
Imah yang merasa bisa menafkahi diri dan anaknya sendiri membulatkan tekad nya untuk meminta cerai
Karena sudah lebih 4bulan teddy tak datang mengunjungi nya dan dan tidak memberikan nafkah batin ada alasan untuknya menjatuhi talak 1..
terlebih lagi teddy selalu mengaku bujangan karena dia masih pelajar
semakin kesini imah semakin yakin akan keputusannya dan dia membicarakan dengan ibu nya
"Ibu sih terserah kamu mah,, ibu selalu mendukung kemauan mu,, carilah kebahagiaan mu dan jangan lupa membahagiakan anakmu"
"Sambil menangis imah ngechat teddy dengan kata-kata panjang lebar pada intinya dirinya minta cerai"
untuk chat yang kesekian ratus tidak di balas dan telpon puluhan kali tidak pernah di angkat
akhirnya teddy merespon
"Kenapa harus begini mah, kan kita sudah janji akan kuliah bersama di saat lulus nanti"
"gak, aku gak bisa.. aku gak mau kita pisah"
Sekeras hati teddy ingin mempertahankan hubungan ini namun percuma itu hanya kata-kata tidak dengan tindakan yang selama ini tidak tahu menahu dengan imah dan anaknya
"Untuk apa hubungan ini tetap berlanjut,,, sedangkan kita tidak pernah bersama, aku cape menjalani hubungan ini tanpa kabar yang berbulan-bulan datang semau mu, pergi sesuka hatimu .. aku juga punya perasaan. anaku juga butuh perhatian kasih sayang seorang ayah bukan hanya ibu nya saja"
Teddy mengadu kepada ibu nya menceritakan bahwa imah meminta pisah!!
Setelah besoknya ibu teddy datang ke rumah imah membicarakan hal ini kepada ibu imah
imah tidak tahu apa yang di bicarakan ibunya dan mertuanya
intinya ibu imah tidak akan melepaskan rian!!
dan ibu teddy bersikeras ingin mengambil rian
Dengan hati yang kesal ibu teddy pergi dan tidak ingin memberikan surat bukti pernikahan yang di minta ibu imah
Imah masih bingung dengan statusnya yang sekarang...
imah memang sudah meminta cerai tetapi teddy tidak ingin mengucapkan talak kepadanya
"Sabar mah,,, kita tunggu 3bulan lagi jika selama itu dia tidak datang kesini dan tidak memberimu nafkah lahir maupun batin berarti susah jatuh talak dengan sendirinya"
"Iyaa bu, imah minta tolong jangan biarkan rian di ambil neneknya.. sekalipun ingin meminjam jika dia datang untuk menengok boleh saja jika dia datang untuk menjemput tolong jangan izinkan bu,,,"
memang benar selama ini mertuanya yang membiayai kebutuhan imah dan rian tetapi dengan mempertaruhkan nyawa imah melahirkan anaknya imah tidak rela melepas anaknya begitu saja.
***
Hari demi hari imah lewati seperti biasanya bekerja dan mulai mau berbaur dengan yang lain
"Wahh kelihatannya hari ini kamu sedikit berbeda mah" kata Nabila yang berkunjung ke cafe tempat imah bekerja
__ADS_1
"hm,, yang benar saja apa yang bikin berbeda"
"Iyaa hari ini kamu kelihatan lebih bahagia,, tersenyum sendiri sejak tadi... aku curiga jangan jangan.....
belum sempat selesai bicara sudah di potong oleh imah
"Husstt jangan mikir sembarangan ya..."
"Apa emang aku mikir apa coba"
"Yaa gak tau.. aku gak mau aja kamu asal tebak"
"Apa jangan-jangan kamu udah jadian yaa sama ferdy!! hayo ngaku!!"
ledek bila sambil menggelitik pinggang imah
"Aw bila geli... hahhahaa apaan sih ngawur aja ya gak lah "
"Hmm yakinn.... jadi aku salah tebak nih.. apa dong kenapa kamu bahagia banget hariini"
"Besok aku sudah lepas dari masa iddah aku" jawab imah sendu
"Aw akhirnya kamu resmi jadi janda.... janda di bawah umur ahahaha"
"Husstt " imah menutupi mulut bila denfan tangannya
Suara bila yang lantang terdengar oleh penunjung lainnya termasuk ferdy yang sejak tadi memperhatikan imah
"Selamat ya,, kamu berhasil melalui putar badai yang membuatmu terpuruk selama ini" ferdy menjulurkan tangankan
imah menjabat kembali ..
"Iya makasih ya"
"Jadi gimana bolehkah aku maju selangkah lagi.. agar menjadi pelangi setelah badai itu pergi "
"Awhh sosweet.. " bila terpesona dengan pemandangan di depan matanya imah dan ferdy berjabat tangan dan saling bertatapan
"Maaf ka, aku gak bisa jawab sekarang"
imah langsung beranjak pergi meninggalkan meja bila ..
ferdy langsung duduk di kursi bila dan menanyakan beberapa hal tentang imah yang mungkin saja imah ketehui karena belakang ini mereka sangat dekat dan bersahabat
Tidak hanya ferdy lelaki lain pun mulai memberanikan diri untuk mendekati imah setelah mengetahui kejelasan status imah yang sekarang
Ifan duduk di kursi tunggu menatap imah yang sedang mencuci piring
"Ehem.. Mau aku bantu" tanya seorang lelaki yang berbadan tinggi dan kurus
"Ehh ka ifan. gak perlu ka"
__ADS_1
"Oiya mau pesan ya, mau aku buatin apa"
"Emm apa yaa... boleh gak aku minta kasih sayang dan perasaanmu untuk ku"
"Uhuk uhukk.. imah tersedak saat sedang minum mendengar perkataan ifan"
"Ehh mah. mahh gak papa kan??"
"emm." imah menggelengkan kepala dan melambaikan tangannya menandakan ia tidak mengapa.. karena lelaki itu sudah ingin memasuki area dapur yang di larang tamu untuk masuk
"Yakin gak papa.. aku tadi cuma bercanda loh"
"iya gak apa-apa ka.. jadi mau pesan apa"
"Buatin kaya biasa aja deh, oiya tanpa gula tambahan ya"
karena sudah sering berkunjung di cafe tersebut imah hapal pesanan langganananya
setelah mengantarkan pesanan ifan imah berniat ingin kembali ke dapur namun di hentikan oleh ferdy dengan menyodorkan hp nya
"Boleh aku minta wa kamu??
"ha? buat apa ??
"hanya untuk berteman memangnya tidak boleh??
Imah terdiam sesaat ragu untuk memberikan wa nya kepada sembarang orang
"Boleh aku juga??" tanya ifan yang memberikan hpnya agar di catat oleh imah
"Aku juga dong"
"aku juga mau"
datang beberapa lelaki lainnya
"Waw laris manis bund...." ledek bila
Karena tidak enak akhirnya imah memberikan nomor wa nya kepada mereka
ifan mendapatkan nomor imah yang paling terakhir
"Terimakasih.. semoga allah mengizinkan kita berjodoh"
"Ha??? imah hanya terpelongo mendengar perkataan ifan
***
Akhirnya hari yang di nanti pun tiba imah resmi menjadi janda.. ya janda di umur karena sekarang usianya baru 17 jalan 18tahun
di usia semuda itu imah sudah nenangin beban dan sakitnya menjadi orang tua tunggal untuk anaknya namun dia tidak pernah putus asa dan terus berjuang menafkahi anaknya
__ADS_1
tidak mudah mengurus anak setelah lelahnya bekerja di siang hari.. untunglah imah memiliki ibu yang sangat menyayangi anaknya walaupun dulu ibu nya sempat tidak menginginkan anak tersebut... terbalik sekarang ibu imah justru menyayangi anak imah hingga tidak ingin anak imah di asuh oleh mertuanya