Janda Dibawah Umur

Janda Dibawah Umur
Eps 19. Kendala Jalan Pintas


__ADS_3

Libur sekolah telah usai kini imah sudah kelas sembilan ..


Perlahan imah mulai move on.. di bantu dengan sahabat nya yang terbaik kini imah sudah bisa melewati masa-masa sedihnya, setiap hari marina selalu ke kerumah imah kadang ke taman patung, jogging sore baca novel bareng pokoknya marina tidak membiarkan sahabatnya itu untuk mengingat masa kelamnya itu..


Kring.. kring .. kring..


Alarm sudah berbunyi namun imah masih mengantuk ia bangun hanya untuk mematikan alarm nya, karena terbiasa saat liburan ia selalu bangun jam delapan atau sembilan pagi.


dan kini alarm berbunyi sudah pukul 06.00


Eli pun bangun mendengar alarm imah, ia meraba-raba ke bawah bantal untuk mencari ponselnya..


"Astaga" ia terkejut melihat jam


"Hari ini kan aku pertama kali sekolah masuk pagi"


Ia melihat imah yang masih tertidur lelap pun membangunkannya


"Mah.. mahh" eli menggoyang-goyangkan badan imah


"emmh" sahut imah namun matanya masih terpejam


"bangun mah, hari ini kan kita sekolah"


"iyaa" Imah membuka matanya melihat ke arah jam kecil di atas meja lalu ia tidur lagi


"Yaudah kalo gak mau bangun aku mandi duluan biarin lo terlambat"


Beberapa menit kemudian eli sudah selesai mandi namun imah masih tertidur nyenyak di ranjang


"imah bangun... " eli sambil membuka kelopak mata imah


"Ahh " imah malah berbalik badan


"Mah entar terlambat loh"


"tuh hp kamu bunyi mulu siapa tuh yang nelpon"


Imah pun bangun,, membuka matanya dan duduk di atas ranjang


"Emm apaan" imah mengangkat telpon


"Iyaiyaa tau" jawab imah


"Iya bawel banget sih gak bakal terlambat murid teladan mah"


Ternyata yang menelpon adalah sahabatnya,, marina tahu kebiasaan imah setelah libur sekolah pasti susah bangun pagi jadi ia berusaha membangunkannya dengan menelpon imah terus-terusan


Eli sudah siap pakai baju namun imah baru turun untuk pergi mandi..


"Ya ampun kenapa sih pake acara habis segala ni sabun" gumam imah sambil keluar dari kamar mandi


"Tan stok sabun mandi abis ya ko gak ada di tempat biasa"

__ADS_1


"Aduh iya mah tadi malam mau belanja tante malah lupa, kamu pergi beli dulu ya di warung sebelah"


"Yah tante udah telat ni"


"Gak,, di sebelah doang kok belinya,,nih " tanti Masti memberikan uangnya


Imah pun pergi keluar rumah untuk membeli sabun,,


"untung aja tadi udah sikat gigi duluan jadi gak ada liur basi deh" gumamnya sambil mengaca di spion motor


"Ya allah kenapa tutup ni warung kemana ya aku beli"


imah pun berlari ke warung yang agak jauh sedikit dari rumahnya


"telat dah ni gue" dalam hati sambil terus berlari ke arah pulang


benar aja saat udah sampai di rumah marina sudah ada di teras


"Ya ampun mah darimana lo kok belum mandi sih"


"abis beli sabun dah lah kalo mau duluan ya sana-sana aku mau mandi"


"Gak ah aku nungguin kamu aja"


"Yaudah aku mandi dulu ya"


"Iya buruan"


Eli sudah berangkat di jemput fahri


"tumben kalian belum berangkat, nanti terlambat lohh" ejek fahri


"tau nih mereka, udah ah ayang buruan nanti terlambat"


dengan rok yang masih kusut tanpa di setrika imah keluar.. buruan mar telat nih udah jam 06.55


sedangkan bel masuk berbunyi jam 07.15


Mereka pun berlari pergi ke sekolah melewati jalan pintas agar cepat sampai.. namun saat melewati jembatan kecil imah tidak sengaja menginjak batu kerikil di pinggir jembatan hingga ia terjatuh


"Aw" imah terduduk di ujung jembatan


"Eh mar ko bisa jatoh" bukannya nolongin Marina malah tertawa terbahak-bahak melihat Temannya itu terjatuh seperti anak kecil


"Aahh inaa sakit tau" imah merengek


"Yaudah sini aku bantu berdiri, udah gak papa kan" marina menepuk-nepuk rok imah yang kotor terkena debu


"Yahh sepatu ku mana sebelahnya" imah menengok kesana kesini tidak menemukan sepatunya


"Itu mah sepatu kamu larut...."


"kejar.." teriak imah berlari sambil mengangkat rok panjangnya

__ADS_1


"Ambil ranting mah cepetan" seru marina


"mana mana gak ada mar"


"itu buruan didekat motor ada ranting kayu" menunjuk ke arah motor yang terparkir di bawah pohon kayu


Imah pun berlari mengambil ranting yang di tunjuk marina


"nih mar, cepetan raih"


untung saja imah memakai sepatu pantofel hingga saat terjatuh di anak sungai tidak tenggelam..


"Akhirnya.. dapat juga"


"Yey gak jadi di marahin mamah"


"Lah emang kenapa mamah kamu marah mah"


"Kalo gak dapat kan pasti aku minta beliin yang baru, pasti mamah aku marah-marah dulu bari di beliin"


"Hahahaa cepetan pake nih liat" marina menunjukan jam tangannya 07.15


"Ya ampun telat mampus lah kita" ujar imah


"cepetan lari aku ada jalan pintas biar cepat"


imah pun segera berlari menyusul marina yang sudah di depan


"Hah kok lewat sini mar" melihat ke arah pintu kecil untuk memasuki kompi tentara


"Iya buruan lewat sini cepat tau"


Imah pun mengikuti saja arahan marina untuk cepat sampai ke sekolah, kebetulan sekolah mereka bersebelahan dengan kompi tentara


Baru saja imah melangkah ke satu kaki untuk masuk sepertinya ada yang menahannya


"Aduh mampus tas lagi yang nyangkut nih" gumam imah


saat ia melihat ke belakang ada 2 tentara yang berdiri di belakangnya yang satu lagi sedang memegangi tas imah


"Aduhh ampun pak ampun om jangan di hukum" imah memohon dengan muka melas


marina sudah ingin memasuki gerbang sekolah baru sadar bahwa imah sudah tidak ada lagi di belakangnya


"Imah kemana ko ilang sih, apa dia duluan ya, tapi kok aku gak liat, apa jangan-jangan dia ketahuan ya sama para tentara" gumam marina


Saat sudah ingin berbalik, bapak kepala sekolah sudah berdiri di belakang marina


"Mau kemana? masukk!!" dengan ciri khasnya kepala sekolah yang tegas dan jika marah matanya selalu saja melotot


"ehh iya iya pak ini juga mau masuk"


"Duh gimana nih imah maafin aku deh maaf"_ dalam hati marina berbicara

__ADS_1


__ADS_2