
sementara di kampus universitas seorang gadis cantik dan juga seksi yang menggunakan barang-barang branded sedang berjalan berlenggak lenggok layaknya seorang model menuju tempat tongkrongan wanita- wanita cantik.
"hai girl.!!!" sapa gadis cantik itu pada teman-temannya.
"o my God. Alexandra. how are you? we Miss you so much!" jawab salah satu temannya. mereka berpelukan.
"I am very good. seperti kalian liat lah."
"ya ampun Alexa Lo semakin cantik aja sekarang. kapan Lo balik dari London."
"ya kemaren. gue udah bosen di sana. gue kangen kalian. dan udah kangen banget sama my prince dimdim . " mata cewek yang bernama alexandra itu berbinar binar menyebutkan kata 'my prince dimdim '.
tapi lain dengan wajah teman nya seperti sedang menutupi sesuatu.
"wajah kalian kenapa kok kayak menyembunyikan sesuatu. ada apa?" seledik gadis itu.
teman-teman nya hanya diam membuat Alexa semakin penasaran. melihat ekspresi wajah teman nya itu.
"yaudah deh kalo kalian gak mau cerita. gue mau pergi dulu. mau cari my prince dimdim. kalian ada yang liat gak?"
"gak. kita gak liat. mungkin belum datang."
"ok! kalau kalian gak liat. gue mau nyari dulu."
kalian pasti bertanya siapa Alexandra itu. author akan jelasin siapa dia sebenarnya. namanya Alexandra Rikhuciki. dia adalah anak ke 3 dari keluarga Rikhuciki, orang terkaya ke 5 di Asia. dan juga pemilik yayasan kampus ABC. itu yang membuat Alexa seenaknya berkuasa di sana. masuk kuliah sesuka hatinya. meminta nilai sesuai keinginan nya. para dosen, dekan,dan juga rektor tak berani protes, kalo mereka protes mereka bisa-bisa dipecat dari pekerjaan mereka.
__ADS_1
Alexa sangat mencintai Dimas dan terobsesi mendapatkan Dimas. tapi Alexa selalu gagal dan ditolak mentah-mentah oleh Dimas. dia tak pernah putus asa mengejar cintanya dimas. sampai-sampai cewek yang dekat sama Dimas,dia akan buat hancur dan tak ada lagi yang berani yang dekat dengan Dimas. sekarang kalian udah tau kan kenapa Dimas di takuti dan tak ada cewek yang berani mendekati Dimas.
oke. kembali ke topik.
Alexa mencari keberadaan Dimas tapi tak menemukannya. akhirnya dia memutuskan untuk ke parkiran kampus. ternyata benar saja Alexa melihat Dimas baru saja memasuki gerbang kampus menggunakan motor kesayangan Dimas. tapi Alexa sangat tak percaya apa yang dia lihat, Dimas membonceng seorang cewek berjilbab.
"kurang ajar tu cewek, berani-beraninya dia boncengan dengan my prince dimdim. dia belum tau dia berhadapan dengan siapa." Alexa mengepalkan tangannya seolah ingin menghabisi orang yang berboncengan dengan Dimas.
orang-orang melihat hal itu, bergedik ngeri melihat Alexa seperti itu.
"tamatlah riwayat tu dosen baru."
"iya gue jadi takut melihat nya. Alexa kan orangnya sangat nekat."
"tapi gue sih gak yakin Alexa bisa menyingkirin dosen itu? ya secara dosen itu sangat menakutkan. apa lagi tatapan matanya itu. dan juga di sangat dekat dengan Dimas. ya pasti Dimas bakalan belain itu dosen."
"bener juga sih. mereka kayaknya lawan sebanding. gak sabar liat orang itu berperang. pasti seru."
dan banyak lagi orang yang berkomentar tentang masalah ini
Alexa berjalan menghampiri Dimas dan cewek berjilbab itu.
" hai my prince.." ucap Alexa memeluk Dimas dari belakang. Dimas yang dipeluk sangat terkejut dan melepaskan diri dari pelukan Alexa
"Alexa? Lo apa- apaan sih! peluk-peluk gue sembarangan!" bentak Dimas yang tak suka kalo dirinya dipeluk oleh Alexa.
__ADS_1
"gue kan kangen sama Lo! emang Lo gak kangen sama gue?" wajah Alexa dibuat sesedih mungkin.
"gak. ngapain gue kangen sama lo.! "
Riza yang dari tadi diam dan memperhatikan orang itu berdua, akhirnya memilih untuk pergi dari tempat itu.
"za mau kemana?" tanya Dimas pada Riza yang mau pergi dari sana.
"ya keruang lah! mau kemana lagi?" jawab Riza singkat.
sedangkan Alexa yang tidak di perduli kan oleh Dimas merasa kesal. dan langsung menabrak kan dirinya ke tubuh cewek itu dan pergilah dari mereka.
Riza yang terdorong kedepannya, dengan sigap menyeimbangkan badan nya yang hampir terjatuh. Riza sangat tau kalo cewek tadi suka sama Dimas dan sangat tak suka kalo ada orang yang dekat dengan Dimas. makanya cewek tadi mendorong nya.
"za Lo gak apa-apa?''tanya Dimas memastikan.
"gak kok gak apa apa. santai aja." ucap Riza. "aku keruangan dulu ya!"lanjut Riza.
"mau gue antar?"
'"gak usah. oh iya. ntar bilangin ke temen kamu. kalo saya agak masuk telat. tugas nya yang kemaren tolong kumpulkan di depan. ok!"
"oke. siap buk dosen! " ucap Dimas sambil hormat pada Riza.
Riza yang melihat itu menggelengkan kepala nya sambil tersenyum melihat tingkah laku dari mahasiswa nya sekaligus adik iparnya itu.
__ADS_1