
Jika kedua orang ini sampai berkumpul,maka mereka pasti akan membuat masalah besar,tapi ia masih belum bisa mencari cara terbaik untuk menolak ajakannya mereka.
Tristan Werner mengantar keduanya ke bar yang sering mereka kunjungi,setelah ketiganya duduk, Tristan Werner memesan beberapa botol bir.
"Jangan memesan bir,aku akan minum minuman biasa malam ini" ucap Alesya Curley tiba-tiba, yang mampu membuat kedua sahabatnya menatap heran kearahnya.
"Nona kedua Curley,kurasa kamu telah banyak berubah. Dulunya kamu selalu menjadi peminum, kenapa sekarang malah menolak niat baiknya Tristan?" tanya Jane Ravis dengan nada menyindirnya,kali ini gantian dirinya yang tidak senang dengan perubahannya Alesya Curley.
Alesya Curley tersenyum tidak berdaya...Ia masih sama seperti sebelumnya,ia sangat suka minum,tapi...
"Aku ini berada didalam pagar seseorang sekarang,jadi aku tidak boleh melanggar aturan orang lain" jawab Alesya Curley dengan jujur.
"Jadi,Tuan Reeves tidak mengizinkan kamu minum?" tanya Jane Ravis dengan nada penasarannya lagi.
"Tuan Reeves tidak pernah mengatakannya,tapi aku sendiri juga tidak boleh berlebihan,aku harus tahu batasannya" jawab Alesya Curley dengan ekspresi tidak berdaya diwajah tidak bersemangatnya.
Rasanya ia ingin minum dan melanggar janjinya,tapi ia juga tidak mau kalau dirinya sampai dimarahi oleh suaminya seperti sebelumnya nanti.
Jane Ravis dan Tristan Werner saling menatap dengan sedikit wajah tercengang mereka,lalu Jane Ravis membungkuk kearah Alesya Curley yang sedang duduk disampingnya.
"Lantas,apakah Direktur Reeves,,,itu?" tanya Jane Ravis dengan nada pelannya.
"Jangan suka menyelidiki privasi orang lain" jawab Alesya Curley dengan nada malasnya,ia sendiri juga kadang tidak mampu menilainya.
"Kamu bukanlah orang lain...Lagi pula,ini adalah sesuatu yang sudah lama membuatku penasaran.Tristan,apakah kamu tidak merasa penasaran?" ucap Jane Ravis dengan nada seriusnya, tapi lebih banyak rasa penasaran diwajahnya.
"Tentu saja penasaran,rasanya penasaran sampai sudah akan mati" jawab Tristan Werner yang memang sependapat dengan Jane Ravis, walaupun tanpa ditanya sekalipun.
__ADS_1
Siapa yang tidak merasa penasaran,tentang Keanu Reeves sudah merajarela tapi tidak banyak yang berani terlalu mempertanyakannya,tapi rumor-rumor memang sangat mampu membuat rasa ingin tahunya semua orang semakin lama semakin meningkat,termasuk kedua orang ini.
"Bolehkan aku pergi dulu?" tanya Alesya Curley dengan nada kesalnya,setelah selesai menghela napas pelan.
"Tidak boleh,tolong jawab pertanyaan kami lebih dulu" jawab Jane Ravis yang tidak rela kalau Alesya Curley pergi begitu saja,tanpa memberi mereka jawabannya terlebih dahulu,ia juga segera merangkul pinggang rampingnya Alesya Curley.
"Aku juga tidak tahu,aku tidak mungkin bertanya padanya apakah ada masalah,kan?" jawab Alesya Curley dengan menghela napas berat,sambil sedikit merentangkan kedua tangannya.
"Lalu apakah dia melakukan sesuatu padamu?" tanya Jane Ravis,sambil mengedipkan mata pada Alesya Curley.
Alesya Curley mengangkat pelan kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya.
"Itu dia..." Jane Ravis menjentikkan jarinya dan melirik Tristan Werner.
"Jangan berbicara omong kosong lagi" ucap Alesya Curley dengan nada kesalnya kembali, sambil mendorong tubuhnya Jane Ravis untuk menjauh darinya.
"Meskipun wajahnya sangat tampan,tapi aku benar-benar tidak ingin kamu jatuh ketangannya. Lagi pula,menurutku kamu lebih hebat" lanjut Jane Ravis dengan nada tidak relanya.
"Sebenarnya,aku sangat berterima kasih padanya.Jika Keanu Reeves tidak menyetujui lelucon yang aku mainkan didepan para wartawan hari itu,aku pasti sudah akan menjadi bahan cemoohan diseluruh kota ini" ucap Alesya Curley dengan jujur,karena memang seperti itu kenyataannya,Keanu Reeves memang termasuk penyelamatnya pada hari itu.
Tristan Werner menatapnya dan ragu-ragu dalam waktu yang lama,sebelum ia bertanya dengan nada herannya, "Hei,apakah kamu benar-benar tidak ingat dengan pria mana kamu melakukan itu sebelumnya?"
Pertanyaan ini,benar-benar membuat Alesya Curley tidak bisa berkata-kata.
"Menurut kalian,jika hal ini benar terjadi,apakah aku akan melupakannya?" tanya Alesya Curley dengan helaan napasnya.
Tristan Werner menunjuk ke kepalanya, "Bukankah kamu kehilangan ingatanmu untuk jangka waktu tertentu? Selama jangka waktu itu, kamu,,," perkataannya terhenti karena mendapatkan lemparan segenggam popcorn yang dilakukan oleh Jane Ravis.
__ADS_1
"Jika itu benar-benar yang terjadi pada saat itu, Alesya mengalami amnesia,tapi mungkinkah pria itu juga mengalami amnesia? Dengan seorang wanita cantik,pria itu tidak mungkin tidak ingin tidur untuk kedua kalinya setelah tidur sekali, bukan?" sela Jane Ravis dengan nada kesalnya.
Lagi pula,Alesya Curley hanya mengidap amnesia,lantas apakah dia adalah orang yang akan bermain sembarangan dengan pria lain? Jika itu masalahnya,maka Jordan Kennedy pasti sudah berhasil dari awal.
"Aku hanya bertanya-tanya...Bagaimanapun juga, kehilangannya untuk pertama kali ini terlalu ilusi" Tristan Werner lagi-lagi menghela napas pelan,ia merasa agak bingung.
Jane Ravis menuangkan segelas bir dan menyerahkannya kepada Alesya Curley,dan berkata, "Sebenarnya,ada beberapa orang yang tidak memiliki lapisan itu.Jika kamu percaya, maka kamu tidak akan memikirkannya.Jika tidak percaya itu,bahkan jika kamu menemukan alasannya,mereka juga tetap tidak akan percaya. Sudah,topik ini sampai disini saja.Hari ini kalian keluar untuk menemaniku bersenang-senang,jadi jangan lagi membahas hal-hal yang menganggu ini.Ayo,cheers,kita minum" Jane Ravis berbicara panjang lebar dan meminum sedikit bir miliknya.
Baru saja Alesya Curley ingin mengatakan tidak minum,Jane Ravis sudah meremas gelas bir kedalam tangannya.
Berbeda dengan wajah senangnya Jane Ravis,pada saat ini wajah bingungnya Tristan Werner tadi malah tiba-tiba saja berubah dan menegang saat ia melihat jelas sosok di belakangnya 2 wanita ini.
"Ehem ehem ehem..." dehem Tristan Werner beberapaa kali,sambil menundukkan kepalanya tapi kedua matanya tetap melirik kearah sosok tinggi tampan yang dipenuhi kewibawaan itu.
Alesya Curley pun langsung mengikuti arah lirikannya Tristan Werner dan menoleh kebelakang,tubuhnya Alesya Curley langsung membeku saat kedua matanya bersitatap dengan mata dinginnya Keanu Reeves yang berdiri dua meter jauhnya.
Kenapa Keanu Reeves bisa ada disini? Kenapa bisa kebetulan sekali...
Pada saat ini,Jane Ravis juga ikut menolehkan kepalanya kebelakang.Ia langsung berseru, setelah melihat Keanu Reeves, "Ya,Tuhan"
Seolah menyadari bahwa nadanya salah,Jane Ravis buru-buru mengulurkan tangannya dan menutup mulutnya.
Tatapan dinginnya Keanu Reeves yang tertuju kearah wajah nya Alesya Curley tadi,pada saat ini sudah beralih ke segelas bir ditangan Alesya Curley itu.
Menyadarinya dengan cepat,Alesya Curley buru-buru meletakkan gelas birnya,berdiri,dan tersenyum kepada Keanu Reeves, "Tu,Keanu, kenapa kamu ada disini?" panggilannya pun berubah dengan cepat,saat ia langsung teringat akan perdebatannya mereka semalam.
Jane Ravis bergumam pelan dan menelan air liurnya,apakah sahabatnya ini selalu memanggil Direktur Reeves dengan nama singkatnya saja?
__ADS_1
Sedangkan Keanu Reeves,wajah dinginnya masih terlihat buruk sedari tadi,tidak berkurang sedikitpun.