Janda Dibawah Umur

Janda Dibawah Umur
Eps 46. Mencari Nafkah Sendiri


__ADS_3

Hal itu membuat imah menjadi pertama dan terakhir datang ke rumah itu. karena imah merasa keberadaannya dan anaknya tidak ingin di umbar hingga membuat imah beranggapan sama saja dia tidak di anggap..


Alasan ibunya teddy menyembunyikan imah karena tetangga dan keluarga sekitar mengetahui teddy masih sekolah jadi tidak mungkin untuk menampakkan imah hingga menimbulkan kecurigaan...


Apalagi saat ibu teddy berkata setelah lulus teddy akan masuk ke polisian


Dan imah akan tetap menunggu teddy dan meski harus di sembunyikan...


imah merasa sangat sakit hati


"Anaku butuh kasih sayang kedua orang tua nya tidak dengan ibunya saja,, bagaimana mungkin dia bertumbuh kembang tanpa kasih sayang seorang ayah" batin imah berkata dan matanya mulai berkaca-kaca


"Bu sepertinya Rian tidak terbiasa tinggal disini, terlebih lagi dia sangat lengket kepada neneknya (ibu imah) hingga sangat sulit membujuknya di saat menangis" jelas imah agar di antar pulang


"Iya mah, ibu juga sudah mulai di tanya tetangga karena terdengar suara tangisan bayi tadi malam"


"Setelah ibu antar ayah ke kerjaan ibu akan mengantarmu pulang karena ibu masih punya sedikit urusan"


"Ya bu" jawab imah sendu karena ia harus menunggu sendirian di rumah yang lumayan besar itu


"Yasudah ibu sama ayah berangkat dulu, jangan rewel-rewel ya bulat bulat pentol" timang ayah teddy kepada cucunya yang berwajah bulat itu


"Ibu udah beli sarapan itu di letakkan di atas meja mah.. abisin ya"


"yaa bu, yah.. hati-hati"


imah pun langsung mengunci pintu sesuai saran yang di berikan ibu mertuanya


sedangkan teddy dan aldi sudah berangkat sekolah sejak pagi tadi.. hingga imah sendiri saja dengan anaknya di rumah itu


***


Ini adalah lebaran kedua imah bersama anaknya tanpa suami... setiap keluarga yang berkunjung datang ke rumah selalu menanyakan ayahnya dimana,, yang mana kah bapaknya,, kerja apa.. tinggal dimana


imah muak dengan pertanyaan-pertanyaan itu hingga dia hanya diam dan sedikit tersenyum di ujung bibirnya


ibu imah langsung mengalihkan pembicaraan,, udah ayo duduk kita makan-makan dulu..


Imah membawa anaknya ke kamar imah menangis mengungkapkan kekesalannya


"aku sudah gak tahan begini terus.. aku gak mau seperti pengemis yang selalu meminta setiap keperluan anakku abis, aku gak mau harus menunggu lama setiap anaku sakit supaya ada yang mengantar dan membayar semua biayanya"

__ADS_1


tanpa imah sadari ucapkan kekesalannya itu terdengar oleh bibinya saat ingin berpamitan pulang


"Sabar sayang... allah sedang menguji mu... kamu bisa membiayain dirimu sendiri dan kebutuhan anakmu setiap bulannya.. asal kamu mau berusaha"


imah terkejut sekaligus malu saat bibi nya itu mendengar semua ucapannya


"Eh bibi sejak kapan bibi di situ .. sini duduk bi" menepuk-nepuk kasur di sebelah nya karena bibi nya berdiri di pintu


"barusan kok.. kamu harus kuat ya menjalani semua ujian ini.. jujur saja dulu juga bibi pernah berada sama persis seperti diri mu ini.. namun bedanya dulu bibi tidak memiliki tanggungan anak"


"Tapi tetap saja bibi bangkit dari kepahitan jni,, bibi berusaha semampu bibi untuk memenuhi kebutuhan bibi karena malu mau minta sama orang tua" bibi yeni sedikit bercerita agar menginspirasi imah


"ya bi.. sebenarnya juga malu begini.. mau kerja tapi gimana anak ku gak ada yang urus...


"Lah kan adanya neneknya bukannya rian lebih lengket sama neneknya yaa dari pada ibunya"


"Iya sih bi.. tapi dia kan masih asi.. kasian kalo di tinggal kerja"


"Gimana kamu kerja di cafe bibi aja, kamu bisa kerja siang aja dari jam 8 sampe jam4 lumayan lah buat kebutuhan anak kamu,, lagian rian sudah bisa makan jadi dia tidak terlalu mencari mu"


"Hmm gimana ya bi.. nanti imah tanya ibu imah dulu ya. "


"Udah gak usah di tanya ibu kamu pasti ngizinin... tadi bibi udah ngomong"


"iyaa beneran... nanti 3 hari setelah lebaran ini kamu udah bisa mulai bekerja"


***


Sudah seminggu imah bekerja di cafe bibi sangat senang melihat cafenya ramai di saat imah membantunya..


Jelas saja bibi nya senang karena banyak pengusaha muda, driver batu baru hingga pegawai-pegawai lainnya mampir


"Kualahan ya mah,, apa kamu mau bibi cariin teman 1 lagi buat bantu kamu siang begini"


"Alhamdulillah bi, emm kaya nya gak perlu deg bi, imah masih bisa kok sendirian" jawab imah sambil membuatkan minuman


"Oh Yaudah mah,, sini biar bibi aja yang bikin kamu tinggal anter-anter aja"


"gak usah bi gak papa biar imah aja yang buat"


"Gak papa mah, sekalian di meja ujung ada yang mau kenalan sama kamu"

__ADS_1


"Ahh bibi.. malu ah status imah kan masih belum jelas"


Tentu saja belum jelas karena jika imah di anggap berstatus istri suaminya tidak pernah terlihat tidak memberinya nafkah lahir batin dan jika imah di bilang janda imah masih sah dalam agama menjadi istri teddy..


ya sudah selama 3bulan ini teddy kumat lagi g*la nya tidak ingin menjenguk anak istrinya lagi hanya ibu teddy yang datang sesekali untuk memberikan keperluan rian dan sedikit uang jajan


"Apasalahnya berteman mah, kamu tidak harus mengurung diri seperti itu" jawab bibi


Benar kata bibi untuk apa menjaga hati yang belum tentu dia setia,, di luar sana teddy bebas bergaul bertemu teman-teman lelaki bahkan perempuan dan selama ini imah hanya di rumah mengurus anak tidak pernah kemana pun dan tidak pernah bertemu dengan lelaki mana pun


"Hmm gimana ya bi" imah masih ragu untuk bergaul dengan lelaki mana pun karena ia masih menjaga hati entah untuk siapa


"hanya berkenalan mah, mana tau dia jadi pelanggan tetap kita di sini,, lagian dia tidak sendiri.. dia selalu bersama teman-teman nya jika mampir di sini"


imah melirik meja yang di maksud bibi nya ada beberapa lelaki yang duduk di dua meja yang di jadikan satu


"Aduh bi imah malu banget... banyak lelaki disana "


"Udah gak papa abis kenalan balik kesini jangan mau di suruh duduk bareng bilang aja banyak kerjaan"


Sesampainya imah di meja tersebut imah menaruh beberapa cemilan dan minuman yang mereka pesan


"Halo adek manis... apa boleh kaka tau namanya??"


imah hanya tersenyum kepada lelaki yang menyapanya


Salah satu dari mereka langsung mengulurkan tangannya lalu memperkenalkan dirinya


"Ferdy!!! " sambil mengulur tangan berharap imah menjabatnya


Tak mau kalah yang lain pun ikut memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya masing-masing


imah bingung ingin menjawab yang mana.. imah tersenyum malu menyebutkan namanya


"Imah"


segera imah pergi dari sana karena wajahnya mulai memerah karena malu


"Aduhh mamae. senyum adik itu manis sekali seperti mengandung madu"


Hahahaa mereka pun tertawa mendengar salah satu dari mereka yang menggoda imah

__ADS_1


senyum imah memang manis,, tidak hanya membuat orang senang melihatnya tetapi juga membuat orang menyukai nya.. bibir bawah yang terbelah lesung yang membolongi pipi chubby kiri dan dan kanannya membuat orang sangat terpukau melihatnya


__ADS_2