
Keesokan Paginya saat imah sudah siap memakai sepatu untuk pergi sekolah dan sudah membuka pintu pagar
"Imah.. tunggu.." teriak eli dari teras atas
Imah melihat ke teras bawah tidak ada eli, melihat ke kiri kanan juga tidak ada
"Di atas woi,, aku pake kerudung dulu tungguin"
"Gak pake lama!" jawab imah
Imah pun menunggu eli sambil memetik bunga mawar di dekat pagar
"Hemm wangi banget"
"Iya wangi sewangi cewek yang di depan aku"
Imah pun menengok ke belakang
"Apaan sih" jawab imah
"Mana eli mah?" tanya fahri
"Diatas lagi pake krudung, kamu jemput eli?
"Iyah lah, kecuali pacar aku kamu baru aku jemput kamu"
"amit amit cabangbayi . yaudah bilangin eli aku duluan"
Saat imah sudah keluar pagar eli baru saja keluar dari pintu..
"Imah... kan tadi aku udah bilang tungguin aku"
Imah hanya menengok kebelakang dan terus berjalan
"Loh beb kan ada aku yang jemput kamu"
"Apaan sih sana sana jemput aja tuh adek-adekan kamu"
"Ya ampun beb kan aku sudah minta maaf"
"Udah lah sana aku mau jalan kaki ke sekolah"
Eli pun berlari kecil untuk menyusul imah
"Cepet banget sih mah jalannya"
"Hari ini aku piket kebersihan"
Di susul oleh fahri dengan motornya yang berjalan sangat pelan demi membujuk eli
"Ayo dong beb naik, bareng aku aja nanti kaki kamu sakit loh jalan kaki ke sekolah"
"Gak mau!! "
"Jangan marah lagi beb, malu ah di liatin orang begini di jalanan"
__ADS_1
"Malu? yaudah sana duluan"
"Maafin aku beb janji gak bakal chatingan sama cewek-cewek lagi
"Udah kenyang makan janji"
Eli pun bersikekeh tidak mau di bonceng fahri
Hingga akhirnya sampai di sekolah, dan fahri pun sudah sampai duluan ke dalam kelasnya
Banyak lelaki yang menatapnya berjalan, dan bersiul untuk menggodanya
"Ih aku baru tau loh cowok-cowok disini pada genit gabisa liat cewek cantik dikit di godain" ucap eli dengan PD nya
"Ya begitulah mereka setiap hari, jangan di hiraukan" jawab imah karena dia terbiasa di goda namun dia hanya mengabaikannya
"Adek manis tungguin dong, kita barengan masuk sekolahnya" goda salah satu lelaki yang bergerombolan
"Adek. adek.. gak liat apa aku pake rok abu-abu kita kan sama-sama SMK" jawab eli ketus
"Hiya siapa juga yang panggilin kamu, orang kita-kita pada nyapa si imah kok"
"Anj*r malu banget aku sumpah " Eli pun berlari meninggalkan imah
"Udah aku bilangin jangan di hiraukan eh masih aja,, malu sendiri kan jadi nya hahaha" imah pun tertawa melihat eli berlari karena malu
"Aduh imah senyumnya bikin hati meleleh apalagi di tambah lesung pipinya "
Imah menengok ke arah cowok yang berbicara dengan tatapan pembunuhnya
Cowo itu pun lari karena di tatap imah seolah menusuk ke jantung
Imah pun berjalan menuju kelas dan di depan kelas sudah di hadang oleh teddy yang menatapnya sejak masuk pagar sekolah
Saat imah sudah dekat teddy tidak menyapanya namun hanya memberikan senyuman
"Apaan sih, minggir sana"
"Gak, bales dulu senyuman aku baru aku mau minggir"
"Gak jelas sana-sana " imah mendorong-dorong teddy hingga ia bisa melewati pintu dan masuk ke kelas
Imah meletakan tasnya di meja lalu ia mengambil sapu untuk membersihkan kelas karena hari ini adalah piketnya
Saat imah sudah selesai menyapu, selalu saja ada sampah yang tertinggal, lalu di pungutnya dan membuangnya ke tempat sampah
Saat kembali ada lagi sampah dan masih ia pungut lalu membuangnya
Tidak sengaja imah melihat bayangan di kaca jendela dan ternyata teddy yang sejak tadi menjahili nya
Imah hanya cukup sabar dan mendiamkan
Tapi,, saat imah hendak kembali ke kursi ada lagi sampah dari bungkus permen
"Pungut!! imah menunjuk sampah itu sambil melotot ke arah teddy
__ADS_1
teddy pun seolah-olah tak tahu dan tak mendengar imah
"Aku bilang pungut, dengar gak sih brakk.. " imah mendorong meja ke arah bangku teddy
Teman sekelas pun hanya tecengang melihat itu
Teddy hanya terdiam seolah tak ada yang berbicara kepadanya
"Ih brengs*k banget sih " Saat imah hendak menampar teddy tangannya di tangkap lalu teddy mencium tangan imah
"Wow.."
"Keren"
"So sweet..."
Sorak tema-teman yang melihat kejadian itu
Spontan imah langsung menetis tangan teddy dan langsung menendang burung puyuh nya teddy
"Aww sakit.. aw aw aww.. sakit banget" teddy memegangi burung puyuh nya
"Mampus, sekali lagi kamu gak punya etika dan sopan santun di dalam kelas ini bakal lebih parah dari ini balasannya " imah pun tersenyum seolah mendapat kemenangan
sebagia dari cowok-cowok teman sekelas imah menutup mata melihat kejadian itu
dan sebagian ikut merasakan sakitnya sehingga mereka ikut memegang burung puyuh nya
"Wow.. pahlawan wanita kita" Rosa mengacungi imah dua jempolnya
"Keren mah, jangan mau di remehih sama cowok " jawab inuy yang baru saja masuk kelas dan melihat imah menendang burung puyuh teddy
Tet. tet... Tetet...
bel masuk pun berbunyi
Teddy masih memegangi burung puyuh nya tetapi dia tidak menyerah, dia merasa tertantangi oleh sikap imah yang sulit di dekati
Imah pun duduk di kursinya sambil melamun mengingat kejadian tadi
"Gila banget tuh cowok berani cium tangan aku di depan banyak teman-teman" gumam imah dalam hati
"Apa bener ya katanya inuy dia suka sama aku"
"Idih amit-amit deh jangan sampe aku punya pacar begitu " dalam hati imah
"Ihh ihh "
"kamu kenapa mah" rosa merasa heran melihat imah seperti ke geli an sendirian
"Eh hehee gak papa ko" jawab imah
"Oh iya jurnal pelajaran udah di ambil apa belum" tanya imah
"Udah tuh di ambil sama zidan"
__ADS_1
"Ohh yaudah "
Zidan pun datang membawa jurnal dan di susul oleh guru pelajaran pertama