
Sudah 3 hari Tandri dan imah tidak saling mengabari.
Tandri sedang mondar-mandir di kostnya ia sedang memikirkan Imah
"Apa dia marah banget ya sama aku" Tandri bergumam dalam hati
Mungkin aku telpon aja kali ya
Saat akan menelpon ia malah mematikan hp nya "Ah pasti gak mungkin di angkat"
"Oh ya ya ya, aku harus datangin dia di rumahnya"
Tandri masuk ke dalam kost untuk mengambil kunci motor, saat sudah menduduki motor ia berpikir sejenak
"Astaga aku kan gak pernah main kerumah dia, yang ada nanti malah di usir "
"Arghhh harus gimana nih aku"
"Oke tunggu dia aja yang kabarin aku duluan,, tenang tand dia pasti kangen dan nyamperin kamu duluan"
Tandri pun masuk kembali ke dalam kost nya
Di sisi lain imah juga sangat ingin mengabarin Tandri tetapi selalu di bilangin kak Helni untuk jual mahal sedikit jadi wanita
Sudah beberapa kali imah mencari kontak Tandri saat ingin menelpon di urungkan nya niatnya itu, tiba-tiba kak helni membuka pintu kamar membuat imah kaget sampai hpnya terjatuh ke lantai
"Kamu kenapa mah, sampe segitu kaget liat aku, emang wajah aku nakutin ya"
"Eh gak kak, tumben aja kakak ke kamar kami"
"Iya nih aku mau pinjam catokan rambut eli"
"Oh itu dalam laci dibawah meja rias"
"Disini ya mah" menunjuk salah satu laci
"Iya ka, emang mau kemana?"
Helni yang sudah didepan pintu pun balik ke kamar lagi
"Kami mau nongkrong di Tepaian Sungai Mahakam nanti sore, kamu mau ikut gak ajakin eli yah, banyak cowok-cowok ganteng loh teman si deny"
"Aih paling juga eli gak di bolehin fahri kak, kalo boleh juga pasti fahri ikutan"
"Emn gimana kalo kamu sama teman nya deny"
"Naik motor berdua gitu?"
"Iyalah, daripada bertiga naik motor sama eli dan fahri"
"Ahh gak gak, mending aku gak ikutan deh kak"
"Yaudah mending ajak cowok kamu juga"
"Emm gak ah kak kami sudah beberapa hari ini gak ada kabar-kabaran, mungkin dia masih marah"
"Capek deh, Yasudah kamu tinggal di rumah aja"
Saat sore hari eli tengah sibuk berdandan memakai kerudung yang cantik,
"Mau kemana el"
"Mau kerumah nenek fahri ada hajatan malam ini"
"Lah kirain kamu mau ikut kak helni "
"gak ko, emang kak hel kemana?"
"Nongkrong ke tepian "
"Sama teman-teman ka deny juga ya?"
"Iya ko kamu tau sih"
"Liat aja tuh ke bawah banyak motor gede di depan pagar"
Imah langsung keluar kamar dan menuju teras atas,
"Waw keren banget ya segerombolan motor gede, tapi sayang aku gak suka naik motor begituan" gumam imah dalam hati
Salah satu cowok dibawah melambaikan tangan kepada imah,
Imah yang melihatnya pun kaget menengok kanan kiri dan belakang tidak ada orang selain dirinya
"Ehh aku ya, haii kak"
__ADS_1
"kamu gak ikutan dek?" Saat sandy berbicara melihat ke lantai atas teman-temannya pun melihat ke arah yang sama
"waw gitar spanyol"
"Eh siapa tuh cewek diatas"
"Beautiful"
Deny yang menyadari teman-temanya terpesona oleh imah pun berkata
"Wei jangan macam-macam sepupu cewek aku tuh"
"yang bener den kenalin dong"
"gila kamu ya, masih bocah noh"
"Bocah apaan udah gede gitu"
"asal kalian tau ya dia itu masih smp"
"Mana ada bocah smp bodynya gitu"
Imah yang merasa heran melihat mereka berdebat pun berbalik dan bercermin di kaca jendela
"Aaaaa omg matilah aku malu banget diliat cowok-cowok ganteng pake baju beginian"
ternyata imah hanya memakai baju kaos ketat dan celana yang sangat pendek
Imah pun berlari masuk kamar dan menutupi dirinya memakai selimut
"Apaan sih yang kalian debatkan " tanya helni setiba di depan rumah
"mereka tuh mi gak percaya kalo imah masih smp"
"Ha imah? mana? dia ikutan ya"
"Iya tadi imah ada di teras atas muncul sebentar"
"Gini guys imah itu memang masih smp, tapi badannya emang kaya sudah dewasa karena lumayan tinggi kulit nya putih dan apalagi bodynya itu, aku aja kalah"
"Gak papa kan ya jadi adek-adekan aku" canda sandy
"Uuu aku tabok baru tau rasa, dasar buaya gak bisa liat mangsa langsung mau di terkam"
Semuanya pun tertawa,
"iya aku juga mau dong" teman sandy
"mau juga" teman sandy yang lain
"kalo kalian cowo minta aja sana sendiri sama orangnya! yuk ah jalan pi
"Kalian masih mau ngurusin anak smp, ya tinggal aja disini"
"Eh gak den, yuk jalan"
Mereka semua pun pergi dari halaman rumah, imah yang mendengar suara motor-motor mereka pergi pun merasa lega
"Hufhh akhirnya pergi"
"Apaan mah" tanya eli
"Eh hehee gak papa kok el"
"Aneh deh, Yasudah aku jalan dulu ya"
"gak aneh ko, yaudah sana sana pergi aja"
Setelah eli pergi Imah berdiri di depan cermin,
"masa iya body aku kaya gitar spanyol, ahh mungkin itu aku salah denger aja kali"
Imah berbicara sendiri di depan kaca
"Kadang aku malu kenapa aku harus punya payud*r* yang besar, padahal ini kan keturunan bukan buatan"
Imah pun merebahkan dirinya ke tempat tidur,,
"Ahhh bosan juga ya sendirian di kamar aku mau ngapain yah"
"Ahaa ke rumah marina aja, lumayan bisa nyemil gratis, " Karena ibu marina adalah agen snack
"Telpon dulu ah"
tut.. tut.. tut. ...
__ADS_1
"Yah ko gak di angkat, apa dia sibuk bantuin ibunya packing kali ya, yaudah deh langsung kerumahnya aja"
Imah pun berganti baju dan bersiap ke rumah marina yang tidak jauh dari rumahnya.
Saat dijalan menuju rumah marina
"Ko aku ngerasa ada yang ngikutin ya" dalam hati imah
Imah pun mencepatkan langkahnya
Tiba-tiba saja seseorang muncul dengan motornya di samping imah brum brum brum...
"Aaa ampun,, aku gak punya apa-apa om, aku gak bawa uang om ampun" imah berjongkok di pinggir jalan
Tandri pun melepas helm nya
"Eh mah bangun ini aku"
imah pun melihat ke arah yang berbicara
"Ehh Tandri ya, ihh ngeselin bikin aku jantungan aja aku kira aku mau di palak preman " imah memukul-mukul dada Tandri
Tandri pun tertawa melihat tingkah imah
"Lagian kamu ngapain mau magrib malah jalan kaki, sendirian pula"
"Aku bt di rumah gak ada teman"
"Sepupu-sepupu kamu pada kemana"
"Mereka pada jalan"
"Lah kamu kenapa gak ikutan"
"emm aku males"
"Umh kangen sini peluk" Tandri memeluk imah
"Ih malu-maluin pelukan di pinggir jalan, lepasin gak!"
"Iyaiya, kamu mau kemana mah"
"Em tadinya sih mau kerumah marina, eh ketemu kamu dijalan"
"Ikut aku yuk"
"Kemana?"
"Ke cafe dekat sekolah kita"
"ayuk"
Mereka pun pergi ke cafe
Setibanya di cafe mereka memesan minum dan makanan seperti biasanya
"Udah gak marah mah?"
"Ha siapa yang marah"
"Lah terus kenapa gak ada ngubungin aku"
"Aku kira kamu yang marah, gak ngubungin aku jadi aku nunggu kamu yang hubungin aku duluan"
"Ih dasar kamu yah, malah aku yang nungguin kamu ngabarin aku duluan"
"Hah iyakah. seandainya kita gak sengaja ketemu dijalan entah sampai kapan kita saling gak kasih kabar"
"Bukan gak sengaja ndut, aku emang nungguin kamu keluar rumah dari tadi"
"yakin? serius kamu nungguin aku"
"Iyaa, serius"
"Lah kenapa gak samperin aku kerumah aja"
"Aku gak berani kan aku gak pernah main kerumah kamu"
"Oiya maafin aku yah mah soal yang waktu itu, aku khilaf"
"Em maafin aku juga ya tand belum bisa jadi yang terbaik buat kamu"
"Bagi aku kamu udah yang paliinggggg terrrrrrbaikk, emwahh"
Imah pun memeluk Tandri
__ADS_1
Insya allah selalu update 1haru 1eps ya guys