
sekarang dimeja makan sudah ada, bunda Ratna, Dimas, dan Riza. ada satu orang yang kurang yaitu Rahmat.
"Dimas, panggil kakak mu sana gih.. bilangin makan malam Udah siap." suruh bunda Ratna pada Dimas untuk memanggil Rahmat.
"Oke bunda." jawab Dimas sambil mengacungkan jari tanda👌.
saat Dimas mau berdiri mau memanggil Rahmat. ternyata Rahmat sudah ada di sana. berpakaian rapi seperti mau pergi.
"Bun, Rahmat pergi dulu ya... ada janji." Rahmat pamit untuk keluar pada bunda nya.
"mau kemana kamu?. sama siapa?" tanya bunda Ratna curiga pada Rahmat.. takut Rahmat pergi dengan perempuan ular itu yang tak lain Hany . bunda Ratna tidak membencinya tanpa alasan. dia pernah melihat Hany tu bersama seorang laki-laki di hotel saat bunda Ratna bertemu dengan pelanggan butiknya. tapi dia tidak mau bilang pada Rahmat. biar Rahmat yang melihatnya sendiri.
"ke kafe Bun. mau ketemu teman." jawab Rahmat berbohong pada bunda nya. dia tidak mau bundanya tahu kalau di ketemu dengan Hany. pasti tak diizinin sama bunda.
Riza melihat mimik wajah suaminya itu tampak menyembunyikan sesuatu.. Riza bisa membaca ekspresi wajah seseorang.. tapi dia diam saja.
"Ajak sekalian istri mu. masa kamu tinggalin di sini sendiri. biar teman kamu tahu Riza ini istri kamu."
"tapi bunda....". jawab Rahmat
"gak ada tapi tapian. pokoknya harus di ajak" perintah bundanya tidak bisa diganggu gugat.
__ADS_1
Dimas hanya diam. dia tak mau ikut campur.
" iya bunda" jawab Rahmat memelas.
"cepat nak kamu ganti baju gih." kata bunda pada Riza.
Riza pun melihat wajah Rahmat yang tak suka dia ikut.
" bunda, Riza di rumah aja gak papa kok bunda." minta Riza pada bunda Ratna
" Riza sayang, kamu ikut ya? bunda mau kamu bisa bergaul sama temen-temen nya Rahmat"
" yaudah deh bunda." jawab Riza nurut. dan langsung pergi ke kamar untuk ganti baju.
didalam mobil, Rahmat dan Riza hanya diam. Rahmat fokus menyetir dan memikirkan apa yang harus di katakan pada Hany kalo dia membawa Riza. sedangkan Riza melihat kearah kaca mobil.
tiba-tiba Rahmat meminggirkan mobil nya.
"Riza!" panggil Rahmat
"iya kak. kenapa udah sampai kak?" tanya Riza heran.
__ADS_1
"Riza gue mau ngomong sama Lo.. sebenarnya gue gak mau nikah sama Lo. gue di paksa sama Lo. sebenarnya gue udah punya pacar. gue sayang sama pacar gue itu.. dan gue harap Lo ngerti" jelas Rahmat pada Riza.
Riza diam. sebenarnya Riza sudah tahu. Riza pun tak memaksa Rahmat untuk untuk cinta pada nya.
"oke kalau kakak mau gitu. aku gak mau maksa kakak untuk suka pada ku..santai aja kali.." jawab Riza membuat Rahmat bingung dan tenang melihat sikap Riza yang terlalu dingin padanya. Riza sangat berbeda dengan wanita pada umumnya yang marah atau menangis kalo pacar atau suami nya suka sama wanita lain.
"sekarang kakak mau ketemu kan sama pacar kakak itu.. tapi kakak bingung jelasin ke dia. aku ini siapa kakak kan? bilang aja aku adik sepupu kakak. atau aku dimobil
"kok dia tahu ya apa yang gue pikirin." tanya Rahmat dalam hati raut wajah Rahmat tampak bingung
Riza tersenyum melihat raut wajah Rahmat yang tampak bingung
" aku tahu kakak pasti bingung kenapa aku tau kan? tanya Riza
"Lo bisa baca pikiran gue?" tanya Rahmat penasaran.
Riza hanya tersenyum.
"emang kakak ketemuan nya di sini.. gak romantis banget sih masak ketemu di pinggir jalan" tanya Riza
"ya gak lah.."
__ADS_1
" trus kenapa gak jalan?"tanya Riza.. membuat Rahmat tersadar karena dari tadi mobil nya berhenti.