Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
17. HP harga 500 juta?


__ADS_3

POV Rahmat


saat Riza keluar dari kamar, aku terpaku dengan perkataan nya. Riza memang benar. aku belum bisa menerima kenyataan kalau kita berdua udah menjadi suami-istri. tapi kenapa aku tidak suka dia menelepon dan dekat sama orang lain. bahkan aku tidak suka melihat Riza dekat dengan Dimas. tapi aku tetap diam dan menyanggah nya. aku tidak mungkin cemburu melihat nya


ah kenapa aku mikirin dia sih... aku kan udah punya Hany. aku gak mungkin menghiyanati Hany.


mendingan aku mandi.. aku langsung membuka pintu kamar mandi. dan langsung mandi. setelah itu aku memakai pakaian santai dan langsung merebahkan diri di tempat tidur.


saat aku sedang enak-enaknya merebahkan diri lampu dikamar mati.." kenapa nih? ah udah lah. gua juga mau tidur.. "gumam ku.


tapi sedang aku memejamkan mata, aku mendengar ada suara orang berbicara


"jangan takut Riza kegelapan ini hanya sementara"


aku mencari sumber suara ternyata suara itu berasal dari hp Riza. aku baru sadar kalo Riza ada di dapur. aku langsung mengambil hp menghidupkan lampu nya dan pergi mencari Riza.


saat aku sampai di dapur aku melihat Riza menangis ketakutan akhirnya dia pingsan untung saja aku cepat menangkap tubuhnya..


Riza?! panggil ku yang sedang dalam gendongan ku untuk membangun kan nya..


aku panik kenapa dia bisa seperti ini.


aku berencana untuk membawanya ke rumah sakit tapi aku gak tau dimana ku taruh kunci mobil ku.. dan akhirnya ku taruh dia didalam kamar tamu. dan langsung memanggil dokter sekaligus teman ku yang rumah nya tak jauh dari sini.


Rahmat: halo Rian Lo dima sekarang?( dengan nada panik)


dokter Rian: halo. lagi di jalan mau pulang, emang kenapa kok panik gitu ( dokter Rian heran.)

__ADS_1


Rahmat: Lo harus kesini cepetan. bawa alat-alat Lo sekarang juga.


aku langsung mematikan telpon tanpa mendengar jawaban dari Rian.


"Riza? Lo kenapa sih za?" tanyaku sambil memandang Riza yang masih tak sadarkan diri..


tak lama dokter Rian datang.


tok tok tok...


aku pun membuka pintu.


"rumah Lo mati lampu?" tanya Rian


iya.. gak tau tuh kenapa. ehh iya masuk cepetan" jawab ku membuat Rian semakin bingung.


"udah diam aja ntar aku cerita. yang penting Lo periksa dulu dia kata ku sambil menunjuk ke arah dimana aku baringkan Riza yang sedang pingsan.


"astaghfirullah Lo apa in tu anak orang. jangan-jangan Lo.." disaat Rian mau melanjutkan perkataan nya udah ku potong duluan


"apaan sih Lo, gue gak ngapa-ngapain dia kali.


kalo gue mau apa- apa in emang kenapa? dia kan istri gue.." jawabku tak terima dibilang berbuat macam-macam


"apa? dia istri Lo?"tanya Rian tak percaya


"iya,.. sekarang jangan banyak tanya Lo periksa dia dulu"

__ADS_1


Rian mulai memperiksa Riza. aku cemas keadaan Riza. aku takut dia kenapa-kenapa.. bukan apa-apa aku takut bunda Marah karena tidak bisa menjaga Riza


"dia gak kenapa-kenapa kok dia cuma syok aja rasanya dia fobia dengan kegelapan. dan juga lagi banyak pikiran. dia harus istirahat sebentar lagi dia juga sadar" jelas Rian membuat aku lega


"pantesan aja tadi waktu mati lampu, hpnya bunyi gitu kayak semacam alarm gitu ' jangan takut kegelapan hanya sementara'." jelas ku


" emang iya? " Rian tak percaya.


"iya Lo gak percaya. nih masih hidup alarmnya" aku melihat kan hp Riza pada Rian


Rian melihat hp itu tapi sangat kaget melihat hp itu.


"gila.. ini kan hp mahal.. hanya Ada 20 di dunia.. "kata Rian dengan takjub


"beneran Lo? gue gak percaya.. emang berapa sih harga nya? " tanya ku tak percaya.


"kalo gak salah 500 juta."


"beneran?" masih tak percaya


"beneran.. kalo gak percaya coba lihat di internet deh"


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2