Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
4. mengenal Riza


__ADS_3

di Aceh


Riza sedang duduk sendiri di kebun samping rumah nya.. dia merenungi nasib yang dialami nya.. dia baru saja ditinggalkan oleh ibu untuk selamanya. sedangkan ayah dan kakak nya entah dimana. dia sebatang kara di sini. entah apa yang dilakukan nya kedepannya. dia tak tau harus apa.


sebenarnya Riza seorang gadis yang sangat pintar. dia baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana akuntansi dalam waktu 3 tahun saja dengan nilai yang sangat memuaskan. di kampus Riza terkenal cantik dan sangat sangat pendiam. banyak laki laki ganteng dan kaya suka dan kagum padanya tapi tak satupun yang berhasil mendapatkan cinta nya.. bagi Riza kebahagiaan ibunya nomor satu. dia tak mau mengecewakan ibunya yang ingin melihatnya sukses. tapi sekarang ibunya udah tiada. tak ada yang menjadi motivasi nya untuk melanjutkan semua nya. sebenarnya mudah baginya untuk mendapatkan informasi tentang ayah dan kakaknya itu, tapi dia berfikir mungkin di tidak di harapkan lagi. apa susah nya mencari keberadaan nya dan ibunya.


tapi Riza teringat pesan terakhir dari ibunya. bahwa dia harus menikah dengan anak Bu Ratna sahabat ibunya. dia harus bagaimana sekarang apakah dia harus menikah dengan anak sahabat ibunya itu. sedangkan dia sama sekali tidak tahu tentang sahabat ibunya itu.


tiba - tiba lamunan nya terhenti saat mendengar ketukan pintu dan suara orang dari luar rumah nya..


tok tok tok


"assalamualaikum.."


Riza segera pergi dari kebun samping rumah menuju sumber suara.


"waalaikumsalam" jawab Riza sambil membuka pintu


tampaklah seorang wanita seumuran ibunya dan seorang pria tampan


"cari siapa. ya? tanya Riza heran.. dia belum pernah melihat mereka sebelum nya.


" ini Riza ya.. ini bunda Ratna teman ibumu sayang."


Riza tertegun sejenak baru saja dia memikirkan mereka.

__ADS_1


"Riza?. sapa Bu Ratna


" i.. iya bunda. ini Riza silahkan masuk dan duduk dulu." Riza mempersilahkan mereka dulu.


"bentar dulu ya. saya buatkan minum dulu." Riza langsung pergi ke dapur membuat teh untuk tamu nya itu.


sedangkan diruang tamu seorang pria dan seorang wanita paruh baya yaitu Rahmat dan bunda Ratna. sedang memperhatikan ruang tamu tamu.. banyak foto Riza yang sedang memegang piala dan piagam..


" waw hebat ni cewek" gumam Rahmat kagum melihat prestasi Riza.


tidak lama kemudian Riza datang dari dapur membawa nampan berisi air teh .


"maaf agak lama." kata Riza singkat dan


sopan.


" Rahmat" Rahmat mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


" Riza ." jawab Riza singkat sambil mengulurkan tangannya juga.. mereka pun bersalaman.


"oh iya za kok sepi. ibu mu mana?" tanya bunda Ratna tak melihat sahabatnya di sana


Riza terdiam seketika. wajah murung.


"ibu udah gak ada bunda. ibu udah meninggal seminggu yang lalu." jawab Riza sedih.

__ADS_1


"apa?? Alin udah meninggal? " tanya bunda Ratna syok mendengar sahabatnya itu udah tak ada lagi di dunia ini. dia tak percaya Alin meninggal. baru 2 Minggu yang lalu di bertukar kabar dengan dengan Alin dan mereka sepakat untuk menjodohkan anak anak mereka.


sedangkan Rahmat cuma diam.


Riza cuma mengangguk sedih.


"ya ampun Riza.. kenapa gak telpon bunda sayang.. "


" Riza lupa bunda. hp ibu hilang bunda waktu di rumah sakit . jadi Riza gak tau nomor bunda.." jelas Riza


" jadi sekarang Riza cuma tinggal sendiri?" tanya bunda Ratna


Riza mengangguk pelan.


"Riza tau maksud kedatangan bunda kesini?" tanya bunda Ratna lagi pada Riza


"tau bunda. sebelum ibu meninggal beliau berpesan agar Riza nikah dengan anak bunda Ratna." jawab Riza


"terus Riza mau apa gak dengan perjodohan ini?"


"ini permintaan terakhir ibu Riza bunda. Riza harus menerima nya bunda. tapi kalau kak Rahmat juga setuju." Riza melirik Rahmat yang sejak dari tadi diam


" Gil* ni cewek langsung to the points."gumam Rahmat dalam hati


"Rahmat pasti mau. iya kan Rahmat?" tanya bunda Ratna pada Rahmat sambil tersenyum.

__ADS_1


" iya bunda. Rahmat mau." jawab Rahmat sambil senyum terpaksa.


__ADS_2