Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
34. saling berbagi cerita


__ADS_3

"disini aja. tapi temani aku dulu duduk disini. sekalian ada yang mau ku tanyakan pada mu."ucap Rahmat yang duduk di kursi balkon kamar nya itu.


Riza pun mengikuti Rahmat dan duduk di samping suaminya itu. sesaat suasana dalam keadaan hening. belum ada yang buka suara di antara mereka. mereka berkutat dengan pikirannya masing-masing.


"mau tanya tentang apa kak?" akhirnya Riza buka suara


"apa kamu pernah pacaran?" tanya Rahmat pada Riza . dia sangat penasaran tentang kehidupan istri nya itu yang sangat tertutup. Rahmat mulai memahami sedikit tentang Riza. kalo gak ditanya dia gak bakalan kasih tau. tapi kalo dikasih tau dia gak bakalan nanya apapun.


Riza terdiam sejenak menatap wajah Rahmat. lalu menjawab singkat "pernah!"


"kapan terakhir pacaran?"tanya Rahmat penasaran.


"harus ya di jawab?" Riza tanya balik dengan nada ketus. karena pertanyaan Rahmat itu membawanya membuka kembali kenangan terindah dan luka terdalam di hatinya itu.


raut wajah Rahmat terlihat mengkerut mendengar ucapan Riza barusan. ya salah ngomong deh gue. tapi kenapa dia marah? gue kan cuma pengen tau tentang dia dan pengen dekat sama dia. gumam Rahmat dalam hati.


mendengar ungkapan hati Rahmat itu, Riza akhirnya mau menjawab apa pun pertanyaan dari suaminya itu. tidak seharusnya dia menjawab pertanyaan Rahmat dengan nada ketus. walau gimana pun Rahmat tetap suaminya. walaupun Riza belum mencintai Rahmat.


"ya. kalo pertanyaan itu menurut mu perlu dijawab ya jawab kalo enggak sih ya gak usah dijawab." jawab Rahmat. dia tak ingin membuat Riza tak nyaman dengan pertanyaannya itu.


"aku terakhir pacaran udah lama kira-kira sembilan tahun lalu." Riza mengingat


"sembilan tahun yang lalu? berarti SMP kelas satu dong."


Riza mengangguk pelan " ya bisa dibilang gitu. tapi gak berlangsung lama hanya bertahan 8 bulan."


"bisa putus nya kenapa?"Rahmat semakin penasaran.


"hmm aku gak tau. gak ada alasan yang jelas kenapa dia putusin aku. padahal waktu itu hubungan kami baik-baik saja. waktu aku tanya kenapa dia hanya diam dan langsung pergi gitu saja. besoknya aku mendengar kalau dia bersama keluarga nya pindah ke kota lain." jelas Riza sendu. Rahmat melihat kesedihan dari wajah Riza.


"apa kamu masih mencintainya?"


Riza hanya diam tak menjawab.

__ADS_1


" bagaimana hubungan kakak dengan Hany apa baik-baik saja?" tanya Riza mengalihkan pembicaraan.


Rahmat terdiam mendengar nama Hany.


"aku.. dan Hany udah berakhir. aku udah putus sama dia." Rahmat menjawab agak terbata- bata


"kenapa?"


"dia ketahuan selingkuh dengan pria yang sudah berumur didalam sebuah kamar hotel" jawab Rahmat .


"kamu belum menjawab pertanyaan ku yang tadi" Rahmat kembali mengalihkan pembicaraan ke topik semula.


"yang mana?"Riza pura- pura lupa dengan pertanyaan Rahmat.


"yang terakhir. apa kamu masih mencintainya atau tidak?" ucap Rahmat kembali mengingatkan.


"hmmpp.". saat ingin menjawab. tiba-tiba handphone Riza berbunyi pertanda ada yang menelpon. Riza langsung menjawabnya.. sedangkan Rahmat yang menunggu jawaban Riza sedikit kesal.


Riza": waalaikumsalam Ros. kenapa?


Rosa: jadi gini aku udah ngecek tentang orang orang yang ingin bertemu dengan al... sebelum Rosa melanjutkan kalimatnya Riza memotong nya.


Riza: Ros sebentar dulu.


Riza pergi menjauh dari Rahmat. sedangkan Rahmat penasaran dengan siapa Riza berbicara. kayaknya sangat penting sekali.


Riza: Ros kamu dimana sekarang?


Rosa : dirumah.kenapa za?( bingung)


Riza bernafas lega mendengar kalo Rosa di rumah.


Riza :kamu jangan sembarang menyebutkan satu kata itu.

__ADS_1


Rosa : Ok. maaf za. aku lupa.


Riza: Ok gak papa.. kali ini aku memaklumi mu. kamu kirim aja ke aku melalui email. ok!


Rosa : Ok akan ku kirimkan.


riza: ya sudah aku tutup dulu assalamualaikum.


Rosa: waalaikumsalam


Riza langsung memutuskan sambungan telepon dan kembali menemui Rahmat masih yang sangat penasaran.


"udah? dari siapa?" tanya Rahmat penasaran.


"dari teman." jawab Riza singkat.


"cowok?"


"enggak kok kk.. cewek. namanya Rosa."


"oh Rosa. yang di bilang Dimas kemarin yang ratu kesialan itu?" tanya Rahmat


"iya. tapi dia bukan ratu kesialan. gak ada di dunia ini yang sial." Riza agak marah karena baginya tidak ada orang yang bisa bikin orang sial.


"ok maaf kalau gitu."


suasana mulai mencair mereka pun saling berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing. walaupun tidak sepenuhnya mereka ceritakan. yang penting mereka bisa dekat.


******


halo semuanya. terima kasih atas kunjungan dan dukungan kalian semua.. semoga kalian dalam keadaan sehat ya. maaf masih banyak tayponya maklum baru belajar. hehehe


author mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin..

__ADS_1


__ADS_2