Janda Dibawah Umur

Janda Dibawah Umur
Eps 20. Murid baru


__ADS_3

Imah ketahuan tentara terlambat masuk dan lebih parah lagi ia menerobos pintu masuk tentara yang di gunakan untuk darurat


"Kenapa kamu terlambat sekolah"


"Sebenarnya gak terlambat pak, tadi sepatu saya jatuh ke anak sungai di gang sebelah jadi harus ngejar dulu, untung gak tenggelam masih bisa di ambil pake ranting kayu" curhatnya sedih sambil memasang wajah melas


"Ahh bohong kamu" sahut tentara satunya


Sebelum menjawab ia melihat nama di atas saku tentara muda itu


"Ih beneran saya pak liat tu kaus kaki saya aja ikutan basah gara-gara sepatu saya basah"


"Mohon jangan di hukum saya pak maaf janji gak bakal terlambat lagi" menyatukan tangannya sambil menunduk


"Kenapa kamu menerobos pintu darurat ini"


"Iya karena saya lagi darurat pak"


"Darurat apanya, itu di langgar oleh pihak kompi"


"Maaf pak irwan yang muda ganteng yang baik Hati karena saya hampir terlambat agar tidak terlambat jadi saya mau lewat jalan pintas ini"


"Oh manis sekali mulut kamu anak muda,, kelas berapa kamu" jawab tentara yang lebih tua


"Saya baru kelas sembilan om"


"ikut saya ke depan"


Imah di bawa ke depan gerbang ternyata hari ini bukan hanya dia sendiri yang terlambat melainkan banyak murid SMP dan SMK juga


Satu persatu mereka di tanya apa alasan mereka terlambat sekolah


semua di hukum jalan jongkok untuk berjalan menuju kelas kecuali imah ia hanya di hukum skot jam 10 kali


Saat imah sedang menjalankan hukumnya datang seorang siswa SMP yang terlambat juga ia langsung menerobos gerbang


Para tentara yang melihatnya pun langsung menariknya di kuping


"Enak sekali kamu ya sudah terlambat muka gak tau- tau asal masuk aja"


tentara itu menarik siswa laki-laki itu ke depan gerbang


"Aw sakit sakit lepasin pak" jawab siswa itu


Imah yang melihat itu pun cekikikan


"Kenapa kamu ketawa apa kamu mau di jewer juga" tanya pak irwan tentara


Imah pura-pura tergelincir dan kesakitan agar bebas dari hukumannya

__ADS_1


"Aw ampun pak. aduh sakit sekali kaki saya ampun pak"


"Kenapa itu sepatu kamu basah, bangun- bangun kamu kencing di celana ya" tanya tentara lainnya


"Ih gak pak tadi sepatu saya terjatuh jadi basah"


siswa laki-laki itu membalas menertawakan imah.


Imah yang jengkel hanya bisa memelototi nya sekilas ia melihat nik namanya


"Sana- sana masuk awas kalo besok terlambat lagi" seru pak irwan tentara


"Aduh bapak irwan memang yang terbaik" imah pun berlari memasuki gerbang sekolah


"Tuh lihat langsung sembuh kakinya wan" ujar bapak tentara lainnya


Pak irwan hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah imah itu


"Kamu skot jam 30 kali"


"Baik pak"


Ternyata imah ketinggalan pelajaran di jam pertama, jadi imah menunggu di perpustakaan untuk jam pelajaran kedua


Saat bel ganti jam pelajaran berbunyi imah langsung masuk ke kelasnya


"Kenapa dia ada di sini" gumam imah dalam hati sambil melihat sinis ke murid laki-laki itu


"Ros itu siapa sih murid baru ya" tanya imah kepada teman sebangku nya


"Ya bisa di bilang begitu"


"Ko aku baru liat sih, kenapa juga dia mesti di kelas kita"


"Awalnya dia di kelas sebilan B di pindah kesini karena wali kelasnya gak tahan sama nakalnua dia"


"Hah serius ros"


"Yaa" jawab rosa menaikan kedua alisnya


"Anak-anak ini adalah teman baru kalian sebeblumnya dia ada di kelas B dan sekarang dia di pindahkan disini"


"Imah silahkan tambahkan nama dia di absen kelas"


" Ya bu.."


Imah pun membawakan buku absen serta pulpen,,


"Nih tulis sendiri " brak imah menghempaskan buku itu di meja

__ADS_1


Murid baru itu hanya tersenyum tipis.. ia pun menulis namanya


"Fernandy Teddy"


Ya itulah nama murid baru itu


Jam pelajaran kedua segera berakhir dan seluruh siswa siswi ribut di dalam kelas bahkan ketua kelas pun tidak bisa menanganinya


"Brakk. Woii diam" imah menggebrak meja lali memototi teman-temannya yang ribut


Semua langsung diam tidak ada yang berani melawan imah apalagi melihat matanya seakan mata nya akan membunuh mereka, itulah ciri khas imah saat marah


Imah juga murid terpercaya di kelas karena dia berprestasi selalu mendapatkan peringkat 1 dari awal masuk SMP


"Sekali lagi kalian ribut bakal aku catat namanya dan aku kasih ke wali kelas biar nilai kalian di kurangin" ancam imah


Tidak ada murid yang bersuara kecuali Teddy yang sengaja menggendang-gendang meja agar imah marah


"Eh kamu murid baru gak usah ribut!!"


Teddy berhenti bergendang lalu ia bersandar di kursi dan menaikan kakinya ke meja


"Sopan sedikit kamu murid pindahan aja belagu" imah menendang kursi yang di duduki teddy


teddy tidak menjawab ia hanya tertawa kecil


"Lucu banget sih ni cewe kalo marah, karakternya juga gampang banget berubah-ubah" gumam teddy dalam hati


Mulai sejak saat itu Teddy gemar membuat keributan di kelas agar imah menegurnya atau memarahinya


Sudah hampir satu bulan sudah banyak cara imah lakukan agar teddy di pindahkan di kelas lain sudah membujuk wali kelas dan guru-guru pelajaran yang akrab dengannya tetapi tetap saja teddy masih berada di kelas yang sama dengan imah


"Eh ted hebat sih kamu betah banget di marahin imah tiap hari, yang aku liat sih kamu sengaja ya bikin dia marah" tanya Zidan


"Gak lah dan"


"Emang kamu gak takut kalo lihat imah melotot matanya udah kaya mau keluar apalagi tatapan sinisnya nusuk banget ke jantung"


"Hahahaa masa sih bagi ku malah lucu dia kalo marah-marah "


"Ohh aku tau kamu suka ya sama dia"


Teddy hanya tersenyum


"Udah ah aku mau balik kelas, makan dan minum mu biar aku yang bayar"


"Wihh banyak juga sangu kamu ya gaya..."


"Gak ah dikit aja ko"

__ADS_1


"Makasih ya"


"Ya, aku duluan balik kelas"


__ADS_2