan bertanya, "CEO Valex,bagaimana menurut kamu?"


Daniel Valex mengangkat alisnya, "Dunia ini sebesar ini,tidak ada yang aneh,setiap orang berbeda dari yang lainnya,kamu tidak bisa meminta semua orang untuk memiliki preferensi yang sama"


Hendrik Reeves berkata, "Jadi,kamu juga setuju?"


Daniel Valex berkata dengan datar, "Menghormati"


Ellin Winata sudah membantu Tristan Werner untuk berjalan kemari dan memapah Tristan Werner untuk duduk.


Alesya Curley buru-buru menyerahkan kotak obat kepada Ellin Winata, "Aku sudah melihatnya,obat didalamnya sudah disiapkan dengan sangat lengkap"


Ellin Winata mengambilnya,tapi dia sebenarnya tidak terlalu pandai mengurus hal yang seperti ini, tapi dia satu-satunya orang ditempat yang bisa melakukan ini saat ini.


Diapun memberanikan diri dan membersihkan luka dikakinya Tristan Werner,menyemprotkan obat,dan membalutnya.


Tristan Werner kelihatan kesakitan hingga mau mati,tapi sebenarnya hatinya malah merasa sangat senang.


Menurut Alesya Curley,ini bukan cedera,tapi hadiah...


Saat pria berakting,mereka benar-benar tidak kalah dari wanita,ckck...

__ADS_1


__ADS_2