ISTRI YANG MALANG

ISTRI YANG MALANG
Bab 9


__ADS_3

"Kina jadi mampir ke sini kan, pa?" tanya bu Hana saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun putri dan menantunya belum juga datang.


"Gak tahu juga, ma. Soalnya tadi papa coba telepon gak di angkat, terus barusan udah di chat juga tapi belum di balas," jawab Braspati.


"Coba telepon lagi, pa," pinta wanita itu.


"Iya, ma."


Braspati meraih benda pipih yang tergeletak di atas meja di hadapannya. Kemudian mendial nomer Agam.


"Gimana, pa? Di angkat gak?"


Braspati menggeleng. "Enggak, ma. Mungkin mereka sedang di jalan. Kita tunggu sebentar lagi, ya."


Bu Hana mengangguk. "Iya, pa."


Sementara di rumah Kina.


"Mas, tadi kamu minta aku siap-siap. Memangnya kita mau kemana?"


Agam yang baru saja mandi dan mengeringkan rambut menggunakan handuk kecil putih itu menoleh.


"Ngapain nanya lagi? Kan gak jadi," jawab pria itu ketus.


"Tapi kan aku mau tahu, mas."


"Bisa diem, gak? Bawel banget sih jadi cewek!"


Kina menundukan wajah. Baru saja ia mendapat setitik kebahagiaan. Dengan pria itu melakukan hubungan intim dengannya, ia pikir suaminya sudah berubah lagi. Tapi ternyata pria itu tetap ketus padanya.


Agam mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas. Terdapat beberapa panggilan tak terjawab dan chat masuk berasal dari mertuanya. Ia menghembuskan napas kasar, ia merasa terganggu dengan itu.


Braspati:

__ADS_1


Gam, kalian sudah sampai mana? Jadi mampir kan?


Agam mengerikan balasan.


Agam:


Maaf ya, pa. Kayaknya gak jadi, deh. Soalnya Kina minta pulang habis jalan-jalan tadi. Dia mau istirahat aja. Maaf ya, pa.


Usai mengetikan balasan, Agam hendak menaruh ponselnya ke tempat semula. Namun panggilan video call membuatnya mengurungkan niat.


"Ck, pake vc segala, lagi," desisnya.


Agam menoleh ke arah Kina, wanita itu masih ada di sana. Duduk di sofa yang terdapat di kamar mereka.


"Sini," pinta pria itu.


"Iya, mas." Kina berjalan menghampiri suaminya. "Kenapa?"


"Papa telepon? Kenapa gak di jawab?"


"Sshhttt ... Nanti kalau papa kamu tanya jadi gak ke rumah, bilang aja kamu cape habis jalan sama aku tadi sore. Oke!?"


Kina mengerutkan keningnya dalam. "Maksud kamu?"


"Udah, bilang gitu aja. Awas ya kalau kamu sampai gak bilang kayak gitu," ancam Agam.


Kina mengangguk kaku. Sebenarnya ia masih tidak paham dengan apa di katakan suaminya.


Agam menggeser ikon hijau, muncul wajah Braspati di layar. Agam segera mendekatkan kepalanya dengan Kina dan memeluk wanita itu dari samping.


"Halo, pa," ucap Agam mengawali telepon.


"Gam, Kina. Kalian beneran gak jadi ke sini?" tanya Braspati.

__ADS_1


"Iya, pa. Maaf, ya. Soalnya Kina cape dan katanya mau istirahat. Lain kali kami mampir ke rumah papa sama mama," jawab Agam.


"Yaahh ... Padahal mama udah masak banyak buat makan malam. Mama kira kalian jadi ke sini," kata bu Hana dengan nada bicara sedikit kecewa.


Kina melirik ke arah suaminya, Agam memberi senyum namun dengan sorot mata yang memberi ancaman.


"Iya, ma. Maafin aku, ya. Tadi aku sama mas Agam habis jalan dan aku mau istirahat aja sekarang. Maaf ya. Besok atau lusa kalau mas Agam gak sibuk di toko, aku sama mas Agam pasti ke sana. Maaf, ya, ma, pa," ucap Kina.


"Iya, sayang .. Gak apa-apa. Kalau mau ke sini kabari mama atau papa, ya," pinta bu Hana.


"Iya, ma."


"Kalau begitu aku tutup dulu telepon nya ya ma, pa. Kasihan Kina mau istirahat," ucap Agam.


"Iya, nak Agam. Sehat-sehat ya kalian di sana."


"Iya, ma, pa. Bye ..."


Agam mematikan sambungan teleponnya. Ia kembali mrnghembuskan napas sedikit lega lantaran Kina mau menuruti perkataannya.


"Kenapa aku harus bohong sih, mas? Terus kenapa kamu gak bilang kalau mama sama papa minta kita buat datang ke sana?" tanya Kina kemudian.


Agam menatap Kina dengan sorot mata tajam. "Terus aku harus bilang kalau kamu cape karena baru aja aku pake, hah? Toh tadi juga aku udah minta kamu buat siap-siap buat pergi juga kan?" seru Agam.


"Ya tapi kan kamu gak bilang kalau kita mau ke rumah papa sama mama."


"Gak usah bawel deh jadi cewek! Intinya kamu harus nurut sama aku!"


Agam beranjak dari sana meninggalkan Kina sendiri.


"Mas .. Tunggu, mas. Kamu mau kemana?" panggil Kina seraya menyusul langkah suaminya keluar kamar.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2