Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
22.simalakama


__ADS_3

di kantor Rikhuciki company, Rahmat bergegas menuju ruangan Alex. di sana sudah ada Alex duduk di kursi kebesarannya.


"maaf pak saya terlambat.." ucap Rahmat ngos-ngosan.


"iya gak papa. duduk aja dulu." Alex agak lesu..


"kenapa Lex. kok Lo kayak lemas gitu? proyek nya jatuh ke tangan orang lain?" tanya Rahmat penasaran.


"gak kok. tapi klien yang dari Amerika itu, punya syarat."


"syarat apa,?" Rahmat semakin penasaran.


"mereka pengen kita menemukan orang yang bernama Alza."


"Alza? orang yang punya alat membaca pikiran orang itu?" tanya Rahmat memastikan


"iya." jawab Alex lemas." dan aku gak mau tau Lo harus menemukan nya?"


"bagaimana kita menemukan nya, keberadaan saja tidak bisa dilacak oleh siapa pun, dia sangat licik dan kejam. dia lebih pintar dari hacker yang ada di dunia. dia sangat kejam kalau ada yang berkhianat atau ada yang membocorkan keberadaan nya pada orang lain dia gak segan-segan membunuhnya tanpa menyentuh." jelas Rahmat. Rahmat pernah dengar tentang Alza itu. tanpa dia sadari bahwa orang yang sedang dia cari saat ini adalah Riza istri nya sendiri.


"tapi pasti ada kelemahannya. dan gue dapat informasi dia sedang ada di Jakarta. coba Lo cari tahu lagi deh!" jelas Alex. "kalo Lo bisa menemukan si Alza itu gue bakalan naikin gaji Lo 5 kali lipat kalo gak Lo tau akibat nya kan?" wajah Alex sangat serius. mendengar hal itu Rahmat berfikir keras, bukan apa-apa Rahmat sangat tau dia sedang berurusan Dengan siapa yaitu Alza. orang yang sangat mengerikan. salah sedikit saja nyawanya akan melayang. tapi kalo dia menolak tugas ini, pekerjaan nya yang melayang. tak akan ada yang mau menerima nya untuk bekerja. Alex akan menutup akses pekerjaan untuknya Alex tidak jauh berbeda dengan Alza itu. sama sama mengerikan. setiap yang diinginkan oleh Alex harus dia dapatkan. bagaimana pun caranya. bagaimana makan buah simalakama.pikir Rahmat

__ADS_1


"bagaimana Lo mau kan menemukan Alza itu?"tanya Alex membuyarkan lamunan Rahmat.


"kenapa harus gue sih. yang lain kan ada. lagian kerjaan gue masih banyak.. mengurusi pekerjaan Lo. gue sekertaris Lo bukan mata-mata tuan Alexander Rikhuciki." jawab Rahmat seperti ingin menolak.


"gue cuma percaya sama Lo tuan Rahmat Maulana satria. kalo masalah kerjaan Lo, Lo gak usah khawatir. udah gue urus semua nya."


ya baiklah


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


"pagi Bun!" sapa Riza pada Ratna yang berada di meja makan.


"iya bunda. Riza udah sehat kok bunda." jawab Riza sudah duduk di kursi meja makan.


"yasudah. dimana suamimu sayang?" tanya nya karena dia belum melihat anak sulungnya itu.


"dia masih dikamar bunda."


tak lama Rahmat turun dengan berpakaian yang rapi. dan menuju meja makan


""pagi Bun.." sapa Rahmat dan bundanya

__ADS_1


"pagi sayang."


"kamu mau sarapan apa sayang? roti atau nasi goreng?" tanya Ratna pada anak nya itu


"gak bunda Rahmat udah telat . Rahmat akan makan di kantor aja.." Rahmat pergi dulu ucap Rahmat sambil mencium pipi Ratna.


"Rahmat.. antar kan istri mu dulu sayang.


"tapi bunda Rahmat udah telat.. lagian Dimas kan ada." tolak Rahmat karena dia memang sudah terlambat.


" tapi Dimas sudah berangkat dari pagi tadi."


Riza yang dari diam akhirnya buka suara "bunda Riza bisa berangkat sendiri pakai taksi online." Riza mengetahui tidak ada kebohongan dari suaminya itu.


"tapibunda gak mau tahu kalian harus pergi bersama. titik gak pakai koma. apa salahnya sih kalo kamu antar istri mu dulu." Ratna mau anak dan menantunya makin tambah dekat.


" yaudah iya." Rahmat malas berdebat dengan bundanya itu. " ayo." ajak Rahmat melihat Riza.


Riza hanya diam mengikuti Rahmat. tapi sebelum itu dia berpamitan pada Ratna.


"bunda Riza berangkat " Riza mencium punggung tangan Ratna.

__ADS_1


__ADS_2