Istriku Super Cool

Istriku Super Cool
21. Semakin Kompak?


__ADS_3

seharian penuh Rahmat hanya dirumah menjaga Riza yang lagi sakit. sekarang sudah ada Bik Inah di rumah. tapi Rahmat tetap tidak mau meninggalkan Riza. entah apa namanya ini. mungkin Rahmat telah jatuh cinta pada Riza atau mungkin hanya rasa kasihan .


sekarang Rahmat sedang mengerjakan pekerjaan nya. karena tadi Alex bos nya perlu bahan untuk memenangkan proyek besar. tadi Alex menyuruhnya untuk pergi ke kantor. tapi Rahmat meminta izin supaya dia bisa mengerjakan itu dirumah saja.. tadi Alex tidak mengizinkannya tapi Rahmat bermohon supaya dia bisa mengerjakan itu dirumah karena dia kasihan pada istri nya itu yang lagi sakit dan sendirian di rumah. akhirnya Alex mengizinkannya.


Ting tong.. bel berbunyi


Rahmat tidak memperdulikan bel tersebut dia fokus pada pekerjaan nya itu. karena dia tahu Bik Inah sudah ada dirumah.


sementara di teras rumah bunda Ratna dan Dimas menunggu orang yang membukakan pintu.tak lama pintu rumah terbuka.


"eh nyonya dan den Dimas sudah pulang. maaf ya Nyah,Bibik lama buka pintu nya. Bibik tadi lagi buatin bubur untuk non Riza."ucap Bik Inah menjelaskan.


"iya Bik gak papa.. emang Riza kenapa Bik?" tanya bunda Ratna khawatir pada menantu nya itu..


"kata den Rahmat, non Riza pingsan tadi malam. Bibik gak tau kenapa Nyah,"jawab Bik Inah menjelaskan.


"yaudah Bik makasih sekarang Rahmat dan Riza dimana?" tanya bunda Ratna.


"di kamar nyah.." jawab Bik Inah dengan sopan.


"Ok makasih ya Bik. " bunda Ratna dan Dimas langsung pergi ke kamar Rahmat dan Riza.. langsung membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


disana Riza sedang berbaring. sedangkan Rahmat sedang asyik dengan laptop nya di sofa..


" Riza sayang.." bunda Ratna berjalan mendekati Riza.


" bunda?" ucap Riza dan Rahmat serentak.


"cie semakin kompak aja.." kata Dimas menggoda Rahmat dan Riza.


"apaan sih Lo dim." jawab Rahmat sewot.

__ADS_1


sedangkan Riza hanya diam.


"ya elah gitu marah."ucap dimas.


"udah udah.. jangan bertengkar.. "ucap bunda Ratna melerainya.


"Rahmat, menantu bunda kenapa? baru sehari bunda tinggalin. kamu apa kan dia sampai sakit gini?" tanya bunda Ratna dan Rahmat..


"Rahmat gak ngapa-ngapain dia bunda, kalo gak percaya tanya pada orang nya". jawab Rahmat memberi dirinya. memang Rahmat tak menyentuh Riza.


"benar Riza, Rahmat gak ngapain- ngapain kamu kan? gak buat kamu sedih kan?" tanya bunda Ratna pada Riza.


"benar bunda. bang Rahmat baik kok sama Riza. malahan bg Rahmat yang jaga Riza." jelas riza


"terus kenapa kamu bisa sakit gini. kata bik Inah kamu semalam pingsan?"


"Riza cuma kecapean aja bunda." jawab Riza singkat.


"bener bunda. tadi malam saat Riza nyiapin makan malam disini mati lampu. Riza fobia gelap. jadinya dia pingsan trus Rahmat ke kamar dan Rahmat telpon Rian supaya datang kesini..kata Rian, Riza hanya syok dan kecapean aja, bunda. jadi bunda jangan salahin Rahmat terus.."jelas Rahmat membela diri.


"bener Riza fobia gelap?" tanya bunda pada Riza.


" iya bunda." jawab Riza singkat dan menunduk.


"yaudah ntar semua lampu disini bunda ganti sama yang bisa menyimpan cahaya. agar anak bunda ini gak ketakutan lagi".. ucap bunda Ratna.. dia tak ingin melihat menantu kesayangan nya itu bisa nyaman dan tak ketakutan lagi.


handphone Rahmat berbunyi, ternyata yang menelponnya adalah Alex.


Rahmat : "halo Lex, kenapa?"


Alex: Lo sekarang dimana? cepat datang ke kantor sekarang.. lagi ada masalah.

__ADS_1


Rahmat: ok siap pak.. saya akan segera ke sana


"Bunda, Rahmat sekarang harus pergi kekantor lagi ada masalah.. bunda kan udah ada. jadi bunda yang jaga Riza ya? "ucap Rahmat sambil mengemasi barang-barang nya. dan berpakaian rapi.


"beneran pergi ke kantor?" selidik Bunda .


"bener lah bunda.. bunda kok gak percaya gitu sama Rahmat.. bunda mau Rahmat di pecat?" tanya Rahmat.


"yaudah deh. bunda percaya."


"gitu donk bunda.. yaudah Rahmat berangkat ya bunda.. Rahmat menyalami bunda nya. dan berjalan menuju pintu


"assalamualaikum Bun."


"waalaikumsalam. " jawab bunda. "Rahmat!!!" panggil bunda.


"apa lagi bunda.. Rahmat Udah telat." Jawab Rahmat


"kamu kan belum pamit sama istri mu."


Rahmat menarik napas panjang dan berbalik menuju Riza.. "aku berangkat dulu ya.. jaga dirimu."


"iya kak. hati-hati ya?! jawab Riza menyalami dan mencium tangan suaminya itu.. Rahmat hanya senyum. meninggalkan Riza, bunda dan Dimas disana.


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2