
Setelah di periksa bidan, dan di beri beberapa pertanyaan imah keluar dari ruangan tersebut
"Selamat yag ibu, sebentar lagi akan mendapat cucu" kata bidan yang keluar dari ruangan bersamaan dengan imah
imah hanya berjalan sambil menunduk, karena dia malu di umur yang semuda ini sudah mengandung (hamil diluar nikah
"Gimana dok, kandungan nya baik-baik saja kah?"
"Alhamdulillah sehat, dekat jantung bayi juga sudah normal"
"Syukurlah kalau begitu"
"Iya ibu, karena usia kandungan masih sekitar 15 minggu tolong di jaga baik-baik ya jangan sampai kecapekan karena fisik ibunya lemah akan rentan keguguran"
"Ya allah Syukurlah bayiku tidak apa-apa sudah banyak jamu obat dan apapun itu yang di larang ibu hamil untuk di makan tetapi aku di suruh memakan nya" ucap imah dalam hati sambil menyeka air mata yang menetes
"Iya bu bidan, terimakasih ya"
"Oh iya ibu, sesekali bawa ke dokter untuk USG ya untuk melihat jelas bayi di dalam perutnya"
"iya dok, nanti akan saya bawa USG "
"baik ibu, silahkan ke kasir untuk pembayaran"
Setelah pulang kerumah ibu imah langsung mengabari ibu teddy untuk segera datang ke rumah agar bisa mengatur tanggal pernikahan
ibu juga mengabari paman dan tante imah,
Akhirnya besok malamnya keluarga imah berkumpul menunggu ibu teddy datang
Setalah berdiskusi mereka memutuskan akan menikahkan imah minggu depan
karena perut imah sudah mulai terlihat, akan lebih malu jika perut imah lebih besar lagi baru akan di nikahi.
ibu teddy meminta satu permohonan agar anaknya masih bisa melanjutkan sekolah dan tidak di curigai oleh guru jadi teddy dan imah akan tinggal terpisah setelah menikah (Tidak tidur bersama)
Sebenarnya ibu imah tidak setuju akan hal itu tetapi bapak, paman dan tante imah telah menyetujui nya
"Tidak masalah mau tinggal terpisah, tetapi saya ingin sesegera mungkin menikahi keponakan saya! saya tidak ingin menanggung malu lebih dari ini" tegas paman zack
"Iyaa pak, tetapi saya tidak bisa memberi uang yang banyak untuk membiayai pernikahan mereka" jawab ibu teddy
"Mahal tidak lah penting saat ini yang penting adalah keponakan saya secepatnya di nikahi" kata paman
"Tidak bisa begitu kak, setidaknya ada acara syukuran untuk pernikahan mereka" jawab ibu imah menyela omongan paman zack
"Saya hanya ada segini jika kalian ingin acara ini secepatnya " ibu teddy mengeluarkan segepok uang 100ribuan
"Dan juga saya akan memberikan seisi kamar untuk imah"
"Sudahlah Aisah tidak usah kau ributkan lagi soal mahal, yang penting mereka sah di kata agama tidak usah mewah membuat acara" (yaps nama ibu imah adalah Siti aisah)
"Tapi ka...." jawab ibu imah
"Semakin banyak kau mengundang orang maka semakin malu pula nanti dirimu" jawab bapak imah
Akhirnya hari yang di tentu kan telah tiba
Di malam sabtu akad nikah di laksanakan
__ADS_1
"Saya terima nikahnya rahimiah binti Yahya dengan mas kawin 50 ribu rupiah tunai..."
Semua saksi pun berteriak
"Sahh..."
bahkan ada yang berbicara
"Cium keningnya"
lalu pak imam menyuruh imah mencium tangan teddy, setelah itu mereka mengnanda tangani surat pertanyaan bahwa mereka sudah sah menikah
Bukannya bahagia imah justru menangis karena mengingat alm. ayahnya dan dia di nikah kan oleh paman zack kakak dari ayah imah yang menjadi wali nya
melihat imah menangis windy pun ikut menangis dia terharu karena di pernikahan adiknya ayah sudah lama pergi meninggalkan mereka semua
"Sudah mah" windy mengusap air mata imah lalu merangkul pundaknya
"Mba win" imah menangis dalam peluk windy
"Iya aku ngerti, udah jangan nangis" windy mengusap-usap bahu imah
Setelah acara akad nikah selesai imah masuk ke dalam kamar di susul oleh teddy
namun imah selalu menghindar
"mah,,ada apa kita kan sudah sah sekarang"
imah tidak menghiraukan teddy dia duduk di meja rias untuk menghapus make up..
teddy memeluk imah dari belakang
"Sudahlah ted, aku capek hari ini"
Lalu imah beranjak ke tempat tidur menarik selimut lalu tidur menghadap dinding
"kok aku di belakangin sih"
teddy ikut berbaring di belakang imah
"Sayang,,," tangan teddy mulai mengerayangi imah
"stop.. aku cape ted"
"Hmm yaudah deh besok aj ya,, tapi peluk aja boleh kan??"
"Hmm" jawab imah
Dan mereka pun tidur berpelukan sepanjang malam
Saat pagi tiba imah sudah bangun duluan untuk menyiapkan sarapan teddy
Teh hangat, aroma nasi goreng spesial buatan imah membangunkan teddy dari tidurnya
"Ted,, bangun.." imah menepuk-nepuk pipi teddy
"Hemm.... wangi apa ini enak sekali" teddy menyusuri aroma yang dia cium
"Wah ini buatan kamu" menunjuk sarapan yang terletak di maja samping kasur
__ADS_1
"Iya buruan mandi terus makan, aku mau sibuk bantu-bantu orang di belakang untuk acara besok"
"Siap bos..." teddy pub segera mandi lalu menghampiri sarapan yang di buat imah
"emm.. enak sekali Andai saja ibu setiap hari masak di rumah pasti menyenangkan tidak perlu beli lagi setiap ingin makan"
karena sibuk bekerja membantu suaminya jadi ibu teddy tidak pernah memasak di rumah nya.. selalu membeli makanan dari luar entah itu sarapan makan siang bahkan malam
"Udah selesai makannya?" tanya imah setelah beberapa saat kembali dari dapur
"Iya udah nih bersih banget pokoknya tidak ada nasi yang tertinggal satupun" hehehe
"cepet banget makannya" jawab imah
"Iyalah kan masakan istri aku enak banget"
"Halah gombal, sini piringnya"
Saat imah mengambil piring di meja samping kasur
teddy memanggilnya
"imah.."
saat imah menengok teddy langsung menci*m pipi nya
"um.." imah kaget
"makasih ya"
imah pun tersipu malu dengan cepat mengambil piring dan membawanya ke dapur
"ciee anten baru senyum-senyum mulu, bahagia banget kayanya" ledek mba windy
"Ahh mba apaan sih" jawab imah malu-malu
"Krauuw,,, ternyata dirimu diam-diam menghanyutkan, dalam sekejap udah duluin aku yang pacaran bertahun-tahun tapi gak di nikahin" canda kak helni
"em, mana ada kak hel..."
"Idih malu-malu kucing,, uwekk"
"Hahaha udah-udah jangan di bully pengantin baru nanti merajuk gak mau keluar kamar" kata mba windy
"idih win, kan. kamu yang mulai duluan"
"Gak di rumah gak disini, selalu aja kalian ini berantem gak bisa akur apa" kata tante masti yang baru saja pulang dari pasar
"Iya nih tan,, kak helni sama mba win tuh jahat"
"sudah,, kamu sana di kamar aja gak usah keluar.. nanti kecapekan loh"
"Gak mau tan. mau bantuin..."
"Jangan ngeyel di kasih tau sana masuk"
"Aahh iya deh iyaa..
Imah pun masuk ke kamar padahal dia sedang menghindar dari teddy
__ADS_1