ISTRI YANG MALANG

ISTRI YANG MALANG
Bab 13


__ADS_3

Kina melirik jarum jam dinding besar yang menempel dinding. Waktu sudah menunjukan hampir pukul lima sore. Ia harus siap-siap untuk masak. Sebab sebentar lagi suaminya akan pulang.


Kina mulai mengiris bawang merah, bawang putih, cabai, serta bumbu yang lain. Saat ia mulai berkutat dengan dengan papan penggorengan, tiba-tiba ia mendapatkan tangan seseorang melingkar di pinggangnya dari belakang.


"Aaaa ..." Kina berteriak kaget, begitu ia menoleh ternyata yang memeluknya itu Agam.


Pria itu mengulas senyum tanpa melepaskan pelukannya. Ia menopang dagunya di bahu Kina.


"Kenapa?" tanya pria itu lembut.


Kina menggeleng. "Enggak, aku pikir siapa," jawab Kina dengan napas masih terdengar memburu.


"Gak suka ya aku peluk tiba-tiba kayak gini?"


"Bukan gitu, mas. Aku gak tahu kamu udah pulang. Aku kaget karena aku pikir siapa yang peluk aku."


"Maaf ya udah bikin kamu kaget," ucap Agam di angguki oleh Kina. "Ya udah, sekarang kamu lanjut masak. Aku mandi dulu, ya."


Kina mengangguk kaku. "I-iya, mas."


Agam beranjak pergi usai meninggalkan sebuah kecupan di pipi Kina.


Wanita itu mematung di tempat. Ia memegang pipi bekas ciuman suaminya. Ia merasa ada yang aneh dengan sikap Agam. Tiba-tiba saja sikap pria itu berubah menjadi sangat lembut. Berbeda sekali dengan yang tadi pagi.

__ADS_1


Tapi Kina tidak ingin terlalu memikirkan perubahan suaminya barusan, justru ia senang sekali jika hati suaminya sudah benar-benar luluh. Ia berharap suaminya akan terus bersikap manis seperti barusan.


Kina memutuskan untuk melanjutkan masaknya. Kali ini jauh lebih semangat dari sebelumnya.


***


Usai makan malam, Agam mengajak Kina untuk mengobrol di ruang televisi. Di temani oleh secangkir kopi dan teh, juga cemilan ringan. Agam meminta istrinya untuk duduk di pangkuannya.


"Kamu kok bisa tiba-tiba manis sama aku, mas?"


Pertanyaan Kina mengalihkan perhatian Agam dari acara televisi yang saat ini mereka tonton.


"Kenapa emangnya? Kamu gak suka?" Agam balik bertanya.


"Suka, mas. Aku justru senang, bahkan bahagia. Tapi aku merasa ada yang aneh aja. Padahal tadi pagi kamu masih kasar sama aku. Ada apa?"


"Padahal aku lagi berusaha buat perbaiki semuanya. Tapi sikap kamu seolah mencurigai aku," jawab Agam ketus lagi.


Kemudian pria itu bangkit berdiri lalu memutuskan untuk pergi dari sana. Meninggalkan Kina di ruang televisi seorang diri.


Kina diam, padahal tidak ada yang salah dari pertanyaannya. Ia hanya merasa ada yang aneh atas perubahan suaminya yang tiba-tiba.


Kina akhirnya memutuskan untuk menyusul suaminya. Namun ia tidak menemukan Agam di sana. Ia coba untuk mencarinya ke setiap sudut ruangan. Dan ia menemukan sosok yang ia cari tengah berdiri di balkon.

__ADS_1


"Aku minta maaf ya, mas. Aku gak ada maksud seperti apa yang kamu pikirkan." Kina berdiri di samping pria itu.


Agam sama sekali tidak merespon, dia memandang lurus ke depan.


Kini meraih buah tangan Agam di atas pagar balkon, ia genggam tangan itu erat.


"Jangan berubah lagi ya, mas. Tetap bersikap manis seperti tadi. Aku benar-benar sedih kalau kamu bersikap ketus lagi sama aku. Aku janji, aku bakal ngelakuin apapun asalkan kamu mau maafin aku dan bersikap manis lagi." Kina berusaha meyakinkan suaminya.


Agam menoleh ke arah Kina, ia menatap wanita itu datar. "Kamu yakin mau ngelakuin apa aja demi aku?"


Kina mengangguk setuju. "Iya, mas. Aku bakal lakuin apa aja yang kamu mau. Tapi kamu juga harus janji sama aku, kamu gak boleh bersikap kasar."


Agam menghembuskan napas. "Ok," jawab pria itu setuju.


Agam diam sejenak, ia tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Apa yang harus aku lakuin, mas?" tanya Kina menunggu suaminya yang sedari tadi diam.


"Kamu harus jadi seorang ibu. Bisa?"


Seketika sudut bibir Kina terangkat membentuk sebuah senyum yang mengembang dengan sempurna. Lalu ia mengangguk dengan begitu semangat.


"Iya, mas. Bisa. Sangat bisa."

__ADS_1


Mereka saling memandang untuk beberapa detik, sebelum kemudian Agam membopong tubuh Kina dan membawanya ke kamar.


_Bersambung_


__ADS_2