ISTRI YANG MALANG

ISTRI YANG MALANG
Bab 25


__ADS_3

Hari-hari berikutnya, Kina merasakan kembali sebuah kebahagiaan. Ia tak henti-hentinya mengucap kata syukur atas nikmat Tuhan yang tak terduga.


Keinginan nya tidak banyak, memiliki suami yang baik, perhatian, dan penyayang sudah merupakan anugerah terindah yang patut di syukuri oleh setiap insan. Terlebih jika orang tersebut adalah orang yang kita cintai.


"Mas .. Ini kopi nya." Kina meletakan secangkir kopi di atas meja ruang tamu di hadapan suaminya.


"Hm," jawab Agam tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


Kina duduk di samping Agam. Pria itu langsung mematikan ponselnya dan memasukan ke dalam saku kemeja nya.


"Kamu lagi chating sama siapa, mas?" tanya Kina memastikan, sebab ia sedikit khawatir jika sudah melihat suaminya berpaling pada layar ponsel.


Agam menggeleng. "Aku enggak chating sama siapapun, sayang."


"Terus barusan apa?"


"Aku lagi cari barang-barang bayi untuk persiapan buah hati kita nanti," jawab Agam seketika membuat hati Kina meleyot.


"Kamu memang ayah idaman, mas," puji Kina.


"Kamu bisa aja, sayang." Agam mencubit ujung barang hidung Kina dengan gemas.


"Di minum dulu kopi nya, mas. Nanti keburu dingin," ujar Kina kemudian.

__ADS_1


"Iya."


Agam meraih cangkir kopi tersebut, menyuruputnya beberapa kali.


"Sayang, aku ke toko dulu, ya. Aku janji bakal pulang lebih awal," pamit Agam usai menyeruput kopi tersebut.


"Kopi nya gak di habiskan dulu, mas?"


"Ini udah terlalu siang, sayang. Aku harus segera ke toko. Aku pergi, ya."


"Iya, mas." Kina mencium punggung tangan suaminya, di iringi dengan usapan lembut Agam di puncak kepala Kina.


"Hati-hati ya, mas."


"Iya."


Kina mengantar suaminya sampai depan rumah. Ia melambaikan tangan seiring mobil suaminya pergi meninggalkan pelataran.


Setelah mobil itu benar-benar hilang dari pandangan matanya, Kina kembali masuk ke dalam rumah. Ia mengambil camgkir kopi bekas suaminya lalu membawanya ke dapur. Sekalian di cuci agar perabotan dapur tidak sampai menumpuk.


Kina memutuskan untuk kembali ke kamar. Ia mengambil benda pipih yang tergeletak di atas nakas. Dan mendapati pesan masuk yang dua menit lalu di kirim seseorang.


Mama:

__ADS_1


Kina, mama sama papa ke rumah kamu, ya. Ini mama sama papa lagi on the way. Kamu mau mama bawakan apa? Sekalian mampir di jalan.


Kina mengetikan balasan.


Kina:


Iya, ma. Mama gak usah repot-repot bawain apapun. Aku tunggu, ya. Bilangin ke papa nyetir mobilnya hati-hati.


Mama:


Pesan suara (Iya, sayang. Tunggu papa sama mama, ya. Papa sayang kamu, putriku. Mama juga, sayang.)


Seyum Kina mengembang dengan sempurna. Ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan mama dan papanya. Sudah lama juga ia tidak bertemu mereka. Ingin melepas rindu dengan pelukan mereka yang menghangatkan, penuh cinta kasih dan rasa sayang.


Kina:


Pesan suara (Aku juga sayang sama mama dan papa. Cepat sampai, ma, pa. Jangan ngebut-ngebut. Biar pelan asal selamat. Aku tunggu, ya.)


Setelah membalas chat mamanya menggunakan pesan suara, HP Kina lowbat. Ia lupa tidak men charger nya semalam.


"Yah .. Baterai nya habis," keluhnya.


Dia pun memasukan kabel charger pada ponselnya. Setelah itu, ia memilih untuk menunggu kedua orang tuanya di sofa ruang tamu. Sambil membaca majalah yang belum sempat ia baca.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2