
"Alza?"Rosa terbengong mendengar kata Alza.dia sangat tahu siapa orang yang bernama Alza. terlebih Rosa kuliah di jurusan teknik informatika. siapa yang gak mendengar tentang seorang Alza. si pencipta alat yang bisa mendengar dan membaca pikiran seseorang.orang selama ini dicari banyak orang. jadi ternyata Alza itu adalah Riza. pantesan aja dia tau semua yang dipikirkan oleh orang.
"udah jangan kaget gitu? iya ini aku Alza yang bisa mendengar dan membaca pikiran seseorang." jelas Riza tersenyum.
"kok bisa? aku kira Alza itu seorang laki-laki. ech gak tau nya perempuan." tanya Rosa masih tak percaya.
''ya bisa aja. emang Alza gak boleh perempuan?" Riza balik nanyak
"ya boleh sih. ya kenapa harus Alza. kamu kan bisa buat nama mu sendiri?" Rosa bertanya lagi dia masih penasaran.
"ya karena aku belum siap mati." jawab Riza santai
"mati? maksudnya?"
" kamu udah liat langsung kan tadi. bagaimana kita dikejar, bagaimana banyaknya orang untuk mendapatkan informasi tentang Alza. aku belum siap mati seperti sahabat ku waktu itu." wajah Riza mulai berubah sendu.
__ADS_1
Rosa semakin bingung. ya benar sekali betapa banyak nya ingin mendapatkan Alza. tapi kenapa dia bilang belum siap mati seperti sahabat nya.
"sebenarnya alat itu bukan sepenuhnya aku yang ciptakan. aku dan sahabatku itu menciptakan alat bersama-sama. " saat ingin melanjutkan nya pintu lift terbuka di lantai dua puluh.
" ayo nanti saya ceritakan kembali. saya ingin kamu tahu apa tugas mu apa kamu siap. untuk bekerja disini?"
"bukan nya aku gak mau za. tapi.."Rosa ragu apakah dia bisa bekerja di situ atau tidak. dia takut dia menjadi kesialan pada Riza. dia terkenal sebagai ratu kesialan. selalu orang yang berada di dekatnya pasti akan mengalami kesialan.
"tapi kenapa? kamu takut kamu akan membawa kesialan bagi ku karena kamu di juluki ratu kesialan?" tanya Riza. membuat Rosa kaget.
"kamu lupa aku ini siapa? sejak awal aku sudah tahu. melihat orang di kampus ABC itu melihat mu. tapi aku gak peduli, bagi aku kamu gadis yang kuat. dan aku gak percaya seorang manusia bisa membuat orang lain mengalami kesialan. Allah gak mungkin menciptakan sesuatu tanpa alasan. semua pasti ada alasan nya."jelas Riza
mendengar ucapan Riza. Rosa menjadi sadar bahwa yang di katakan Riza itu sangat benar.
"gimana kamu mau bekerja disini sebagai asisten ku? dan kamu juga bisa magang disini." tawar Riza
__ADS_1
"apa bedanya za bekerja sebagai asisten dan magang?. sama- sama bekerja juga." tanya Rosa.
"bedanya kalau menjadi asisten ku baju nya harus seperti ini. dan gak setiap waktu kamu berada disini paling banyak 3 kali sebulan.
tapi kalo magang pakaian kamu bebas dan kamu bisa berinteraksi dengan karyawan lainnya.. tapi kami ingatkan jangan katakan sekali pun tentang aku. kamu mengerti?" jelas Riza panjang lebar.
"ya aku mengerti."
setelah Riza menjelaskan semua tugas Rosa. dan melihat laporan dari perusahaan nya itu akhirnya Riza mengajak Rosa untuk pulang.
Rosa masih tak percaya apa yang dia alami barusan apa ini mimpi?
"ya sudah aku pulang dulu ya? titip salam pada ayah mu. assalamualaikum "
"waalaikumsalam. "
__ADS_1
selesai mengantarkan Rosa ke rumah sakit tempat ayahnya dirawat, Riza langsung pulang ke rumah.