Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
10. Pengaruh baik


__ADS_3

saat membuka pintu kamar nya. Rahmat melihat Riza sedang sholat. dia langsung duduk di sofa yang berada di belakang Riza dan dia memperhatikan Riza sedang sholat. dia mengingat kapan terakhir dia sholat. sudah lama sekali. memang bundanya sering mengingatkan nya untuk sholat tapi tidak di hiraukan nya. tapi ntah kenapa sekarang dia merasa adem melihat Riza sholat. dulu diri nya sangat rajin sholat tapi semenjak ayah nya dan dia kecelakaan saat ayah nya mengajar kan dirinya menyetir mobil. saat itu ayah kritis dan dia selamat. dan saat itu dia berdoa kepada Allah agar ayah sembuh.. tapi Allah berkehendak lain. doanya tidak terkabul kan ayah meninggal dunia. dan sejak itu dia gak pernah sholat lagi .


lamunan Rahmat terhenti ketika Riza selesai sholat dan membuka mukena nya.


"kak Rahmat gak sholat?" tanya Riza


Rahmat hanya diam.


"Ok. aku hanya bilang takdir Allah tidak bisa kita ubah. Allah pasti merencanakan segala sesuatu ada hikmah nya. dan jangan pernah sekalipun untuk menyalahkan -nya" kata Riza langsung meletakkan mukena nya dilemari. dan merebahkan diri di tempat tidur


membiarkan Rahmat terbengong mendengar perkataan Riza


"apa maksudmu?"tanya nya pada Riza yang ternyata sudah tertidur.


Rahmat memutuskan untuk tidur di sofa seperti tadi siang.


*


*


Riza terbangun mendengar suara azan Subuh berkumandang. dia pun ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. saat selesai wudhu dan langsung keluar dari kamar mandi, Rahmat sudah ada di depan kamar mandi. Riza berjalan melewati Rahmat tapi langkah nya terhenti saat Rahmat memanggil dirinya.


"Riza tunggu jangan sholat dulu tunggu aku!" ucap Rahmat yang langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu tanpa menunggu jawaban Riza.


dari semalam Rahmat memikirkan apa yang di ucapkan Riza semalam. dia merasa yang dikatakan Riza ada bener nya juga. dia lupa menyayangi atau cinta berlebihan pada seseorang melebihi cinta nya pada Allah itu tidak baik. setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada sang maha pencipta. tapi dia masih bingung kenapa Riza bisa tau apa yang dia pikirkan. apa Riza punya Indra ke enam. pikir Rahmat

__ADS_1


Riza melihat Rahmat hanya tersenyum. dan sembari menunggu Rahmat didalam kamar dia langsung memakai mukena nya. tak lama kemudian, terlihat Rahmat keluar dari kamar mandi dan langsung pergi menuju lemari mencari sarung..


akhirnya mereka sholat berjamaah dengan Rahmat yang menjadi imam nya.. dan untuk pertama kalinya dia mengimami shalat seseorang.


setelah selesai sholat, Rahmat memutuskan untuk tidur lagi. memang dia masih ngantuk karena gak bisa tidur semalaman selain dia memikirkan apa yang di katakan Riza, dia juga tidak terbiasa tidur di sofa. dan juga masih ada sejam lagi untuk dia berangkat kerja.


sedangkan Riza turun ke bawah untuk membuatnya sarapan dan kopi untuk dirinya.


Riza sangat suka minum kopi buat mendiang ibu nya. tapi sekarang ibunya telah tiada.


tidak ada yang membuat kan kopi lagi


dia sangat merindukan ibunya.tak terasa air mata menetes.


"Riza gak papa bunda." Riza mesapu air mata.


apa Rahmat memarahi mu atau melakukan sesuatu pada mu sayang? biar ntar bunda marahin dan bunda jewer telinga itu. ucap bunda Ratna. bunda Ratna tau Rahmat belum bisa menerima Riza.


"gak, bunda. kak Rahmat baik kok sama Riza." jawab Riza


"beneran? "tanya bunda memastikan. Riza mengangguk meyakinkan bunda Ratna.


"trus kenapa kamu menangis.?" tanya bunda Ratna


"Riza kangen kopi buatan Ibuk, bunda." jawab Riza

__ADS_1


"owalah. itu toh.. bunda pikir kamu di sakiti sama Rahmat..sini bunda buatin kopi buat kamu" ucap bunda sambil tersenyum


"gak gak usah bunda. Riza baru aja buat kopi sama roti bakar untuk semua nya."


" oh gitu makasih ya sayang.. bunda sangat bahagia punya menantu seperti mu, sayang." jawab bunda sambil memeluk Riza.. Riza juga memeluk bunda Ratna.


"sayang.. tapi suami mu kemana biasa nya sudah rapi untuk pergi bekerja."


"kak Rahmat tidur lagi bunda selesai sholat subuh. jawab Riza


"sholat?" tanya bunda Ratna tak percaya.


"iya bunda".


" syukurlah kalau gitu." bunda Ratna merasa sangat bahagia. kehadiran Riza berpengaruh baik terhadap Rahmat.


"kamu gak berangkat ke kampus?"


"iya bunda ni Riza mau bersiap untuk pergi ke kampus"


yasudah. tapi kopi mu itu gak kamu minum


iya bunda. tapi ziza mau mandi dulu. ntar Riza minum kok bunda


***"**

__ADS_1


__ADS_2