Janda Dibawah Umur

Janda Dibawah Umur
Eps 15. Janji Palsu


__ADS_3

Saat malam harinya imah terbangun dari tidurnya membuka selimut yang menutupi tubuhnya tanpa sehelai pakaian pun,


Imah mengingat kembali apa yang telah terjadi kepadany, tanpa di sadari imah pun meneteskan air matanya.


"Kenapa aku melakukan ini, apakah impianku berakhir sampai disini" gumam imah dalam hati sambil berderai air mata


Tandri yang baru keluar dari kamar mandi melihat imah menangis langsung menghampirinya


"Imah kamu kenapa"


Namun imah tidak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya


"Mah maafin aku, aku ngelakuin ini agar kamu jadi milikku selamanya"


"Tolong jangan tinggalkan aku" air mata imag terus mengalir


Tandri tak tega melihat wanita kesayangannya menangis hingga ia memeluknya


"Sudah jangan menangis lagi aku janji gak bakal ninggalin kamu" Tandri mencium alis imah untuk menenangkan nya


Imah terus menangis dalam pelukan Tandri ia memeluk erat Tandri seakan dia tidak mau kehilangan Tandri


"Udah ya nangisnya, mandi dulu abis itu kita cari makan baru pulang"


"Emm" imah pun beranjak dari tempat tidur namun saat ia ingin melangkah


"Awwh" imah memegangi anu nya


Tandri langsung berdiri dan memegang bahu imah


"Kenapa mah, apa yang sakit"


"aw perih banget nih, aku susah jalan"


Tandri Tertawa kecil membuat imah merasa malu


"Yaudah sini aku gendong aja"


"Em iyaa"


Tandri langsung menggendong imah ke kamar mandi yang berjarak 5meter dari ranjang karena kost Tandri tidak terlalu besar


"Apa mau di mandiin sekalian??"


"Ahh dasar mesum, turunin aku.." imah memukul-mukul dada Tandri


Tandri hanya tertawa melihat wajah imah memerah karena malu


"Yaudah mandi sendirinya ni handuknya, jangan lama loh ntar kemalaman pulangnya"


"Iya sana-sana keluar"


"Iya,,iyaa siapa juga mau ngintip orang udah lihat semua ko hehehe" Tandri tertawa sambil keluar kamar mandi


Beberapa saat kemudian imah keluar dari kamar mandi sudah memakai baju dan handuk di kepalanya


"Gimana nih keringin rambut ku"


"Di sini gak ada hair dryer, sini aku sisirin aja sambil biar cepet kering"


"Gak mau ah nanti rontok di sisir basah-basah"


"Gak deh, tenang aja duduk aja disini"


Tandri menyuruh imah duduk di ranjang lalu di ia menyalakan kipas angin menghadap imah.


"Di kipasin aja ya biar agak kering, nanti dijalan juga bakal kering kan naik motor"


"hmm yaudah deh"


"Yaudah sini aku sisirin"


Imah melepas handuk di kepalanya lalu tandri menyisiri rambut imah dengan sangat pelan dan lembut


"Aku seneng banget deh hari ini"


"benarkah, kenapa?"


"ini pertama kalinya aku di sisirin cowok dari aku lahir ke dunia ini"


"Ha yang bener, emang waktu kecil kamu gak pernah di sisirin bapak kamu?"


"Emm enggak"


"Ohh, kenapa?"


"Karena ayah aku meninggal waktu aku masih kecil"


"Em maaf ya mah aku gak tau"

__ADS_1


"iya gak papa ko, yaudah yuk pulang"


"tapi kita makan dulu loh"


"Em boleh gak makanannya di bungkus aja ntar"


"Loh kenapa?"


"Aku takut di cariin, soalnya gak pernah pulang semalam ini"


"begitu ya padahal ini baru jam setengah sepuluh"


"Iya di rumah paman aku anak gadis kalo jalan malam gak boleh pulang lewat jam sepuluh"


"Oh yaudah gak papa, beli makanan di bungkus aja baru bawa pulang, nanti aku juga makan dirumah aja kalo sudah pulang"


"oke deh yuk jalan"


"Bener kamu gini aja mah?"


"Kenapa"


"Kamu gak bedakan atau lipstikan gitu mau keluar rumah"


"Hehee enggak. udah biasa polosan gini"


"Shalut deh sama kamu gak kaya cewek-cewek lain baru keringat dikit aja udah pake bedak lagi abis makan pake lipstik lagi"


"Iya dong, begini aja aku banyak yang suka gimana kalo aku dandan"


"ah kamu bisa aja, awas ya jangan genit sama cowo lain"


"Ya gak mungkin lah"


Tandri pun mengantarkan imah pulang, setelah membelikannya makanan


"langsung di makan ya, ntar dingin gak enak loh"suruh tandri


"iya iyaa kamu juga kalo sampai rumah langsung makan ya"


"Yaudah masuk sana udah malam"


"iya kamu langsung pulang ya jangan keluyuran"


"Siap nyonya Tandri"


tit tittt


"Apaan sih ngagetin aja"


"hahaha tau ni pipi usil banget"


"biar kamu gak ngunci pintunya mah, hehe kaget ya, maaf.."


"hmm"


imah meninggalkan mereka dan berjalan menuju pintu


"Ehh mah, mah tungguin"


Imah tidak menyahut tapi ia menghentikan langkahnya


"yaudah mi, sana masuk pipi pulang dulu ya"


"Iya hati-hati ya pi"


helni pun berlari kecil untuk menyusul imah


"Eh mah kamu baru pulang atau abis beli makan di depan gang"


"Emm" imah berpikir


"Oh mamah aku gak masak ya, beli makan apaan mah??"


"Aku baru pulang ka"


"Ha seriusan biasanya kamu gak pernah keluar malam jam segini baru pulang"


"Iya abis acara di sekolah"


"Sampe semalam ini acaranya?" tanya helni


"Ya gak lah ka"


"Oh aku tau, pasti kamu pacaran dulu yaa"


"hehee"


"Tuh kan bener, pantes ada yang beda"

__ADS_1


"Hah apaan yang beda kak?" imah langsung gugup


"Muka kamu bersinar terang kaya berseri-seri gitu.. sedang asik jatuh cinta ya"


"hahahaa apaan sih kakak nih manada"


Saat sedang asik bercerita tante masti keluar rumah


"Ya ampun gadis-gadisku jam segini baru pulang"


"hehehe dari tadi ko mah pulangnya cuma lagi keasikan ngobrol diluar"


"Yaudah cepatan masuk diluar dingin, oiya kok tumben imah pulang malam"


"hmm imah ni mah udah tau pacar-pacaran"


"ehh gak tan, tadi imah abis selesai acara di sekolah terus makan-makan bareng teman cafe dekat sekolah"


"Oh yaudah mandi dulu abis itu makan terus istirahat ya mah"


"Hemm mulai.. anak keponakan di perhatiin, anak sendiri gak di perhatiin"


"Yaelah kamu mah kalo jalan sama deny gak mungkin dibiarin kelaperan hel"


"Ih mamah tau aja, yaudah yuk masuk"


Imah dan helni pun masuk, tante Masti mengunci pagar.


Saat masuk rumah helni langsung merebahkan dirinya di sofa


"Ahh cape banget jalan seharian"


"Gak mandi kak?" tanya imah


"emm males ah, cuci muka doang ntar"


"Idih kebiasaan malas mandi"


"Emang kamu gak? aku yakin abis ini kamu pasti makan terus naik ke atas gak turun lagi alias gak mandi"


"Lah kok tau, apa jangan-jangan kakaku ini dukun ya"


"ihh kurang ajar ni anak ngatain dukun" helni melempar bantal sofa ke arah imah, namun imah menghindar malah kena kaki tante Masti,,


"ya ampun kalian berdua ini gak pernah akur ya.. udah malam loh masih aja berantem"


"Imah ni ngatain aku dukun"


"Dih abisnya kakak tau segala hal apa bukan dukun"


"tuh kan ihh dasar" helni bangun dari tidurnya lalu mendatangi imah untuk menggelitiknya


"Ahh ampun ampun kak geli banget"


"Gak mau, rasain tuh" hahahaha helni terus menggelitik imah


"ehemm" suara besar bedehem membuat imah dan helni diam mematung


"Apa kalian gak ingat waktu, ini sudah jam berapa ha"


"Maaf paman" imah langsung menuju dapur melarikan diri


Helni hanya pura-pura tidak tau sambil memainkan hp nya


"Kamu itu helni apa gak bisa akur sama sepupu"


"Bisa yah"


"Kalo bisa kenapa setiap hari terus bertingkah seperti kucing dan tikus sedang bertemu"


Helni mengambil tasnya lalu ia berjalan menuju kamar meninggalkan ayah dan mamahnya di ruang tamu


"Sudah yah, nama nya juga anak-anak"


"Tapi mereka itu tidak pernah akur selalu saja membuat keributan"


"Udah biasa yah, tapi helni sayang kok sama imah"


"Apa buktinya??" paman zack nampak tak percaya


"kemarin imah keserempet motor pulang ke rumah helni langsung ngobatin"


"Apa kapan kejadiannya kenapa aku gak tau, apa dia terluka, apakah ibunya tau?


"lecet sedikit, luka segitu mah gak perlu di kasih tau yah, bikin mamahnya kepikiran aja"


"Iya benar juga kamu"


"Yasudah ayo istirahat"

__ADS_1


__ADS_2