
Sudah Enam bulan teddy tidak pernah datang menjenguk anaknya, entah karena apa atau alasan apa imah tidak tau..
Selama ini hanya ibu teddy saja lah yang datang untuk memenuhi kebutuhan Rian,
Setiap kali ibu teddy datang hal g sendiri, Jangankan untuk datang menjenguk menanyakan kabar saja dia tidak pernah!!"
"Sakit bu hati imah, setiap kali ketemu sodara keluarga selalu menanyakan di mana bapaknya, kemana bapaknya yang mana bapaknya, lalu apa yang harus imah jawab masa iya imah menjawab bapaknya sedang sekolah!" air mata imah pun tidak terbendung lagi
"Ya sabar nak.. ini cuma sementara kalo kamu iri melihat teddy yang bebas seperti itu kamu juga bisa melakukannya cuma ya itu.. anak kamu harus di kasih susu formula"
"Gak bu, imah gak iri terhadap teddy. imah juga gak bakal kaya teddy sibuk dengan dunia nya sendiri hingga melupakan anak istri"
"Iya mah. coba aja dulu anak kamu di kasih sufor biar kamu enak mau tinggal anak, mau pacaran lagi sama teddy"
"Gak bu sampai kapanpun imah tidak akan melepaskan ASI untuk anak imah"
"Aduh imah kenapa kamu sangat keras kepala,, yasudah ibu pulang dulu, ini semua kebutuhan kamu, dan juga uang belanja"
Melihat anaknya menangis ibu imah langsung menenangkannya
"Bagus nak, itu pilihan yang tepat.. menolak apa yang akan terjadi di masa yang akan datang"
Imah menyeka air matanya
"Maksud ibu apa??"
dia nampak tak paham apa yang di bicarakan ibunya
"Seandainya kamu setuju anak kamu di beri sufor, Ya anak kamu akan di bawa terus sama mertua kamu, bahkan suatu saat sudah tidak berjodoh anak kamu pasti mau di ambil.. tapi jika anak mu asi itu tidak mudah terjadi"
"Emm benar juga bu, imah tidak terpikir itu saat bicara tadi. imah hanya kasihan jika rian berhenti asi bukan di waktu yang tepat"
Semakin hari imah semakin terlihat kurus, bukan saja makan yang tidak teratur karena sibuk mengurus anak tetapi ada tekanan batin yang begitu mendalam di pendamnya
Akhirnya setelah imah mengatakan uneg uneg di hatinya ibu terus membujuk teddy agar menengok anaknya
Selama 6bulan teddy tidak pernah membalas chat maupun telpon dari imah.. tapi tiba-tiba hari ini dia datang untuk pertama kali setelah anaknya berusia 6bulan
Tok.. tok tok..
"Asalamualaikum..."
"Siapa?? " tanya imah sambil menggendong rian yang tengah menangis
"Aduh siapa sih bertamu malam-malam begini"
Saat imah membuka kan pintu dia terkejut ternyata yang datang adalah teddy
imah tertegung sejenak hatinya bahagia tetapi juga kecewa.. kenapa kenapa baru sekarang datang menemui kami.. di saat anakmu sudah pandai di ajak bermain.. bisa tertawa.. aku lelah menjaganya sendirian ** dalam hati imah berkata matanya mulai berkaca-kaca
__ADS_1
"Aku boleh masuk?" tanya teddy
"Eh iya tentu saja silahkan"
Saat teddy masuk rumah bapak imah yang baru saja keluar kamar menuju dapur menggurutu
"Dasar anak gak tau diri, kurang aja.. gak ada rasa tanggung jawab b*jing*n "
imah paham siapa yang di maki-maki bapaknya adalah teddy
namun teddy tidak menyadarinya
"Tolong gendong dia sebentar biar aku buatkan minum"
"Ehh gak perlu.. aku sudah beli minum kok tadi sekalian beliin keperluan rian yang abis di kasih catatan sama ibu untuk belanja"
"Ohh.."
Entah setan apa yang merasuki mu. tiba-tiba datang membawa kebutuhan anak.. setelah datang di suruh gendong anak aja gak mau.. kamu pikir dia cuma butuh kasih sayang mamahnya saja.. kamu pikir kasih sayang seorang ayah tidak penting bagi pertumbuhan seorang bayi.. Arhh ingin sekali aku mengucapkan nya dengan lantang. namun aku takut karena ucupanku kamu malah tidak mau lagi datang menjenguk anakmu
"Mahh.. kenapa nelamun??
"Emm gak. kok.. nih ajak main dia ya.. aku mau ke kamar mandi sebentar"
Imah meletakan baby rian di tempat tidur ia paham teddy tidak dapat menggendongnya
"Ehh tunggu-tunggu kalau dia nangis gimana .. aku kan gak bisa diemin" teddy langsung panik saat ingin di tinggal berduaan
"Iyadeh buruan"
imah sengaja meninggalkannya berdua dengan anaknya karena ingin melihat respon teddy kepada anaknya seperti apa
Benar saja baru sebentar imah tinggal baby rian sudah menangis
Dengan panik teddy memberikan segala macam mainan nya namun tetap saja menangis..
"Aduh.. aduh gimana ini.. diam ya diam yaa.." semakin mendengar suara asing teddy baby rian semakin
Dengan pelan-pelan teddy mencoba mengangkatnya
"Duh gimana ya.. patah gak sih badannya.. begini. begini yapss bisaa" teddy memperagakan cara mengangkat baby yang telah di ajarkan ibunya
"Sudah,, sudah diam ya.. " awal di gendong baby rian diam.. saat dia mendengar suara asing baginya dia langsung menangis lagi
teddy membawa rian keluar kamar bermaksud ingin mencari imah
"Ya ampun cucu aku kenapa" ibu imah yang baru saja pulang dari pengajian langsung mengambil rian dari gendongan teddy
dan rian pun langsung berhenti menangis
__ADS_1
"Hufhh syukurlah ibu datang"
"Kemana imah. " tanya ibu
"Ke kamar mandi bu"
"Ohh.. kenapa dia menangis sampai seperti ini biasanya tidak pernah begini"
"Gak tau bu.. teddy gak tau cara diamin nya gimana sudah di kasih mainan sudah di gendong masih saja menangis"
"Mungkin dia merasa asing dengan mu.. itu lah salah diri mu kenapa baru sekarang datang menjenguk anak. hingga dia tidak mengenali bapaknya sendiri"
Teddy seperti di tampar dengan keras oleh kata-kata ibu nya imah
"Iya bu maaf..."
"Bu.. udah pulang ya"
"Kamu ini ngapain sih imah anak sampai menangis kejer seperti itu"
"Duh bu maaf imah mules"
Nyatanya imah sejak tadi hanya duduk di meja makan sambil mengemil buah karena perutnya lapar.. karena saat hendak ke kamar mandi ada bapak tiri imah berada di dalamnya
"awhh kasian anak mamah.. sini nak sama mamah"
"Mah kamu ini gimana sih. kata sebentar saja tapi kenapa malah lama"
"Iya maaf.."
"Sumpah aku takut banget.. aku gak ngerti cara tenangin dia nangis"
"Yahh aku juga dulu begitu.. bahkan pernah di suatu waktu anak nangis gak mau diem udah segala cara dilakuin masih nangis dan akhirnya aku ikutan nangis juga"
"Yeah.. gak separah situasi kamu barusanlah..."
teddy hanya terdiam mendengar perkataan imah..
"Hmm aku pulang ya malam ini"
"Kenapa bukannya besok gak sekolah"
"Iya.. tapi aku...
belum selesai berbicara imah telah memotongnya..
dengan kesal imah menjawab
"Mau nongkrong bareng teman.. mau ngamor.. sok atuh silahkan. makasih udah nyempetin waktu kesini"
__ADS_1
"Ehh gak. gak. .. yaudah iyaa gak pulang"