
Ruang tamu menjadi sunyi lagi,dan Ellin Winata terdiam dan tampak frustasi,setelah beberapa menit,dia duduk dikursi dengan wajah frustasinya.
Alesya Curley bertanya dengan cemas, "Nona Winata,apa kamu baik-baik saja?"
Ellin Winata berkata, "Nona Curley,aku baik-baik saja.Terakhir kalinya,aku benar-benar minta maaf karena telah melibatkan kamu dalam urusan aku dengan Tristan.Aku pikir mungkin tidak akan menyusahkan kamu lagi dihari kedepannya,tapi hanya beberapa hari kemudian saja,dan aku benar-benar,,,bagaimanapun,terima kasih telah datang hari ini"
Alesya Curley berkata, "Jangan katakan itu.Aku dan Tristan memiliki hubungan teman hingga bisa sampai saat ini.Aku tidak bisa hanya berdiri dan menonton begitu saja untuk urusannya,dan aku benar-benar tidak menyangka bahwa Bibi Werner bisa datang kesini untuk membuat masalah"
Ellin Winata tersenyum pahit, "Aku tidak menyangka dunia ini ada manusia yang tidak tahu diri seperti ini,dan orang yang berbuat kesalahan,ternyata bisa memiliki wajah yang lebih agresif.Bisakah dengan cara seperti itu mereka bisa menutupi dosanya?"
Saat dia berbicara,dia menghela napas dengan berat untuk melampiaskan ketidakadilan dihatinya.
Setelah mencoba untuk menenangkan suasana hatinya,dia berdiri dan berkata, "Nona Curley,terima kasih banyak untuk hari ini,Tristan tampaknya terluka,Tristan sana,,,"
Alesya Curley mengangguk dan berkata, "Jangan khawatir,aku akan pergi melihatnya"
Sesudah berkata,keduanya berjalan meninggalkan ruang tamu bersama.
Baru saja mereka berjalan memasuki lobi,mereka melihat staf resepsionis berbicara sesuatu dengan hormat kepada Daniel Valex.
Melihat Ellin Winata,resepsionis menunjuk kearahnya...
Daniel Valex melihat kebelakang,dan saat matanya mengarah kearah Alesya Curley,dia mengangguk kearah Alesya Curley.
Alesya Curley juga melambai padanya dengan sopan,yang dianggap sebagai salam.
Ketiganya saling mendekat,dan Ellin Winata membungkuk, "CEO Valex..."
Daniel Valex berkata dengan dingin, "Ellin,bukankah kamu sudah tahu peraturan perusahaan?"
Ellin Winata menunduk dan berkata dengan rasa bersalah, "CEO Valex,aku tahu"
__ADS_1
Daniel Valex berkata dengan dingin, "Karena kamu tahu,mengapa kamu masih membawa urusan pribadimu kesini untuk membuat masalah,bukankah itu memalukan?"
Ellin Winata tidak bisa menjelaskan alasan apapun,tapi hanya bisa menundukkan kepalanya untuk meminta maaf, "Maaf,CEO Valex,ini adalah kelalaian tugasku"
Suaranya Daniel Valex terdengar semakin dingin, "Aku pernah mengatakan bahwa perusahaan tidak memperbolehkan karyawan kelalaian tugas,tapi kamu,,,"
"Tuan Valex,,," Alesya Curley mengangkat tangannya,dan menyelanya dengan agak tanpa percaya diri.
Daniel Valex memandangnya,matanya sedikit melunak, "Ada apa Nona Curley,apakah kamu ingin mengatakan sesuatu?"
Alesya Curley berkata, "Bolehkah aku berbicara dengan kamu sendirian?"
Daniel Valex berkata kepada Ellin Winata, "Malam ini aku akan memberitahu kamu tentang hasil hukuman kamu,jadi sekarang lanjutkan pekerjaan kamu"
"Baik" Ellin Winata menahan semua emosi buruknya dan berjalan kearah pintu sambil berbicara ditelepon.
Daniel Valex berbalik menghadap Alesya Curley, ekspresinya telah kembali kekedamaian seperti biasanya.
Lalu diapun bertanya, "Apa yang ingin Nona Curley bicarakan denganku?"
Daniel Valex menyela Alesya Curley, "Nona Curley ingin memohon atas kesalahan Ellin?"
Alesya Curley memiliki hati nurani yang bersalah, "Ya,aku tahu bahwa Grup Valex memiliki peraturannya sendiri,tapi,,,"
Saat ia berbicara,ia tidak tahu bagaimana harus melanjutkannya.,sepertinya agak memalukan...
Daniel Valex tersenyum pada Alesya Curley dan berkata dengan tenang, "Nona Curley,meskipun aku tidak tahu keluhan antara Ellin dan Keluarga Werner,tapi aku bukannya orang yang tidak rasional.Tadi sudah menanyakan keresepsionis, dan resepsionis juga mengatakan bahwa Nyonya Werner yang bermain-main dilobi.Setelah Ellin turun,dia tidak hanya dicabuti rambutnya,tapi dia juga masih toleran dan membujuknya untuk masuk keruang tamu"
Mendengar apa yang Daniel Valex katakan,Alesya Curley merasa lega, "CEO Valex,kamu benar-benar menakuti orang saja.Aku pikir,.kamu barusan begitu serius dan akan menghukum Ellin"
Daniel Valex berkata dengan wajah yang tersenyum ringan, "Hukuman pasti diperlukan,bagaimanapun,peraturan perusahaan sudah tertulis.Jika aku tidak melakukan apa-apa, kedepannya semua orang bisa mengikutinya bukan? Tapi aku tidak akan mempersulitnya, paling-paling,,,biarkan dia menulis ulasan ini saja"
__ADS_1
Lagi-lagi Alesya Curley menghela napas lega dan berkata dengan penuh syukur, CEO Valex,terima kasih banyak"
Daniel Valex tersenyum padanya, "Kita semua adalah teman,kamu tidak harus begitu sopan dengan aku,sebentar lagi hari sudah mau malam, kamu harus segera pulang,jangan membuat Keanu khawatir"
Alesya Curley berkata, "Oke,kalau begitu CEO Valex,kamu lanjutkan pekerjaanmu saja,aku akan pulang"
Daniel Valex memgangguk,berbalik,dan berjalan menuju lift...
Alesya Curley datang kepintu perusahaan,dan Ellin Winata berdiri disana sambil ditiup semilar angin,satu-satunya yang disayangkan adalah angin musim tidak bisa meniup hingga dirinya sadar.
Alesya Curley berkata, "CEO Valex adalah orang yang sangat baik,dia tahu membedakan benar dan yang salah,dia tidak akan mempersulitkan kamu"
Ellin Winata memandangnya dengan rasa bersalah, "Sepertinya aku berhutang budi padamu lagi"
Alesya Curley melambaikan tangannya, "Aku tidak melakukan apa-apa,jadi kamu tidak perlu memikirkannya.Aku akan melihat Tristan sekarang,bagaimana dengan kamu?"
Ellin Winata berkata, "Aku disini untuk menunggu Hendrik Reeves,dia pergi keacara dan akan segera pulang"
"Baiklah," Alesya Curley mengucapkan selamat tinggal pada Ellin Winata dan ia berjalan pergi dari sana.
Begitu ia sampai dimobilnya,ia melihat mobilnya Tristan Werner diparkir dengan jarak belasan meter jauhnya, dan lokasi itu kebetulan bisa melihat pintu Perusahaan Valex.
Alesya Curley kembali menatap Ellin Winata yang sedang duduk ditangga tidak jauh,lalu ia menghela napas,membiarkan Calvin Merez masuk kedalam mobil terlebih dahulu,dan ia berjalan menuju mobilnya Tristan Werner.
Ia membuka pintu penumpang,duduk disana, menatapnya dan berkata, "Dimana Bibi?"
Tristan Werner berkata dengan lemah, "Aku meminta seseoramg untuk mengantarnya pulang"
Alesya Curley bertanya lagi, "Lalu kenapa kamu tidak pulang?"
Pandangan Tristan Werner selalu tertuju pada Ellin Winata yang berada dipintu perusahaan,dan dia bertanya tanpa mengalihkan pandangannya, "Apakah dia terluka? Dia pasti sangat marah, apakah dia mengatakan bahwa dia tidak ingin melihatku lagi?"
__ADS_1
Alesya Curley mengernyitkan alisnya dan berkata, "Tidak,dia tidak terluka.Meskipun dia sangat marah,dia tidak begitu bodoh untuk menyalahkan kamu atas kesalahan ibumu"
Tristan Werner membuang wajahnya dan menatap Alesya Curley, "Ibuku melakukan hal yang berlebihan,bukankah dia pasti membenciku?"