
begitu banyak yang mengganggu pikiran Rahmat akhir-akhir ini. mulai dari pekerjaan yang ditugaskan padanya untuk mencari keberadaan Alza. sampai masalah pribadi nya dengan Hany. saat dia sedang mencari Alza dia malah mendapatkan informasi lain tentang pacar Hany yang sering pergi bersama laki-laki yang lebih tua dari nya.
"Lo yakin kalo itu Hany?"tanya Rahmat memastikan.
"iya yakin lah. kalo Lo gak percaya ya gak papa. itu terserah Lo. gue cuma nyampein aja. dan gue cuma bilang jangan terlalu bodoh." jawab teman Rahmat yang bernama Angga.
Rahmat memang merasa aneh pada Hany akhir-akhir ini, tapi dia tak ambil pusing dengan hal ini.sebelum dia liat langsung kebenaran nya.
saat pulang hati nya mulai memanas. dia melihat Riza sedang di antar pulang oleh seorang laki-laki yang gak asing lagi. laki-laki itu membuat Riza tertawa waktu itu.
entah mengapa dia begitu marah melihat Riza bersama laki-laki lain. apakah dia mulai jatuh cinta pada riza, istri nya itu. entah lah dia tidak tahu. biar waktu menjawab segalanya.
malam harinya saat membuka pintu kamar dia melihat Riza tidur begitu nyenyak nya. hati Rahmat adem seketika. dia mendekati Riza yang sedang tidur dan mencium kening Riza.
"good night my wife." dia langsung tidur disamping Riza.
saat subuh Rahmat sudah terbangun karena sudah terbiasa sholat subuh berjamaah dengan Riza. dia melihat kearah samping riza masih tertidur. Rahmat mencoba membangun Riza untuk sholat subuh berjamaah.
"za.? gak sholat subuh?" panggil Rahmat
"hmpp." jawab Riza sambil menggeliat..dan membuka mata nya
"gak kak.. za lagi halangan." jawab riza
"halangan? yaudah lah tidur aja lagi.." ucap Rahmat segera melakukan sholat subuh..
paginya Rahmat turun dari kamar menuju ruang makan disana sudah ada bundanya dan Dimas tapi tak menemukan istrinya. sedangkan Riza sudah dari tadi turun kebawah. kemana dia ucap Rahmat dalam hati
"pagi Bunda."
"pagi sayang."
disana sudah ada 2 gelas kopi dan 2 gelas teh. satu gelas kopi berada hadapan dimas dan satu gelas teh di hadapan ibunya.
Rahmat bingung sejak kapan Dimas suka kopi dan buat siapa kopi satu gelas lagi.
"sejak kapan Lo kopi?" tanyanya pada Dimas.
"sejak 5 hari yang lalu. ini buatan orang yang spesial. Lo mau coba?" jawab Dimas santai menggoda kakanya itu.
__ADS_1
"buatan orang yang spesial? pacar Lo yang buat?" tanya Rahmat penasaran.
"mau nya sih, tapi udah jadi milik Lo? bunda kenapa gak aku aja sih yang di jodohin sama dia?" tanya Dimas membuat Rahmat tersadar siapa yang dimas maksud.
"dimas?!!" panggil Ratna menatap tajam kearah Dimas..
"hehehe bercanda bunda." ucap Dimas menyengir.
"maaf ya menunggu lama." terdengar suara arah pintu samping
"iya gapapa sayang. cepat sini sarapan dulu." ucap Ratna.
segera Riza duduk di samping Rahmat.
"abis darimana?"tanya Rahmat.
"abis menerima telpon di samping dekat kolam." jawab Riza
"Nerima telpon kok jauh-jauh amat. takut ketahuan ya?"
"apaan sih?"
saat Riza mengambil kopinya, tangan Rahmat duluan mengambil kopi itu dan terus meminumnya. mata Riza membulat sempurna.
*kakak,?!!" ucap Riza merengek saat kopinya di minum oleh Rahmat. wajah Riza terlihat sangat menggemaskan ketika marah. Rahmat memang ingin melihat Riza marah.
"manis." ucap Rahmat meletakkan gelas kopi nya. Rahmat akui kopi buatan istri nya memang enak. tapi bukan kopinya nya yang dia katakan manis tapi orang membuat kopi itu yang manis
Dimas dan Ratna cuma bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah dari sepasang suami isteri itu ketika bertengkar.
"Rahmat? jangan gitu. itu kan kopinya Riza sayang." ucap Ratna pada Rahmat
Rahmat tak menjawab dia hanya melihat Riza yang masih manyun ternyata orang yang sedingin Riza bisa manyun juga.
"yaudah sih.. aku minta maaf! kamu kan bisa buat lagi." ucap Rahmat pelan membujuk Riza supaya gak marah lagi.
**********"
sejak tadi Rahmat tidak fokus dengan perkejaan nya. dia slalu memikirkan riza. pikiran nya selalu di penuhi oleh Riza.
__ADS_1
akhirnya dia memutuskan untuk menemui dan menjemput Riza di kampus ABC. kata Dimas Riza biasanya pulang jam 3 sore. tapi sayang, kata pihak kampus Riza sudah pulang dari tadi karena ada urusan.
pergi kemana dia apa dia udah pulang? gumam Rahmat dalam hati . dan Rahmat memutuskan untuk pulang saja.sesampainya di rumah.
"assalamualaikum."Rahmat mengucap salam
"waalaikumsalam ehk den Rahmat udah pulang.. tanya bik inah
"udah bik. apa Riza Udah pulang bik?"
"belum den. biasa non Riza jam segini tapi udah dua hari ini non Riza pulang nya telat den." jawab bik Inah menjelaskan
"kemana dia? apa Riza lagi sama Dimas? apa jangan jangan dia lagi bersama laki-laki itu.." Rahmat sangat bingung. banyak pertanyaan di pikiran nya saat ini.
dia mengambil benda pipih yang ada disaku jasnya
dia mencari nomor istri nya itu. tapi dia lupa dia belum memiliki nomor hp Riza.
" aacgghh.." erangnya frustasi. akhirnya dia menghubungi Dimas
"halo dim, Lo dia mana sekarang."
"lagi di kafe sama temen- temen. kenapa kak? tumben Lo nelpon gue." tanya Dimas heran
"hmm.. Lo sama Riza, gak?" tanya Rahmat ragu
"enggak.. tadi dia bilang ada urusan yang dia selesaikan. kenapa Lo kangen ya sama dia.?" tanya Dimas menggoda kakaknya
"enggak. " jawab Rahmat sewot
" jangan bohong. Lo kangen kan? sabar. bentar lagi dia juga pulang kok! kata Dimas terdengar mengejek Rahmat
" sialan Lo. udah ah!" ucap sewot Rahmat mematikan teleponnya sepihak. dia memutuskan untuk menunggu Riza di ruang tengah.
tak lama terdengar suara Riza mengucapkan salam.
" udah pulang?dari mana aja a kamu?" tanya Rahmat menyelidiki.
flashback off
__ADS_1