
Rahmat berjalan menuju kamarnya. dia berpikir tentang yang dikatakan oleh Dimas barusan. Dimas bilang kalo di kampus ABC banyak orang yang suka dengan istrinya itu.mulai dari mahasiswa sampai dosen ganteng dan kaya suka sama Riza. tapi mereka tidak berani mendekatinya karena selain Riza terkenal dingin, dia juga dekat dengan Dimas personil 5P orang yang terkenal di kampus ABC dan sekitarnya. orang-orang mengira Riza dan Dimas punya hubungan spesial karena mereka sering pulang pergi bersama. nyatanya mereka hanya sebatas kakak dan adik ipar.
tapi ada yang mengganjal di hati nya Rahmat. saat Dimas bilang kalo ada satu orang yang mengancam hubungan Rahmat dan Riza. awalnya Rahmat mengira yang mengancam hubungannya dengan Riza itu Reza. tapi Dimas hanya tertawa. ' bukan Reza orangnya tapi ada satu orang lagi dialah masa lalu istri lo.' saat Rahmat bertanya siapa orang nya. tapi Dimas diam dan menyuruh Rahmat cari tahu sendiri.
Rahmat membuka pintu kamar disana dia melihat Riza ketiduran di atas sofa memegang sebuah laptop.
"ya ampun Riza. pasti dia kecapean deh." gumam Rahmat mendekati Riza yang sudah tidur pulas.
Rahmat langsung meletakkan laptop Riza di atas meja. tapi saat melihat laptop Riza dia tercengang melihat mereknya. ltu adalah laptop model terbaru dan termahal dari perusahaan komputer ternama saat ini. Rahmat semakin penasaran siapa Riza sebenarnya. Riza slalu memakai barang-barang yang mewah dan mahal mulai dari hp yang harganya 5 ratusan juta hingga laptop yang entah berapa harga nya..
" apa jangan-jangan Riza... ah gak mungkin! besok aja lah gue tanya sama Riza." Rahmat langsung menggendong Riza dan meletakkan nya di tempat tidur.
"good night my wife." Rahmat mencium kening Riza dengan lembut penuh perasaan. dan tidur di sebelah Riza.
...**************...
Riza terbangun dari tidurnya karena ia kebelet buang air kecil. tapi saat dia ingin bangkit dari tempat tidur, dia merasa ada menghimpit tubuh nya. dia melihat kesamping ternyata ada Rahmat yang sedang tidur dengan nyenyak sambil memeluknya.
Riza terdiam sejenak menatap wajah suaminya itu yang sedang terlelap. rasanya seperti tidak ada beban sama sekali. padahal Riza tahu kalau suaminya itu ada beban yang berat tapi dia tak tahu masalah apa itu. Riza melepaskan tangan Rahmat di atas perutnya dan segera bergegas ke kamar mandi karena sudah tak bisa menahan kencing nya.
tapi saat dikamar, Riza baru ingat kalau semalam dia lagi melihat laporan dari Rosa, tentang orang orang yang mencari Alza. dia sangat kaget ternyata ada nama Bisma dan Liza disana. ternyata mereka lah yang diceritakan oleh pak Ardi waktu itu.
setelah itu Riza merasakan kantuk luar biasa. dan tidak ingat apa-apa lagi. dia sangat yakin pasti Rahmat yang sudah menggendong nya ke tempat tidur.
tapi dia baru ingat lagi kalau dia memakai laptop produk perusahaan nya yang baru saja akan di liris besok lusa. "semoga kak Rahmat gak curiga siapa aku sebenarnya."lirih Riza. dia tak ingin kalo suaminya itu terlibat dalam masalah yang dia hadapi.
Riza keluar dari kamar mandi, tapi dia dikagetkan dengan Rahmat berada di depan kamar mandi.
"Astaghfirullah kak Rahmat. bikin kaget aja." omel Riza.
"ternyata kamu bisa kaget juga ya?" Rahmat tersenyum melihat ekspresi wajah Riza yang terkejut.
__ADS_1
"ya bisa lah. aku kan manusia biasa." jawab Riza sewot.
"oh iya aku lupa kalau kamu manusia. aku kira kamu.."
"kakak kira aku apa?" Riza semakin sewot. sambil berusaha membaca pikiran suami nya itu.
"aku kira kamu itu.. bidadari " jawab Rahmat membuat Riza tersipu malu tapi ia menyembunyikan malunya itu dengan muka datarnya.
"apaan sih.! "Riza melangkah melewati Rahmat. tapi ditahan oleh Rahmat.
"Riza aku mau kita mulai dari awal lagi dan mulai hari ini dan seterusnya aku yang bakalan antar jemput kamu ke kampus. kamu mau kan?"
"emangnya kakak gak sibuk? ntar malah mengganggu pekerjaan kakak lagi! "sebenarnya Riza tau Rahmat sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya.
"enggak. kalo urusan pekerjaan masih bisa dihandle.mulai sekarang aku yang antar jemput kamu."
"tapi kak."
Riza tidak bisa menjawab lagi. dia pikir tidak ada salahnya juga kalau mereka dekat. semoga dia bisa mencintai suaminya itu. walaupun dihatinya masih ada orang lain.
di perjalanan mengantarkan Riza ke kampus, ponsel Rahmat berbunyi.
"halo.. kenapa Lex."
"Lo dimana sekarang. cepetan pergi ke kantor sekarang. lagi ada masalah."
"tapi Lex. gue harus anterin istri gue dulu."
"gue gak mau tahu. dalam 10 menit Lo gak disini. Lo tau apa akibatnya kan ?
sambungan terputus.
__ADS_1
Rahmat meringus kesal. melihat tingkah dari atasan sekaligus temannya itu. yang seenaknya padanya.
melihat ekspresi wajah Rahmat, Riza mengerti Rahmat sedang ada masalah
"kenapa kak"
"aku harus segera ke kantor za. lagi ada masalah di kantor" Rahmat berusaha menjelaskan pada riza
"ooh yaudah. kakak langsung ke kantor aja.
" tapi kamu gimana?"
"aku gampang lah. aku bisa naik taksi online atau ojek online."
saat mereka sedang bingung, tiba-tiba sebuah motor berhenti didepan mobil mereka. itu adalah motor Dimas. Dimas bak penolong pada mereka.
"kenapa kak? mogok?"
"gak. gue harus segera ke kantor. "
"ooh. yaudah. Riza biar berangkat sama gue aja."
"za kamu gak papa berangkat sama Dimas?"
"gapapa kok kak."
"yaudah hati-hati. kalo sempet nanti aku jemput kamu ya." ucap Rahmat mencium kening Riza. dan Riza mencium punggung tangan Rahmat. Dimas yang melihat keuwuan mereka merasa iri. tapi dia tak pernah berniat untuk merebut Riza dari kakak nya itu.
"Lo jaga Riza baik-baik jangan sampai lecet. " ucap Rahmat pada Dimas.
"apaan sih Lo kak. iya gue jaga istri Lo dengan baik. udah sana berangkat. ntar Lo dipecat lagi." Dimas tak menyangka kakak nya itu sangat Bucin pada Riza.
__ADS_1
akhirnya Rahmat berbelok menuju arah kantor nya meninggalkan Riza dan Dimas yang masih berada ditepi jalan