Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
11. sejenius apakah dia?


__ADS_3

Rahmat terbangun dari tidurnya. dia melihat jam 6. 25. ya ampun dia sudah hampir terlambat. dia bergegas menuju kamar mandi. tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


saat membuka pintu kamar mandi dia melihat pemandangan yang indah. seorang wanita sedang mandi. siapa lagi kalau bukan Riza. sesaat Rahmat dan Riza terdiam dan terpaku dan akhirnya tersadar dan langsung menutup pintu kamar mandi. jantung nya berdebar kencang. seumur hidup dia tidak pernah melihat wanita telanjang secara langsung. bahkan dia belum pernah sama sekali menyentuh Hany. karena Rahmat sangat teguh pada prinsipnya dia tak ingin menyentuh Hany sebelum mereka menikah.


walaupun Rahmat berteman dengan Alex seorang fuckboy.


tak lama kemudian Riza keluar dari kamar mandi sudah berpakaian. dengan wajah sedikit memerah.


"nanti kalo mau mandi kunci pintu dulu." ucap Rahmat pada Riza


"gimana mau mengunci pintunya. kunci nya kan gak ada." jawab Riza tertunduk karena malu.


Rahmat lupa pintu kamar mandi nya memang gak pernah ada kunci nya.


" nanti aku suruh mang Ujang buat kuncinya."ucap Rahmat yang langsung masuk ke kamar mandi..


*


*


*


di ruang makan


Dimas sudah bersiap untuk berangkat ke kampus tapi sebelum itu dia sarapan terlebih dahulu.. dia melihat ada segelas kopi hitam dan beberapa roti bakar di atas meja. dan langsung meminum kopi yang ada di atas meja tersebut..


kopi nya enak gumam Dimas sambil makan roti bakar tersebut


"eeh Dimas.. mau berangkat ke kampus" tanya bunda dari dapur.


"iya. bunda"


"Dimas,kamu kok abiskan kopi itu. itu kan punya nya Riza, sayang!!"

__ADS_1


"hehehe Dimas gak tau bunda.. soalnya enak sih"


"hmmp.. ya sudahlah" ucap bunda sambil menggeleng


tak lama Riza turun dengan baju kemeja berwarna pink dan rok panjang warna hitam.


dengan jilbab pashmina. sangat cantik dan anggun..


"anak bunda cantik sekali."puji bunda Ratna. Dimas melihat Riza tanpa berkedip


.


cantik banget ucap Dimas dalam hati.


Riza hanya tersenyum malu.


"bunda kopi Riza disini mana bunda?" tanya Riza mencari Kopinya


"hehehe.. maaf kakak ipar. aku gak tau. "ucap Dimas tak enak hati..


Riza hanya tersenyum.


"gak papa kok.santai aja"


"oh iya Riza.. Rahmat mana?"


"lagi dikamar bunda lagi berkemas"


"oo gitu"


tak lama Rahmat turun menggunakan pakaian rapi. menghampiri meja makan.


"bunda Dimas mau berangkat dulu ya."

__ADS_1


"tunggu dulu..Riza belum sarapan"


Dimas bingung


"maksud bunda?"


"Riza akan berangkat sama kamu.. Dia kan mau jadi dosen di kampus kamu. sekalian melanjutkan S2 nya dia sana.."jelas bunda Ratna


"apa bunda jadi dosen?" Dimas tak percaya umur Riza setahun lebih mudah dari nya tapi dia udah lulus dan jadi dosen. di berfikir kalo mau. jadi dosen harus selesai S2.


"iya. Riza ini sebenarnya sudah melewati tes untuk melanjutkan S3 karena penelitian yang dibuat.. tapi dia tidak mau dia ingin seperti mahasiswa angkatan nya." jelas bunda Ratna. memang hanya pada bunda Ratna Riza kata semua nya. tapi Riza tidak menceritakan tentang apa yang diteliti nya dan apa yang di temukan nya..bunda tahu Riza dia sarjana akuntansi.


sebenarnya ada satu lagi yang tidak bisa diceritakan pada orang terdekat nya.. karna tak mau membahayakan orang terdekat nya.


"iiihh bunda berlebihan!" ucap Riza menyangkal ucapan bunda Ratna


Rahmat dan Dimas terbengong tak percaya.


Riza sudah melewati tes untuk melanjutkan S3. sejenius apakah Riza.


" tapi kak Rahmat gak marah kan kalau Riza berangkat sama dimas." tanya Dimas menggoda Rahmat.


"ya gak lah. ngapain juga gue harus cemburu sama Lo. lagian aku harus cepat pergi kekantor." jawab Rahmat


"gak papa za? tanya Rahmat pada Riza.


"iya gak papa "jawab Riza datar.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2