Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
24. ciuman pertama


__ADS_3

Rosa sekarang merasa berhutang Budi pada Riza. karna Riza lah yang sudah membayar biaya operasi jantung ayah nya Rosa kemaren. padahal biaya operasi jantung dan perawatan ayahnya sangat mahal sampai ratusan juta rupiah. tapi Riza mampu membayar lunas semua nya tanpa berpikir. dan sekarang keadaan ayah Rosa sudah sangat membaik.


tapi tetap saja Rosa berhutang Budi pada Riza. padahal Riza sama sekali tidak mempermasalahkannya.


"za. makasih banyak ya. Kamu udah mau membantuku. kalo tidak ada kamu pasti aku tidak tahu berbuat apa lagi untuk menyelamatkan ayah.. cuman ayah yang ku punya sekarang.. makasih ya. kalo udah punya uang pasti aku bayar. " ucap Rosa yang sangat berterima kasih pada Riza


"iya gapapa. kamu gak harus bayar kok. santai aja. mungkin udah ini jalannya." jawab Riza sangat santai.. baginya uang segitu tak berarti apa-apa untuk nya.. dia hanya sangat kasihan pada Rosa. nasib Rosa hampir sama dengan nya saat itu. saat melihat almarhumah ibunya yang sedang tidak sadarkan diri. rasanya seperti dunia berhenti berputar.


"tapi biaya itu gak sedikit lho za. aku mau ko bekerja untuk kamu selama nya apapun akan ku lakukan. menjadi pembantu mu aku siap selama nya."


"gak usah. aku ikhlas untuk membantu mu."


"tapi za aku gak mau berhutang Budi pada mu.." Rosa bersikeras untuk membayar nya.


"oke baiklah kalau itu mau kamu.. kamu serius bakal lakuin apapun yang aku perintahkan?" tanya Riza memastikan.


"iya za apa pun." jawab Rosa mantap


"ok.. tapi ini sangat bahaya lo, salah salah nyawa jadi taruhannya?


"kalo kamu mau aku mati sekarang akan aku lakukan. utang nyawa di balas nyawa." Rosa sangat mantap. walaupun dia belum tau apa yang harus dilakukan nya besok

__ADS_1


" oke.. besok kamu ikut aku.. besok pagi aku jemput kamu. sekarang aku harus pulang. ucap Riza sekalian pamit.


...****************...


sesampainya di rumah, dia melihat suaminya lagi Santai di ruang tengah.


"udah pulang ? dari mana aja gue tadi berniat untuk jemput Lo. ehk Lo nya gak ada


"za tadi pergi ke rumah sakit kak. ayah teman za ada yang sakit..


"teman Lo yang mana ? teman cowok Lo yang kemaren?"


"alasan aja. yaudah buatin aku kopi seperti tadi pagi.!


"kenapa gak rusuh bi Inah gak sih. aku kan baru pulang. "tolak Riza. dia memang lagi capek.


"aku mau nya kopi buatan kamu. kenapa sih tinggal buat aja.. aku suami kamu lho.. Surga kamu ada sama aku."


"aku suami kamu lho suami dari mana. dia aja gak anggap aku istrinya" gerutu riza. melangkah menuju dapur untuk membuat kopi.


"aku dengar lho!" ucap Rahmat agak keras sambil tersenyum

__ADS_1


"bodoh amat "jawab Riza judes. Riza bingung melihat tingkah laku suami nya sekarang. tiba-tiba Rahmat suka kopi buatan nya.


"nih kopi nya." ucap Riza sambil meletakkan segelas kopi di meja di depan Rahmat duduk.


"udah ya. aku mau ke kamar dulu." ucap Riza mau pergi ke kemar.


eehk .. mau kemana?. temani aku dulu disini. Rahmat mencegah Riza untuk ke kamar.


tapi Riza gak peduli dia tetap mau pergi.. disaat Riza mau melangkah Rahmat menarik tangan Riza. Riza terjatuh di pangkuan nya dan Rahmat segera mencium bibir riza. Riza terdiam dan membesarkan matanya seketika ketika bibir nya dan bibir Rahmat bertemu. dia tak percaya ini. ini adalah ciuman pertama nya.


"ekhem " terdengar deheman seseorang Riza dan Rahmat tersontak dan melepaskan ciuman mereka. dan saling menjauh melihat kearah deheman itu.. ternyata disana sudah ada Dimas dan kedua temannya yaitu Pram dan Tomi yang baru saja sampai dirumah. dan mereka tak percaya melihat kejadian itu. Riza merasa sangat malu dan tertunduk sedang kan Rahmat hanya diam


"kalo mau bermesraan jangan disini dikamar sana woy.. gak liat ada orang disini. mata gue dan temen-temen gue bisa rusak melihatnya." ucap Dimas kesal melihat ulah kakak dan kakak iparnya itu. sedangkan Pram dan Tomi hanya diam tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya..


Riza yang sudah sangat malu langsung pergi ke kamar meninggalkan Rahmat, Dimas dan kedua temannya itu.


"apaan sih Lo dim. ganggu tau gak." ucap Rahmat marah pada Dimas. dan langsung pergi menyusul Riza ke kamar.


"dim.. Lo berhutang penjelasan ke kita." ucap Pram pada Dimas.


"loh kok jadi semuanya pojokin gue ." kata Dimas merasa terpojok

__ADS_1


__ADS_2