
Rahmat melihat internet berapa harga handphone milik Riza. benar saja harga nya 500 juta lebih. dan yang memiliki handphone seperti itu bukan lah orang sembarangan hanya ilmu an dan orang-orang penting saja yang memiliki handphone ini.
Rahmat sangat tak percaya Riza memiliki handphone semacam ini. sebenarnya siapa Riza.? Rahmat harus tahu siapa orang yang menikah dengannya itu.
"Woy.. bengong aja Lo.."tegur Rian membuat lamunan Rahmat terhenti.
"oh iya.. lupa gue ternyata Lo masih ada disini." jawab Rahmat membuat Rian kesal
"wah wah parah Lo . ya masih lah. yaudah deh gue pulang dulu lah. daripada gue ganggu Lo sama istri Lo berduaan. ingat dia masih sakit jangan minta jatah dulu.. hahaha" ucap Rian menggoda Rahmat.
"sialan Lo." kata Rahmat kesal
"oh iya nih obat buat istri Lo. kasih klo dia udah siuman" Rian memberikan obat kepada Rahmat.
"makasih ya. oh iya berapa?. ntar gue transfer." ucap Rahmat pada Rian
"gak usah bayar. kayak sama siapa aja Lo. oh iya istri Lo itu siapa sih kok dia bisa punya handphone semacam itu sih." Rian masih penasaran kenapa istri Rahmat punya hp mahal dan langka.
"gak tau dah..setahu gue dia cuma dosen akuntansi aja. mungkin handphone itu juga KW". jawab Rahmat. tapi dia juga penasaran siapa Riza sebenarnya.
"mungkin kali ya? yaudah deh gue pulang.. Lo jagain istri Lo dengan baik. kalo gak biar gue yang jaga. gue liat istri Lo cantik juga" goda Rian pada Rahmat.
"apaan sih Lo. pulang sana udah malem.." usir Rahmat.
"hahaha sensi amat Lo. yaudah gue pulang dulu."
"ok hati- hati. oh iya sekalian cek saklar rumah gue bentar ya.."
__ADS_1
"lama-lama jadi ngelunjak Lo ya.. yaudah deh iya.. gue pamit dulu. assalamualaikum"
"hahaha.. waalaikumsalam." jawab Rahmat
akhirnya Rian pergi meninggalkan Rahmat dan Riza yang masih belum sadar. dengan wajah yang masih sedikit penasaran.
*
*
*
*
dalam keadaan pencahayaan yang kurang hanya mengandalkan lampu hpnya. Rahmat masih melihat Riza yang masih belum sadar kan diri.. Rahmat masih penasaran siapa sebenarnya Riza itu.
tak lama kemudian Riza tersadar kepala masih pusing. dia memegang kepala nya dan berusaha bangun.
"jangan bangun dulu kalo masih pusing. kamu sadar dari pingsan." kata Rahmat mencegah Riza bangun dari tempat tidur.
Riza mencoba mengingat kenapa dia bisa pingsan. dia baru sadar bahwa dia ketakutan karena mati lampu. dan sekarang pun masih mati lampu. tapi dia tidak merasa takut karena ada cahaya dari hp. dan juga dia tidak merasa sendirian lagi karena ada Rahmat.
"sebenarnya kamu itu kenapa sih?"tanya Rahmat pura-pura tidak tahu kalau Riza fobia kegelapan.
"gak ada kok kakak. Riza cuma takut gelap aja" ucap Riza.
"apa takut gelap? kok bisa?" Rahmat penasaran.
__ADS_1
Riza hanya diam
"kalo gak mau jawab juga gak papa"
"sebenarnya dulu aku gak takut gelap." ucap Riza sambil berusaha duduk dan melanjutkan ceritanya. " tapi sewaktu semester tiga kuliah aku dan satu orang temanku terjebak dalam ruangan sempit dan gelap gak ada cahaya sama sekali. sedangkan teman ku itu dia punya penyakit asma. kami panik dan sedangkan orang yang punya penyakit asma tidak bisa panik. dan nafas nya sesak dan obat tidak tahu dimana akhirnya dia pingsan ditempat itu.. saat itu merasa ketakutan dan akhirnya aku juga pingsan." jelas sambil menghela nafas panjang. untuk melanjutkan ceritanya tersebut. sedangkan Rahmat hanya diam mendengarkan cerita Riza.
"esoknya aku tersadar ternyata aku sudah ada dirumah sakit. dan teman ku tak bisa di selamat kan. aku sangat sedih dan merasa bersalah. sejak saat itu saat mati lampu aku sangat sangat takut." jelas Riza dengan wajah murung.
"yaudah. maaf ya kalo aku membuatmu merasa sedih lagi. dengan mengingat kejadian itu" ucap Rahmat merasa bersalah. Rahmat bisa melihat kesedihan Dimata Riza.
"iya gak papa" jawab Riza singkat.
"boleh aku tanya sesuatu?"tanya Rahmat. membuat Riza penasaran apa yang ingin ditanyakan oleh Rahmat.
tapi Riza hanya mengangguk menandakan boleh.
"aku mau tanya tentang...."saat Rahmat melanjutkan ucapannya tiba-tiba gelap. ternyata batere hp Rahmat ternyata sudah habis. Riza sangat ketakutan sekali. tanpa sadar Riza langsung memeluk Rahmat yang berada didepannya. Rahmat hanya terpaku. merasakan ada yang aneh ketika Riza memeluk nya.
"jangan takut aku masih ada disini kok "kata Rahmat menenangkan Riza yg ketakutan.
"makasih ya"Riza mulai merasakan ketenangan berada di pelukan Rahmat.
dan tiba tiba.. tlak.. lampu kembali nyala
*
*
__ADS_1
*