
Riza dan Reza masih berbicara dengan masa SD mereka yang menyenangkan. bagaimana mereka sekolah bermain dan belajar bersama 18 teman lain nya. bahkan mereka ingat saat dihukum karna waktu tidak bisa menghafal kali-kali. dan mereka juga ingat mereka pernah membuat guru bingung dengan pertanyaan yang Riza buat. Riza emang orang yang jenius. meskipun begitu Riza tak pernah rangking 1 dan selalu rangking 2karena Riza malas menulis catatan. Riza pun tak suka mendapat ranking 1 karena Riza tidak mau punya beban untuk mempertahankan ranking itu. selalu saja yang mendapat kan ranking pertama bernama Muhammad Apriliza sering dipanggil Liza. seorang pria berwajah tampan, tinggi, dan anak seorang Kapolres. begitu perfek kalo dia diam. tapi kalau bicara cerewet nya bukan main. mulut nya seperti mulut perempuan. sedangkan Riza kebalikan dari Liza, Riza orang nya pendiam tidak banyak cakap dan tidak suka berdebat. tapi kalo sekali di buka mulut untuk bicara. membuat orang yang berdebat dengannya mati kutu dan tidak bisa jawab dan langsung terdiam walaupun begitu Riza punya banyak teman. teman- teman nya sering memanggilnya putri salju. karena cantik, putih,. dan pendiam serta dingin sedingin salju.
tapi hanya Reza dan satu orang teman nya yang bernama Dilla yang bisa membuat Riza tertawa lepas. Reza orang sangat baik dan juga lucu. sewaktu SD dia sangat pendek, hitam tapi manis dan juga gendut. Reza bercita-cita mempunyai restoran sendiri.
tapi sekarang Reza sangat berbeda badan nya tinggi dan bagus berkulit sawo matang.
"Riza Lo masih ingat Liza gak?"
"ingat lah.. kenapa?"
"dia ada disini lho!"
"beneran? bukan nya di kuliah di Malang ya?"
" iya. tapi dia lagi nyusun skripsi disini. dan dia jadi model lho disini lho za."
"oh.."
"kalo Bisma Lo ingat dia gak? "tanya Reza berhati-hati. dia tau Riza pernah kecewa dengan Bisma.
"ingat. emang kenapa.?" wajah Riza berubah murung.
"Lo masih cinta sama dia?"
Riza tidak menjawab. dan mengalihkan pembicaraan
"Reza, kafe kamu keren banget" ucap Riza.
Reza tersenyum dia tahu Riza tidak mau membahas tentang Bisma
"iya.makasih pujian ya gue emang keren" jawab Reza songong
"idih.. siapa yang bilang Lo keren.. gue bilang kafe Lo yang keren bukan orang nya." jawab Riza tertawa.
__ADS_1
"
biarin aja." Reza pun tertawa.
tiba-tiba Rahmat menghampiri Riza
"Riza, ayo pulang!"kata Rahmat mengajak Riza pulang
"Emang udah selesai urusan nya dengan Hany?"tanya Riza pada Rahmat.
sedangkan Reza hanya diam dan bingung siapa yang berbicara sama Riza
"udah. ayo! bunda udah nelpon." jawab Rahmat.
"Reza gue pulang dulu ya?! ” Riza pamit pada Reza.
"ok. nanti chat aja kalo Lo butuh sesuatu." ucap Reza
"ok tenang aja" jawab Riza tersenyum
di dalam mobil
" Tadi siapa?pacar?" tanya Rahmat penasaran.
"bukan. Teman . jawab Riza singkat
"Oh teman. tapi kok akrab banget ya? " ucap Rahmat
"emang akrab emang kenapa?" jawab Riza dan balik tanya pada Rahmat
"ga papa" jawab Rahmat Rahmat singkat dan fokus pada setir mobil.
sesampainya dirumah ternyata bunda Ratna. sedangkan Dimas sedang asyik bermain game online di ruang tengah.
__ADS_1
Assalamualaikum ucap Rahmat dan Riza serentak
"Waalaikum salam." Jawab Dimas" cie kompak banget sih ucap salam nya" ucap Dimas menggoda Rahmat dan Riza.
"Apaan sih" jawab Rahmat sewot.
Riza hanya diam dan langsung pergi menuju kamar. karena dia ingat kalo dia belum mengerjakan sholat isya.
sedangkan Rahmat dan Dimas hanya melihat Riza pergi.
"Dia kenapa kak?" tanya Dimas
"gak tau mungkin capek kali mau istirahat" jawab Rahmat
"Lo gak nyusulin dia? ini kan malam pertama Lo sama dia?" tanya Dimas menggoda Rahmat.
"apaan sih Lo.. Lo kan tau gue cinta nya sama siapa. gue cinta nya sama Hany."
" trus Riza mau Lo kemana in? " tanya Dimas
"entah lah."
"g*la Lo kak. cewek secantik bidadari itu mau Lo sia-sia in? kalo gue langsung gue sikat? ucap Dimas.
memang Dimas sangat mengagumi Riza sejak pertama bertemu. tapi dia tau Riza adalah istri dari kakak nya.
"cantik sih cantik, tapi cuek banget.kalo Lo mau ambil aja. kalo bunda ngizinin" jawab Rahmat dengan nada datar
"emang dia barang apa yang bisa dikasih sama orang.. jangan gitu nanti Lo nangis kak kalo gue ambil dia." kata Dimas
" terserah Lo dah.. gue mau tidur dulu. ngantuk..." jawab Rahmat
"ngantuk apa ngantuk?." tanya Dimas menggoda kakak nya
__ADS_1
Rahmat tidak memperdulikan ucapan Dimas dia langsung naik kelantai atas menuju kamar nya. dan langsung membuka pintu.
***********