
Tadi,wanita ini,mau digertak bagaimanapun juga,tidak bisa menangis.Tapi,pada akhirnya, sekarang dia menangis juga.
Baginya,ini benar-benar sangat menyenangkan...
Toni Kear berkata lagi, "Apakah Nona Kedua merasa sangat sedih? Ada satu hal lagi yang dapat membuat dirimu merasa jauh lebih terluka, hanya saja,sayang sekali,aku masih harus menjaga rahasia ini untuk beberapa waktu.Tapi kamu tenang saja,dihari saat aku akan membunuh kamu,aku pasti akan memberitahu kamu segala kebenaran,dan aku akan membuat kamu meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan"
"Kamu benar-benar keji" Alesya Curley semakin mengeratkan giginya karena merasa emosi,dan ia lanjut berkata dengan marah, "Kamu bisa saja membenciku,tapi apa salah kakakku? Dari kecil dia selalu lemah lembut,dia bahkan melahirkan Adnan untuk kakakku.Bisa dibilang,dia adalah menantu kamu,mengapa hatimu begitu kejam?"
Toni Kear berkata, "Justru karena dia adalah ibu kandungnya Adnan Curley,maka dia harus mati. Kalau tidak,siapa yang bisa menerka,bila Beni Curley,si bajingan tua itu tahu bila dia memiliki seorang cucu,apakah dia akan mencari masalah dengan anakku? Kalau tidak berhati-hati,akan ada bencana yang besar"
Alesya Curley berkata dengan geram, "Suatu hari nanti,Tuhan pasti akan membinasakan monster seperti dirimu ini"
Sekali lagi,Toni Kear menampar wajahnya Alesya Curley,dan berkata, "Tenang saja,sebelum hari itu tiba,aku pasti akan mengantar kamu terlebih dahulu"
Setelah berkata demikian,dia meminta kepada orang yang ada disebelahnya, "Ambilkan seember air"
Tidak lama kemudian,ada yang datang membawakan ember berisi air sesuai permintaannya.
Toni Kear segera menyambar bagian belakang kerah bajunya Alesya Curley dan mengangkatnya, karena perutnya Alesya Curley sangat besar,jadi dia menjadi kesulitan berdiri.
Wajah Toni Kear terlihat tidak sabar, "Nona kedua, karena hari ini aku sudah mengundang kamu ketempat ini,aku tidak bisa membiarkan kamu hidup dengan tenang.Jadi,aku akan memberikan sebuah hadiah kepada kamu"
Dia mencengkeram kerah lehernya Alesya Curley dan menariknya mendekati ember berisi air itu.
Alesya Curley tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada dihadapannya,jadi hatinya merasa ngeri, lalu tiba-tiba saja,ada yang menekan kepalanya kebawah.
Berikutnya,seluruh wajahnya terbenam masuk kedalam air.
Karena ia tidak menduga akan terjadi hal seperti itu,jadi iapun tidak bersiap-siap untuk menahan napas.
Baru saja ia ditekan kedalam air,ia terlihat panik dan mulai meronta-ronta.
Melihat dirinya yang seperti itu,Toni Kear tertawa lantang dengan sangat puas.Setelah tersedak air dua kali,kepalanya baru diangkat dari dalam ember.
Alesya Curley merasa rongga hidungnya pedih menyengat,lalu ia berusaha menarik dan menghembuskan napas dengan kuat.
__ADS_1
Tapi,baru saja ia mau melakukannya,Toni Kear kembali menekan kepalanya masuk kedalam air.
Kedua tangannya yang terkait dibelakang tubuhnya menghentak-hentak hendak melawan, tapi tidak ada gunanya.
Saat ia nyaris tersedak,Toni Kear kembali menariknya keluar dari dalam air, "Nona Kedua, bukankah kamu paling takut dengan air? Apa yang kamu rasakan saat tenggelam?"
Alesya Curley berusaha menarik napas dengan sekuat tenaga,ia sama sekali tidak sempat menjawab pertanyaan itu.
Saat itu juga,Toni Kear kembali membenamkan kepalanya kedalam air.
Sekali ini,satu menit penuh.Toni Kear sama sekali tidak ada rencana untuk mengangkatnya keluar.
Alesya Curley ingin mencoba bertahan agar ia tidak tersedak,tapi sepertinya sudah tidak memungkinkan.
Pelan-pelan,kepalanya terasa seperti kekurangan oksigen...
Tepat pada saat ia merasa akan kehilangan kesadaran,muncul berbagai ingatan-ingatan didalam kepalanya.
Dulu,ia pernah ditipu oleh Toni Kear untuk pergi ketepi laut,dan setelah itu,ada yang menculiknya,dan ia pingsan diatas kapal.
Toni Kear mengangkat alisnya,kalau sampai dia tidak sengaja membunuhnya,seharusnya bos juga akan merasa apa boleh buat.
Huh,dia sama sekali tidak mau berusaha untuk melakukan pertolongan pertama padanya,jadi diapun mengambil ponselnya dan menghubungi nomor yang sama.
Lalu dia berkata dengan nada bersalah, "Bos,maaf,tadi aku tidak sengaja membuat dia,,,"
"Apa?" ada suara teriakan memekakkan telinga dari dalam ponselnya,yang langsung menyelanya.
Lalu orang itu berkata dengan dingin, "Toni Kear,aku tahu apa yang ingin kamu lakukan sekarang,tapi sebaiknya kamu bisa menahan diri. Bila dia mati,kamu,anakmu,bahkan cucumu pasti akan membayarnya dengan nyawa kalian.Kamu tahu jelas,seperti apa aku,jadi sebaiknya kamu tidak menantang batas kesabaranku"
Toni Kear berkata, "Bos,aku benar-benar tidak sengaja.Barusan ini,aku hanya ingin menyeburkan kepalanya kedalam air untuk menakut-nakuti dia.Tapi tidak aku sangka,dia langsung kehilangan kesadaran"
Orang itu berkata dengan semakin dingin, "Segera bangunkan dia,lalu berpindahlah ke pos rahasia di Kota B.Bila ada kesalahan yang lain,tanggung sendiri akibatnya"
Toni Kear memutuskan telepon itu,giginya menggeretak sambil memandang Alesya Curley yang masih tersungkur diatas lantai.
__ADS_1
Sepertinya,Tuhan masih sedang membantu kamu...
Baiklah,dia ingin melihat seberapa lama wanita ini akan bisa bertahan...
***
Hari ini Alfie Curley sudah berusaha terlalu keras, belakangan ini,betapa besarpun usahanya,dia hanya bisa melompati satu kata.
Keanu Reeves tidak punya waktu untuk mendengar Alfie Curley,sekata demi sekata, menceritakan padanya bagaimana Alesya Curley menghilang.
Lalu diapun menyerahkan Alfie Curley kepada Tristan Werner,dan lalu dia memutuskan untuk melanjutkan pencarian Alesya Curley seorang diri.
Dia merasa bila dia hanya berdiri diam begitu saja,dia akan kehilangan kesempatan untuk menolong wanitanya.
Tapi Tristan Werner sangat sabar,dia mengeluarkan ponsel dan mencatat semua yang dikatakan Alfie Curley dan membiarkan Alfie Curley memastikannya.
Meskipun waktu yang dihabiskan cukup panjang, tapi pelan-pelan tangan Tristan Werner pun mulai bergetar.
Setelah satu jam berkomunikasi dengannya, Tristan Werner menelepon Keanu Reeves dengan tangan bergetar.
Dengan cepat,telepon itu terhubung,dan nada bicaranya Keanu Reeves tetap terdengar gusar.
Tristan Werner berkata, "Tuan Reeves..."
Karena terlalu banyak mendengar Alfie Curley bicara,rasanya dirinya juga ikut gagap.
Keanu Reeves mengernyitkan alisnya, "Apa yang ingin kamu katakan?"
Tristan Werner berkata, "Alee,dia,,,,"
Keanu Reeves menyelanya dan menggenggam ponsel itu dengan sangat erat, "Bagaimana? Apa sudah ada kabar?"
Tristan Werner segera berkata, "Bukan"
Mata Keanu Reeves membelalak karena marah, "Kalau begitu,ada apa? Cepat katakan?"
__ADS_1
Tristan Werner memukul-mukuli dadanya sendiri, lalu menolehkan kepalanya,memandang Alfie Curley yang juga terlihat sangat serius, "Kak Alfie berkata, Alee adalah orang yang dulu diculik bersama kamu"