Janda Dibawah Umur

Janda Dibawah Umur
Eps 36. Bunuh Diri


__ADS_3

Semenjak ibu imah memutuskan untuk menikahkan imah, imah sudah tidak di ijinkan ke sekolah lagi dengan alasan sakit..


Sebenarnya imah memang sakit, karena tubuhnya terlalu lemah meminum berbagai macam jamu dan obat-obatan membuat badannya menjadi lemas, bahkan untuk berbangun dari tidurnya pun harus di bantu..


Para guru yang mengetahui kasus imah waktu itu pun sudah mulai curiga, hingga beberapa guru memutuskan untuk menjenguk imah di rumah ibunya


Sesampainya di rumah imah


kepala sekolah Bu Sri dan Bu lina melihat imah yang terbaring lemas di tempat tidur


"Sebenarnya imah ini sakit apa bu" tanya bu sri


"Sepertinya maag nya kambuh bu, soalnya sudah beberapa hari ini makannya tidak teratur"


"Sebaiknya imah segera di bawa periksa saja bu, agar di berikan obat lalu bisa cepat pulih" saran bu Lina


"Iya, karena bulan depan sudah ujian nasional kasian kalo imah ketinggalan banyak pelajaran" jawab bu sri


"Emm anu bu.. " ibu imah mulai bingung harus bercerita bagaimana


"Sebenarnya imah sudah tidak di izinkan bapaknya sekolah lagi bu"


"Hah maksud ibu seperti apa? bulan depan sudah UN sedangkan ibu ingin memberhentikan imah sekolah"


"Iya bu, sebenarnya imah sedang mengandung... jadi..."


"Serius bu,, jadi ini penyebabnya imah tidak di izinkan sekolah lagi" jawab bu sri


"Iya bu, Sedangkan fisik imah sangat lemah saya takut terjadi apa-apa kepada imah saat di sekolah"


"Sebenarnya bisa saja bu imah bersekolah lagi,,, dengan memakai pakaian yang longgar di tutupi kerudung yang panjang"


"Duh bu,, saya takut ketahuan malah makin malu, fisik imah juga tidak memungkinkan untuk bersekolah"


"Ibu imah,, tolonglah bulan depan sudah UN sangat di sayangkan jika imah tidak mengikuti nya akan sia-sia 3 tahun ini dia bersekolah sudah berapa biaya yang di keluarkan.. tolong di usahakan bu" bu sri bersikeras ingin imah tetap sekolah


"Iya bu, sebenarnya juga saya sangat ingin imah lulus namun saya kasihan kepada anak saya bu"


Saat kepala sekolah dan ibu imah sedang berdebat tiba-tiba imah menangis di kamarnya


"I..ibu.."


"Kenapa mah, ada apa kenapa menangis"


Bu sri dan bu lina pun menyusul ke kamar imah


"Bu, da..da.. i..mah sakit..." Dengan suara yang pelan dan terputus-putus ibu meringis kesakitan ibu hampir tidak memahami tapi ibu melihat imah memegang dadanya dan kelihatan sangat kesakitan


"Ambilkan air hangat bu, sepertinya nafasnya sesak" saran bu lina

__ADS_1


ibu imah pun segera mengambilkan segelas air untuk imah


"Minum dulu mah" ibu membantu membangunkan imah


Imah pun meminum sedikit air dari gelas itu kini sakitnya semakin menjadi-jadi


Hingga imah nangis sesegukan


"Tenang mah tenang.." ibu memeluk imah untuk menenangkannya


"Di bawa ke dokter aja bu imah nya" saran bu sri


"Kita ke dokter ya,, tunggu kakak kamu datang dulu.. kamu diam tenang dulu mah"


imah mengeleng-gelengkan kepalanya menandakan dia tidak mau


Cukup lama imah menangis setelah beberapa saat sakitnya mereda dan imah pun tertidur bersandar kepada ibunya


"rebahkan saja bu, biarkan saja dulu dia istirahat" kata bu lina


Ibu pun merebahkan imah dan menyelimutinya


"Lihat sendiri kan bu, bagaimana fisik imah sepertinya tidak memungkinkan untuk kembali ke sekolah"


"Iya, karena itulah seseger mungkin membawanya ke dokter bu agar du periksa sakit dan kandungannya"


"Iya bu saya juga sangat berharap imah bisa mengikuti UN meski dengan keadaan seperti ini bu"


"Semoga saja keadaannya imah segera membaik bu kami pamit dulu ya"


"Iya bu silahkan hati-hati dijalan ya"


Sebenarnya imah tidak tidur saat gurunya datang..


Dan dia mendengar semua percakapan ibu nya dan gurunya


"Ya allah aku sungguh menyesal, mengapa aku sebodoh ini terjerumus di pergaulan bebas, du butakan cinta, aku sangat menyesalinya, seandainya aku bisa memutar waktu, tidak bakal ku lakukan ini semua, dan aku bakal jadi murid terbaik di sekolah dan menjadi kebanggaan orang tua ku" imah berkata didalam hatinya sambil berlinang air mata


Sampai malam tiba teddy terus menghubungi imah banyak panggilan dan chat dari teddy


Saat imah ingin mematikannya malah salah pencet dan malah mengangkatnya


"Halo mah..."


Karena sudah terlanjur mau tidak mau imah menjawabnya


"Hm"


"Kamu gak papa kan??? kenapa kamu gak pernah mau jawab dan balas chatku"

__ADS_1


"Gak papa"


"Masih marah ya, maaf mah aku pusing banget aku gak tau harus bagai mana kepala ku terasa mau pecah mikirin masalah kita"


"Kepalamu mau pecah, Nih aku sudah mau mati disini kamu gak tau kan"


"Hah maksudnya gimana mah, kamu sakit, kamu gak papa kan??


"Gak papa apanya setiap berkali-kali aku di suruh minum obat, setiap hari aku di suruh minum jamu yang pahit, sampai mulutnya pun terasa pahit makanan manis pun jadi pahit, aku di injak-injak anak ku mau di bunuh aku mau mati teddy.. b*ngsat!! kamu disana enak masih bisa sekolah aku disini bangun aja gak bisa. kamu disana masih bisa ngumpul sama teman-teman aku disini mau mati kesepian


Kamu b*jingan .. gak bertanggung jawab aku benci kamu.....


Brakk.. imah melempar hpnya ke dinding hingga rusak


"Maaf mah" mah imahhh"


namun telponnya sudah terputus


Imah menangis sejadi-jadinya, dia merasa sangat tertekan dengan keadaan ini, imah bahkan sudah mulai depresi ringan karena banyak pikiran dan melihat obat pun dia sangat ketakutan


Imah sempat berpikiran ingin bunuh diri, dia sudah menggores lengannya dengan silet pertama hanya luka berdarah dan tidak dalam saat ingin menggores kedua kalinya silet itu langsung di rebut oleh ibunya


"Imah apa-apaan kamu"


"Gak bu, lepasin.. imah gak mau malu-maluin ibu,, lepasin bu..."


"Imah lepas,, istigfar mah, nyebut mah nyebut"


"Gak bu,, imah mau mati aja"


"Astagfirullahalazim mah,, nyebut mah, kamu tidak boleh mendahului allah"


imah bersikekeh tidak ingin melepas silet itu


"Windy, tolong win,,,, adek kamu ingin bunuh diri"


"Ya allah imah istigfar mah kamu gak boleh begini, berani berbuat berani bertanggung jawab"


karena imah di pegangi oleh dua orang akhirnya imah pun menyerah, namun sudah banyak darah yang menetes dari lengannya


Windy dan ibu segera membawa imah ke klinik terdekat untuk mengobati lukanya


"Syukurlah bu sayatannya tidak mengenai nadi nya, jadi nyawa anak ibu masih terselamatkan"


"Oiya dok, apakah bisa sekalian mengecek kandungannya??


"Oh iya bisa ibu, silahkan ke ruang Ibu&anak di sebelah sana"


Hayoo yang pada nungguin update an eps nya.. pada penasaran gak sudah berapa bulan usia kandungan imah... tunggu eps selanjutnya yaa .. dan jangan lupa dukungannya like komen agar aku makin semangat update 😍

__ADS_1


__ADS_2