
Lusa sudah ujian,, imah sangat iri melihat status teman-temannya yang mengatakan tidak sabaran ingin menjalani ujian bahkan ada yang sangat gugup dan takut
"Seandainya aku masih sekolah,, pasti aku juga merasakan apa yang mereka rasakan,, betapa senangnya selangkah lagi menuju kelulusan, betapa gugupnya akan hasil ujian,, huaa hati ku sakit sekali mengapa aku tidak berhasil padahal kelulusan sudah di depan mata... kenapa ini terjadi kepada ku ya allah"
Imah bersedih dan kesal hati merasa sangat menyesal atas dirinya sendiri
teddy dan imah sangat jarang berkomunikasi bahkan untuk datang menengoknya pun hanya sesekali itupun hanya sebentar datang bersama ibunya... mereka tidak tinggal serumah di karenakan teddy masih ingin melanjutkan sekolah..
Imah menangis di dalam kamar merasa sangat kesepian,,, merasa sangat menyesal hingga dia tertidur dalam tangisnya
Esoknya ibu imah menerima telpon dari pihak sekolah dan menyatakan bahwa imah tidak bisa jika meninggalkan ujian, jadi bagaimana pun cara nya imah harus mengikuti ujian itu..
ibu imah pun langsung membangunkan imah di kamarnya
"Mah,, mah bangun nak"
dengan rada samar imah melihat wajah ibunya yang nampak bahagia dan tersenyum
"Ada apa bu, sepertinya ibu sedang bahagia"
"Alhamdulillah mah kamu di beri kesempatan untuk mengikuti ujian kelulusan di sekolah"
karena baru terbangun dari tidur imah masih nampak kebingungan memikirkan apa yang barusan di ucapkan ibunya
"Imah ikut ujian???"
"Iyaa bener mah jadi nanti kamu tetap lulus"
"Maksud ibu imah datang ke sekolah mengikuti ujian bersama teman-teman dengan kondisi imah yang begini"
"Emm gak gitu mah.. sebentar kita pikirkan solusinya dulu.. kamu mandi abis itu sarapan dan baca buku yang pernah kamu pelajari dulu ya"
Imah yang masih sangat kebingungan itu pun melangkah keluar kamar untuk segera melakukan apa yang di suruh ibunya
Ibu imah menelpon ibunya teddy untuk membahas masalah ujian imah
Dan akhirnya di sore hari ibu mertua imah datang menjemput imah untuk berbelanja
"Kita mau kemana bu?" tanya imah kepada mertuanya
__ADS_1
"Ini,, temenin ibu beliin adek kamu baju baru ya sekalian beli sesuatu buat kamu"
"Wah adek aldi mau ada acara ya bu, makanya beli baju baru"
"Gak,,, memang sudah lama dia ingin di belikan baju baru"
Ternyata imah di bawa ke toko baju disana ibu mertuanya memang memberikan aldi beberapa pakaian,, setelah itu mertua imah sibuk memilah milah jaket lelaki
"Mau beliin teddy ya bu?" tanya imah
"Gak,, buat kamu..."
"Buat imah? bukannya ini kegedean bu" jawab imah
"Iyaa ibu sengaja memilih yang gede biar bisa sembunyiin perut kamu,, jaket kamu kan jaket cewe semua pada ngpres di badan"
"Lah emangnya buat apaan bu, lagian imah gak pernah keluar untuk apa nutupin perut imah"
"Imah.... besok itu kamu ikut Ujian di sekolah..."
"Hah serius bu... imah ujian bareng teman-teman imah???"
"Lahh terus imah sendirian ya ujiannya di kantor bukan di ruang lab komputer sekolah"
"Intinya besok kamu datang ke sekolah sebelum anak-anak pulang,, saat itu kamu ngumpet dulu di ruang BK,,, Saat semua anak murid sudah di pastikan pulang semua baru kamu masuk lab untuk ujian....."
"Ohh gitu" imah memasang wajah yang datar
"Andai saja tidak ada bayi di dalam perutku ini aku pasti tidak perlu sembunyi dari semua teman-temanku,, aku rindu sekolah aku rindu bercanda bersama teman-teman... aku ingin belajar bersama mereka lagi.. tapi kenapa aku harus sembunyi seakan kesalahan ini aku tanggung sendiri sedangkan teddy masih bisa gembiranya menikmati masa-masa sekolahnya bertemu teman-teman masih bebas jalan kemana aja sama siapa saja... aku ingin kebebasanku seperti dulu.." imah melamun sambil berkata dalam hati hingga tanpa dia sadari matanya sudah berkaca-kaca
sedangkan sang mertua masih sibuk memilih jaket yang cocok untuk menutupi kehamilan imah
"Mah kok melamun sih,, menurut kamu bagus yang mana ini atau ini" mertuanya memberikan dua pilihan dan semua itu bermodelkan jaket lelaki yang sangat besar imah tidak terlalu menyukainya
"Emm terserah ibu aja mau beli yang mana imah bingung bu"
"Yaudah yang ini aja ya" ibu mertua langsung memilih salah satu lalu pergi membayar di kasir
***
__ADS_1
Di hari pertama imah datang ke kantor di hadiri dengan beribu pertanyaan dari beberapa guru yang tidak tahu apa alasan imah berhenti sekolah
"Ehh maaf yah bapak ibu,,, imah sedang sakit...
mari imah ibu antar ke ruang bk untuk istirahat sambil menunggu teman-teman selesai ujian"
"Hufhh untung saja ada bu sri yang menyelamatkan aku dari beribu pertanyaan itu.. aku saja sampai pusing mau jawab yang mana dulu" imah berkata di dalam hati sambil mengiringi langkah bu sri menuju ruang bk
Tet... tet tet tetet......
Bel pulang sekolah pun berbunyi
Satu persatu murid berturunan dari lantai 2 menuju gerbang untuk pulang,,,
Setelah pak satpam memastikan tidak ada satupun murid yang berada di sekolah baru imah di suruh naik
imah memakai hoodie nya menuju lantai atas dan disana sudah ada pak fahri yang akan membimbing imah untuk ujian online sekaligus pengawas ujian hari itu
Hari pertama semua berjalan dengan lancar meskipun beberapa pertanyaan imah tidak mengetahui jawabannya
namun pak fahri berkata
"Mah jawab semampu kamu saja,, tidak usah di paksakan.. bapak tau kamu sudah lama tetinggalan pelajaran jangan memaksa otak kamu untuk memikirkan jawabannya"
"Gak pak,, aku pasti bisa menjawabnya dengan benar,, aku masih berharap mendapat nilai yang baik.."
"Imah kamu hanya memiliki waktu kurang dari 2jam untuk menyelesaikan 2mata pelajaran ini,, jadi jawab semampu kamu dan jangan sampai kamu ketinggalan waktu.. karena pengiriman jawaban ini memiliki batas waktu"
"Baiklah pak... saya akan jawab semampu saya saja..."
setelah beberapa saat akhirnya imah menyelesaikan semua meskipun susah-susah gampang imah tetap bisa menjawab dengan semampunya
dan... begitu lah seterusnya hingga Tiga hari berlangsung
Di saat hari terakhir imah menunggu ibu mertuanya menjemput untuk pulang
dan kebetulan bertemu dengan pak sopian guru agama SMK yang akrab sekali dengan imah,,
saat bertemu imah langsung menjabat tangan pak sopian lalu dia salim... pak sopian sudah tahu semua apa yang terjadi kepada imah dan dia juga sudah menganggap imah sebagai anaknya sendiri
__ADS_1