
Melihat ada orang didalamnya,Alesya Curley berjalan memutar ke kursi pengemudi dan mengetuk kaca jendela mobil.
Orang yang memakai topi hitam dan masker itu menoleh padanya.
"Bisa tolong,,,ah..."
Sebelum Alesya Curley selesai berbicara,tiba-tiba pintu di belakang terbuka,lalu ada sepasang tengan besar yang menarik pergelangan tangannya.
Dalam keadaan tidak siaga,Alesya Curley yang mungil langsung berhasil ditarik ke dalam mobil.
Menyadari akan adanya bahaya,Alesya Curley bergegas meronta sambil berteriak.Namun sudah terlambat,pintu mobil sudah ditutup.
Ada seseorang yang memukul keras di bagian belakang leher Alesya Curley,lalu ia pun pingsan...
Ketika bangun dari pingsan,Alesya Curley menyadari ia tidak dapat melihat apa-apa,dalam hatinya merasa sedikit takut.
Suara langkah kaki yang pelan didepan, mengingatkan Alesya Curley bahwa ada orang di dalam ruangan ini.
Alesya Curley pun menyusut ke belakang,lalu terdengar suara seorang wanita yang bengis, "Sudah bangun?"
Suara ini...
"Mella Jadsa?" Alesya Curley langsung menebak, saat ia mendengar suara bengis tersebut.
"Heh,dikatakan orang buta memiliki pendengaran yang tajam,benar saja" jawab Mella Jadsa dengan nada sinisnya.
Hati Alesya Curley merasa panik,dan berusaha untuk berkata seberani mungkin, "Kamu bahkan berani melakukan penculikan,apakah kamu sudah gila?"
"Benar" Mella Jadsa berteriak marah, "Aku memang sudah gila,aku gila karena kamu"
Kerah baju Alesya Curley ditarik oleh seseorang, lalu terdengar suara marahnya Mella Jadsa di telinga.
"Karena kamu,semuanya karena kamu,anakku sudah tidak ada,masa depanku juga sudah tidak ada,semuanya sudah hancur" Mella Jadsa berteriak marah dengan berapi-api.
"Anakmu dibunuh oleh Jordan Kennedy,apa hubungannya dengan aku?" Alesya Curley berkata dengan dingin, "Pada hari itu ketika aku pergi melihat kamu,aku sudah memperingatkan kamu,kamu sendiri yang tidak mau mendengar perkataan orang lain dan tidak tahu untuk menjaga sikap,serta ingin menggunakan anakmu untuk mengancam keluarga Kennedy, memangnya salah siapa?"
__ADS_1
Teringat pada hari itu dimana Alesya Curley bertaruh dengannya bahwa dia pasti tidak akan bisa memasuki pintu rumah keluarga Kennedy, Mella Jadsa semakin tersulut amarah dan langsung menampar Alesya Curley.
Lalu dia mencengkeram kerah bajunya dan menggoyang dengan kuat,dan kembali berteriak marah, "Diam,diam,diam,dasar wanita ******,atas dasar apa kamu merasa kamu bisa menguasai semuanya di dalam tanganmu? Aku beritahu kamu,aku pasti tidak akan membiarkan kamu berhasil.Aku Mella Jadsa,justru akan menjadi titik perubahan terbesar dalam hidupmu,aku akan menghancurkan kamu,aku akan membuatmu merasakan penderitaanku pada saat ini"
Mendengar suara Mella Jadsa yang histeris, Alesya Curley mengernyit penasaran dan juga merasa takut, "Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Apa yang ingin aku lakukan?" Mella Jadsa berbisik licik di telinga Alesya Curley, "Aku ingin membuatmu bersenang-senang,aku justru ingin melihat,apakah keluarga Reeves masih akan menerima kamu setelah kamu tidur dengan begitu banyak pria?"
Alesya Curley merasa semakin panik dan takut, "Beraninya kamu,,,Hhmmm..."
Tidak menunggu Alesya Curley selesai berbicara, dagunya ditahan oleh seseorang,lalu ada cairan yang terus mengalir ke dalam mulutnya.
Alesya Curley ingin memuntahkan cairan itu, namun karena dagunya tertahan dengan erat,ia tidak dapat melakukannya.
Pada akhirnya,semua cairan itu tertelan tidak terkendali...
Dagu Alesya Curley dilepaskan,Mella Jadsa berdiri dan melemparkan gelas ditangannya yang sudah kosong ke lantai,lalu ia menatap Alesya Curley dari tinggi di atas.
Alesya Curley merebah di lantai dan berusaha untuk memuntahkannya,namun sudah tidak ada gunanya lagi.
Mella Jadsa berkata dengan dingin, "Kalian tenang saja,dia adalah orang buta, tidak bisa melihat wajah kalian dengan jelas,kalian hanya perlu beraksi dengan baik,hanya perlu melayani dia dengan baik"
Mella Jadsa menendang lengan Alesya Curley dan berkata dengan nada senangnya, "Heh,adik baikku,nikmatilah dengan baik disini"
Setelah selesai bicara,Mella Jadsa tertawa melengking,lalu dia berjalan pergi dari sana.
Begitu pintu tertutup,segera ada orang yang maju dan menahan tubuh Alesya Curley...
Tangan dan kaki Alesya Curley sedang terikat, maka ia hanya bisa menggerakkan bahu dengan panik, "Lepaskan aku,minggir,suamiku adalah Keanu Reeves,jika kalian berani menyentuh aku sedikitpun,dia pasti tidak akan memaafkan kalian" Alesya Curley berkata dengan nada paniknya.
Terdengar tawaan menyindir didepannya...
"Kami takut sekali,benar tidak saudara-saudara?"
mereka saling berkata dan tertawa senang.
__ADS_1
Orang yang berbicara sedang menahan kepala Alesya Curley,tidak membiarkannya bergerak sedikitpun.
Ketika orang itu hendak mencium Alesya Curley, tiba-tiba pintu ditendang dari luar,terlihat sosok tinggi Keanu Reeves disana.
Keanu Reeves berdiri didepan pintu,ia langsung menemukan Alesya Curley yang sedang ditahan dipojokan.
Seketika itu juga,api dalam mata Keanu Reeves langsung berkobar tinggi,lalu ia maju menendang dan memukul orang-orang itu hingga babak belur.
Setelah selesai mengeluarkan amarah didalam tubuhnya,Keanu Reeves membungkuk dan memegangi lengan Alesya Curley.
Badan Alesya Curley bergidik ketakutan,ia berteriak sambil meronta, "Minggir,jangan sentuh aku"
Keanu Reeves memeluk Alesya Curley dengan dua tangan,ia berkata sambil menepuk pelan di punggung Alesya Curley, "Jangan takut,ini aku"
Mendengar suara yang familiar itu,badan Alesya Curley langsung melemas seolah-olah seluruh pertahanannya sudah runtuh.
Keanu Reeves menggendong Alesya Curley,lalu ia berkata dengan dingin pada anak buahnya, "Pukul mereka semua,jangan menyimpan tenaga"
"Baik,Tuan Muda" jawab mereka semua secara serentak sambil melirik para pelaku yang sudah babak belur itu.
Sudah babak belur seperti itu,tapi Tuan Muda menyuruh mereka kembali memukul,sepertinya hanya mereka yang tahu akan maksud sebenarnya dari Tuan Muda mereka ini.
Memangnya siapa yang akan selamat dari auman kejam Tuan Muda mereka,terlebih lagi yang diganggu adalah Nyonya muda mereka.
Bukan hanya tidak akan selamat,tapi hidup mereka sudah dipastikan akan lebih buruk dari mati setelah ini.
Sedangkan Keanu Reeves,ia sudah melangkah pergi dengan Alesya Curley yang berada didalam gendongannya.
Alesya Curley tidak tahu dimana ia berada,ia hanya tahu ia digendong ke dalam mobil.Keanu Reeves segera melepaskan ikatan yang ada ditangan dan kakinya Alesya Curley,lalu mobil pun melesat pergi dengan sangat cepat.
Alesya Curley merebah didalam pelukan Keanu Reeves,sebentar-bentar terasa panas,terasa gerah,terasa ringan seperti mengambang di atas awan,juga seperti sedang menginjak di atas bilah tajam.
Menghirup aroma khas dari badan Keanu Reeves, Alesya Curley menelan air liur dan tidak hentinya bergesek di dalam pelukan Keanu Reeves.
Melihat Alesya Curley yang memejamkan mata dengan ekspresi sengsara dan wajahnya yang merah seperti demam tinggi,Keanu Reeves langsung tahu bahwa Alesya Curley sudah terkena obat.
__ADS_1
Keanu Reeves berusaha mengontrol diri sendiri,ia memegangi tangan Alesya Curley yang tidak bisa diam,lalu berkata tegas pada supir, "Lebih cepat lagi,pergi ke hotel terdekat"
"Baik,CEO Reeves" jawab sang supir,ia pun terus berusaha melaju secepat mungkin.