ISTRI YANG MALANG

ISTRI YANG MALANG
Bab 23


__ADS_3

Kina tiba-tiba begitu merindukan sosok mama dan papa nya. Air matanya mengalir ke bantal, ia tak kuasa menahan tangisnya. Air matanya tumpah ruah di sana.


"Ma .. Pa .. Andai aku punya keberanian untuk ceritakan semua ini sama mama sama papa. Tapi aku takut mama sama papa kecewa. Putri semata wayang kalian di permainkan oleh laki-laki yang tidak mencintainya. Hiks .. Hiks .."


"Ma .. Pa .. Aku rindu mama sama papa. Besok aku mau tinggal di sana aja. Aku lelah ma, pa, tinggal dengan seseorang yang membuat aku merasa sendiri. Hiks .. Hiks .."


Kina tumpahkan semua air matanya di bantal, namun suara derap langkah masuk ke kamar membuatnya buru-buru menyeka air mata tersebut.


"Maaf .." Sebuah tangan terulur tepat di depan wajah Kina, ia mendongakan wajah dan mendapati suaminya berdiri di hadapannya.


"Maafin aku, ya. Aku benar-benar merasa bersalah sekali sama kamu. Kamu mau maafin aku kan?" ucap Agam.


Kina bangun dan duduk di tepi rangang. Ia menatap wajah suaminya yang melemparkan tatapan sendu padanya. Kedua mata pria itu tampak sayu.


Uluran tangan sebagai tanda permintaan maaf itu kini berubah menjadi sebuah pelukan.

__ADS_1


"Sayang .. Maafin aku, ya. Aku tahu aku salah. Aku benar-benar minta maaf sama kamu. Please .. Maafin aku .." ucap Agam dalam pelukan Kina.


Kina diam, wanita itu sama sekali tidak bicara sepatah kata pun. Ia juga tidak membalas pelukan semuanya.


Agam melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Kina.


"Aku janji gak bakal nyakitin kamu lagi, aku janji akan berusaha bahagian kamu. Aku akan melakukan apapun supaya kamu maafin aku. Sekarang katakan, sayang. Aku harus melakukan apa supaya kamu maafin aku. Aku bakal lakuin semampu aku," ucap Agam penuh permohonan.


Agam menggenggam tangan Kina erat, ia berharap jika Kina bisa memaafkannya.


"Ok, sayang. Aku akan lakuin apapun yang kamu mau. Aku gak akan menyakiti kamu lagi, aku akan berusaha bahagian kamu. Jika itu yang kamu mau, aku siap untuk buktikan. Tapi kamu maafin aku kan?"


Meski rasanya masih berat, tapi Kina berpikir untuk memberikan satu kesempatan terakhir untuk suaminya.


Kina mengangguk, dan Agam memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Makasih ya, sayang. Makasih udah mau maafin aku. Makasih .." ucap Agam.


"Sama-sama, mas. Tolong jangan ulangi sikap buruk kamu lagi. Aku tidak akan memaafkan kamu setelah ini."


Agam melepaskan pelukan, ia memegang kedua sisi baju Kina erat.


"Iya, sayang. Aku akan berusaha buat tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Makasih ya udah kasih aku kesempatan."


"Iya, mas," jawab Kina.


Agam memberi sebuah kecupan dalam di kening Kina. Kemudian ia beralih pada perut Kina yang menonjol besar. Ia menekuk lutut dan mencium perut tersebut.


Kina mengulas senyum. Ia senang jika suaminya benar-benar berubah. Tapi jika sampai Agam melakukan semua ini ada udang di balik batu, serta memanfaatkan kebaikannya dengan kepalsuan, maka tiada maaf lagi bagi pria itu. Ini adalah kesempatan terakhir. Dan jika Agam tidak memanfaatkannya dengan baik, maka bersiaplah. Dia akan kehilangan dirinya. Maka tidak akan ada lagi kesempatan berikutnya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2