Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
20. Hany cemburu


__ADS_3

pagi ini, Rahmat sedang sibuk. menyiapkan sarapan untuknya dan Riza. sebenarnya dia tak terbiasa untuk menyiapkan makanan sediri.. biasanya ada bunda dan pembantunya yang menyiapkan makanan untuknya. tapi sekarang mereka lagi tidak ada dirumah. hanya dia dan Riza saja yang ada. tapi Riza sedang tidur karena kurang sehat. dan beruntung sekarang hari libur nasional, jadi dia gak bakalan Sibuk.


dia cuma bisa buat roti sandwich dan susu putih.semoga dia suka.ucap Rahmat dalam hati.


Rahmat membawa sarapan itu ke kamarnya. saat dia berada di depan kamar nya. dia mendengar bel rumah berbunyi. dia mengira itu bunda dan Dimas. dan dia membuka pintu kamar nya dan meletakkan nampan berisi makanan itu di meja. dia melihat Riza yang masih tertidur pulas setelah sholat subuh tadi. dia tak tega membangunkannya. Rahmat kembali ke bawah melihat siapa yang datang.


Ting tong.. kedua kalinya bel berbunyi.


"sebentar.." ucap Rahmat yang sudah berada di depan pintu. dia membuka pintu. dan ternyata yang datang adalah Hany, pacar nya.


Rahmat sangat kaget melihat ternyata yang datang Hany.


"Hany?? ngapain kesini?" sebenarnya Hany gak pernah datang ke rumah Rahmat sejak bunda nya ngelarang Rahmat berhubungan dengan Hany.


"sayang aku kan kangen sama kamu. aku takut kamu kenapa-kenapa sayang. " ucap Hany bergelendotan di leher Rahmat.


"tapi kok gak bilang mau kesini dulu.. ntar kalo yang buka pintu tadi bunda aku gimana.. kan kamu tahu kalo bunda belum setuju dengan hubungan kita."jelas Rahmat pada Hany.


"gimana aku mau bilang nomor handphone kamu gak aktif." jawab Hany dengan manja nya. Rahmat baru sadar kalau handphone belum sempat dia cas dari semalam.


"oh iya aku lupa nge-charge hp tadi malam sayang.. yaudah masuk dulu lah.. gak enak ngobrol didepan pintu gini.." Rahmat mengajak Hany masuk ke rumahnya


"oh iya sayang bunda kamu sama yang lain pada kemana kok sepi sih? tanya Hany melihat-lihat keadaan rumah Rahmat.


"oh bunda sama dimas lagi pergi ke Bogor. kalo bi Inah lagi ketempat saudara nya." jelas Rahmat


"jadi kamu sendirian donk disini." tanya Hany.

__ADS_1


"gak kok ada Riza juga disini" jawab Rahmat dia baru sadar kalau Riza sendiri dikamar. dan belum makan. " oh iya aku baru ingat aku mau beri Riza sarapan.. maaf ya sayang.."


"apa? Riza masih disini.. kamu kok perhatian banget sih sama dia... aku kan gak suka sayang.." ucap Hany sedikit ngambek.


"Hany.. Riza itu lagi sakit.. bunda nitipin dia sama aku.. kalo bunda marah sama aku gimana.." jelas Rahmat supaya Hany gak marah.


"yaudah deh.. tapi ntar temenin aku shoping ya? please sayang!!"


" tapi aku gak janji lho sayang. Riza kan lagi sakit dan dirumah gak ada orang ntar siapa yang jaga dia.." jelas Rahmat.


"yaudah deh aku temenin kamu disini." jawab Hany kecewa.


"yaudah aku lihat keadaan Riza dulu ya.?"


"aku ikut…"ucap Hany dengan manja


"yaudah deh ayo.."


sayang kita kok ke kamar kamu? katanya mau lihat keadaan nya Riza. tanya Hany curiga.


emang dia dikamar aku... Rahmat baru sadar kalau Hany gak tau kalo Rahmat dan Riza sudah menikah.


$maksudnya sementara waktu dia tidur dikamar aku. kamarnya dia lagi direnovasi.. sekarang dia anak kesayangan bunda. apa apa Riza. dikit-dikit Riza. maklum lah bunda gak ada anak cewek." kata Rahmat mengelak


"jadi sekarang kamu tidur nya dimana?" tanya Hany masih curiga.


"ya sementara aku tidur dikamar nya Dimas.". jawab Rahmat berbohong.

__ADS_1


"ayo masuk katanya mau lihat keadaan Riza.." Rahmat membuka pintu kamar nya.. saat membuka pintu kamar dia melihat Riza berjalan lemah dari kamar mandi. Riza hampir jatuh, tapi ditangkap oleh Rahmat dengan cepat. mata mereka saling bertemu.. ada aneh pada Rahmat. selalu saat didekat Riza , tubuh nya selalu kaku dan jantungnya berdetak kencang..


"sayang kamu ngapain sih ?kenapa kamu peluk dia? " tanya Hany marah dan mendorong Riza. Riza terdorong kebelakang tidak sempat terjatuh.


"Hany... kamu apa apaan sih dorong Riza gitu? dia itu hampir jatuh ya aku tangkap emang salah.." tanya Rahmat agak emosi.


" tapi aku gak suka kamu kasih perhatian sama dia. apa jangan-jangan kamu suka sama dia.." jawab Hany dengan nada yang gak kalah emosi.


"eeh Lo.. Lo pasti pura- pura sakit kan supaya Rahmat perhatian sama Lo.. jujur deh.. mau jadi pelakor Lo?" tanya Hany menunjuk-nunjuk kearah Riza.. Riza hanya diam. bukan dia tidak bisa membalas. dia bisa membuat Hany mati kutu tapi di tidak mau melakukan itu. Riza hanya malas meladeni orang seperti Hany.


"apa sih Hany.. Riza beneran sakit.." Rahmat memapah Riza ketempat tidur. Hany semakin sakit hati melihat Rahmat memapah Riza..


"iiihh.. aku benci sama kamu.. aku pergi aja dari sini." Hany pergi meninggalkan Riza dan Rahmat.


"awas ya Lo Riza gue akan buat perhitungan sama Lo" gumam Hany dalam hati.


dia tidak tahu. semua yang di ucapkan didalam hatinya. sudah di dengar oleh Riza. Riza tersenyum. apa yang anda mau perhitungkan sama saya.. anda bukan tandingan buat saya.. jawab Riza dalam hati.


gak di kejar kak? tanya Riza pada Rahmat.


"gak, ngapain di kejar. Hany memang seperti itu. ntar baik kalo aku kasih hadiah. juga baikan lagi."


" ayo sarapan dulu trus minum obat."


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2