Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
33. Temani Aku


__ADS_3

Rahmat memeluk Riza erat. begitu nyaman dan damai seolah tak ada beban yang sedang dipikirkannya. padahal ia baru saja mengalami banyak masalah.


Riza masih terpaku masih tak percaya dengan apa yang dia alami saat ini.. jantung nya berdebar kencang saat berada di pelukan Rahmat.


"sebenarnya apa yang sedang dialaminya saat ini? kenapa dia begitu kacau?" tanya Riza dalam hati mencoba membaca pikiran suami nya itu.


"ternyata dia sedang mengalami banyak masalah salah satu nya masalah dengan Hany. dan satu lagi masalah pekerjaan ternyata tapi aku tau masalah apa itu." Riza berusaha membaca pikiran Rahmat cuma itu yang bisa dia dapatkan. Riza merasakan Rahmat begitu tenang berada dipelukannya.


10 menit berlalu dengan mata tertutup Rahmat masih bertahan memeluk Riza.


"kak?" panggil Riza yang menyadarkan Rahmat.


Rahmat tersadar tapi enggan melepaskan pelukannya dari tubuh Riza. dia malah me eratkan tangannya di tubuh Riza. membuat


Riza susah bergerak.


"kak? za tahu kalau kakak lagi banyak pikiran. tapi tolong kak peluknya jangan kuat kuat nafas aku mau habis." kata riza membuat Rahmat tersentak dan melepaskan pelukannya dari tubuh Riza.


"maaf." ucap nya sambil menatap Riza.


"iya gapapa. kakak sholat dulu gih! supaya kk semakin tenang.pasti kakak belum sholat ashar kan?"ucap Riza menyuruh suami nya itu sholat.


"belum." Rahmat menggelengkan kepalanya.


"makanya sholat dulu."

__ADS_1


"kamu gak sholat?" tanya Rahmat


Riza menggelengkan kepalanya "kan aku masih halangan." jawab Riza


"yaudah sholat dulu. selesai shalatnya, aku buatin minum. kk mau apa? teh, kopi, coklat panas, atau jus?" tanya Riza menawarkan berbagai macam minuman pada Rahmat.


"aku mau nya kamu." jawab Rahmat spontan. membuat Riza bingung.


"hah.. aku?" Riza balik nanyak.


"ngh.. maksudnya kopi buatan mu seperti kemarin." jawab Rahmat gelagapan.


"oh itu.. oke. aku buatin tapi kakak sholat dulu."


Riza keluar dari kamar menuju dapur. membuat kan kopi untuk Rahmat.


"ehh Dimas. kenapa? mau kopi juga?" tanya Riza menawarkan kopi untuk adik iparnya itu.


"boleh. kalo dibuatin." jawab Dimas.


"Riza kak Rahmat udah pulang ya?"Riza hanya mengangguk sambil menyeduh kopi.


"dia kenapa sih?" tanya Dimas penasaran.


kenapa apa nya?

__ADS_1


enggak tadi kata bunda, kak Rahmat pulang dalam keadaan lesu. emang kenapa sih?


oh itu. kayaknya dia ada masalah dikantornya. tapi aku gak tau juga sih?


emang Lo gak nanyak gitu? Dimas penasaran. Riza menggeleng.


kenapa? tanya Dimas lagi


"aku orang nya gak suka kepo. kalo dia mau cerita silahkan. kalo gak juga gak papa. aku malas untuk nanya-nanya. " jawab Riza menjelaskan. membuat Dimas terdiam.


sungguh cewek yang unik. biasa cewek itu suka kepo dan banyak nanyak. tapi beda dengan Riza. dia sungguh begitu cuek. pikir Dimas. Riza hanya tersenyum saat mendengar Dimas berbicara dalam hati.


setelah Riza berbicara dengan dimas, dia langsung menuju kamar membawa nampan berisi segelas kopi.


ceklek pintu kamar terbuka. Riza melihat sekeliling kamar tapi tak menemukan suami nya. Riza mendengar suara dari arah balkon kamar. itu adalah suara Rahmat lagi menelpon seseorang.


"udah lah Han, hubungan kita udah selesai. aku tidak mau lagi mendengarkan penjelasan apapun dari mu. jangan pernah ganggu aku lagi." Rahmat langsung mematikan teleponnya. lalu berbalik. ternyata sudah ada Riza berdiri didepan nya.


"udah lama disitu?" tanya Rahmat


"baru aja kok kak. kakak habis bicara sama siapa?" tanya Riza pada Rahmat. padahal dia sudah tahu Rahmat bicara dengan siapa.


"hmm.. oh itu. bukan siapa siapa kok!" jawab Rahmat gelagapan.


"ooh.. yaudah.. nih kopi nya. mau minum dimana?" tanya Riza sebenarnya ia tahu Rahmat sedang menyembunyikan sesuatu. tapi dia malas untuk bertanya.

__ADS_1


"disini aja. tapi temani aku dulu duduk disini. sekalian ada yang mau ku tanyakan pada mu."ucap Rahmat yang duduk di kursi balkon kamar nya itu.


Riza pun mengikuti Rahmat dan duduk di samping Rahmat.


__ADS_2