
ruangan sudah terang karena lampu sudah menyala.. tapi Rahmat dan Riza masih saling berpelukan. entah mengapa ada getaran dalam hati Rahmat membuat nya nyaman berada di pelukan Riza sejenak dia melupakan Hany.. tapi dengan cepat dia menepis perasaan nya itu.
"Riza? lampu nya sudah hidup.". ucap Rahmat pada Riza yang masih memeluk nya sambil memejamkan mata karena takut.
seketika Riza langsung membuka matanya. benar saja lampu nya sudah hidup. dan melepaskan pelukannya dari tubuh Rahmat.
"maaf ya kak, sudah lancang memeluk kakak." ucap Riza tak enak hati. karena Rahmat belum bisa menerima riza sebagai istri nya .
"iya gak papa. Santai aja kali.." jawab Rahmat singkat. tak terasa perutnya sudah lapar cacing diperutnya sudah berbunyi. tidak perutnya saja tapi perut Riza juga berbunyi.
"kakak lapar? biar za siapkan makanan ya?" tanya Riza pada Rahmat
"gak usah biar aku saja yang siapin. kamu tidur aja disini.. kamu kan lagi sakit.." jawab Rahmat mencegah Riza untuk menyiapkan makanan.
Riza hanya mengangguk. dia pun masih merasa pusing.
"nih handphone mu. ntar kalo mati lampu lagi kamu gak bakalan ketakutan lagi."
"iya. makasih ya kak."
Rahmat pun langsung ke meja makan. di sana sudah ada makanan. apa Riza yang masak? Rahmat mencoba makanan itu rasanya sangat enak walaupun tidak panas lagi.
ternyata dia juga jago masak ya gumam Rahmat memuji makanan yang dibuat Riza.
Rahmat pun berinisiatif untuk memanaskan makanan itu kembali.
__ADS_1
setelah memanaskan makanannya Rahmat kembali ke kamar tamu dimana Riza berada membawa nampan berisi makanan untuknya dan Riza. tapi ternyata Riza tidak berada di sana.
"pergi Kemana dia?" gumam Rahmat
"Riza?" panggil Rahmat.
"apa dia di kamar?" Rahmat langsung naik kelantai atas menuju kamarnya. dan benar saja. Riza sedang memakai mukena nya.
"Riza ngapain aku bilang kan tunggu disana, eh malah kesini kamu lagi sakit, ntar kalo jatuh gimana? kan aku juga yang disalahin sama bunda" Rahmat tampak kesal
"iya maaf kak. Riza mau shalat tapi di sana gak ada mukena. akhirnya aku naik keatas." jawab Riza menjelaskan.
Rahmat mengembuskan napasnya. ternyata Riza sangat taat beribadah. walaupun dia sakit tapi tetap saja dia tidak meninggalkan shalat 5 waktunya.
"tunggu disini dan jangan sholat dulu." Rahmat meletakkan nampan berisi makanan itu di meja. melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. dia mau melakukan shalat berjamaah dengan Riza. walaupun dia belum bisa menerima Riza. setidaknya dia bisa jadi imam yang baik untuk Riza.
"Riza?"
Riza melihat kearah Rahmat " iya kak?"
"makanan ini kamu yang masak?" tanya Rahmat memastikan
"iya kak. kenapa gak enak ?" tanya Riza datar.
"gak . makanan nya enak kok" jawab Rahmat. Rahmat merasa bingung kenapa kalo dengan nya Riza sangat kalem dan cuek. tapi kalo sama bunda, dimas, dan Bik Inah sangat berbeda dia sangat ramah. apa lagi kalau Riza bicara dengan orang yang kemarin malam. Riza terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
sedang Riza mendengar apa saja yang difikirkan Rahmat. Riza hanya tersenyum mendengar nya. Riza bukannya gak mau ramah atau cari perhatian dengan Rahmat. tapi Riza orang nya sangat introver. Riza tak mudah untuk bergaul dengan orang lain. hanya orang- orang tertentu saja yang bisa buat dia nyaman. dia juga tak mudah menunjukkan rasa sayangnya pada seseorang orang.
selesai makan dan berikan obat pada Riza. Rahmat langsung menyuruh Riza untuk tidur. sedangkan dia turun ke dapur untuk membereskan dapur yang berantakan.setelah itu Rahmat kembali ke kamar untuk tidur. seperti biasa Rahmat tidur di sofa.
melihat hal itu Riza. merasa bersalah pada Rahmat. dia tahu Rahmat tak terbiasa tidur di sofa.
"kak Rahmat!" panggil Riza.
hmm . Rahmat masih memejamkan matanya dan hanya mendehem menjawab panggilan Riza.
"kalo kak Rahmat gak terbiasa tidur di sofa kakak tidur di sini aja biar aku yang tidur disitu."ucap Riza membuat mata Rahmat kembali terbuka.
"gak papa. kamu tidur aja terus. biar aku tidur disini aja " jawab Rahmat.
"tapi.."
"gak ada tapi- tapian. tidur terus." perintah Rahmat
Riza hanya mengangguk dan langsung memejamkan matanya.
*
*
*
__ADS_1
*