
Akhirnya imah terlepas dari tekanan yang selama ini membuat dirinya terpojok.
Perlahan imah melupakan masalalu yang kelam,, dan menjalani hidupnya dengan damai
"Syukurlah wajahmu tidak sedikit pun menyerupai dirinya,, tidak terbayangkan jika wajahmu sama persis dengannya bagaimana mungkin aku bisa melupakan masalalu yang sangat kelam itu" kata imah sambil menatap wajah anaknya yang tertidur lelap
"Semoga allah selalu melindungi memberikan kesehatan dan rezki yang berlimpah nak, begitu pula untuk ibu mu ini.. semoga ibu tetap bisa bertahan menjadi orang tua tunggal bagi mu " cup imah mengecup dahi anaknya
Semakin kesini ferdy dan ifan sibuk bersaingan demi mendapatkan imah... namun imah belum bisa membuka hatinya ..
Luka lama saja belum sembuh bagai mana mungkin aku ingin mengukir luka baru
"Pliss mah,, tunggu aku 6 bulan saja. setelah itu aku akan datang meminangmu" kata ferdy di depan teman-temannya
"jangan kaya gini,, " imah menarik tangan ferdy agar berdiri karena tadi dia setengah jongkok untuk memohon kepada imah
"Aku gak bisa nerima kamu begitu aja, kita jalanin saja dulu tetapi aku tidak ingin memastikan status yang kita jalanin saat ini"
"Kenapa begitu mah, aku ingin kita pacaran.. agar aku lebih semangat bekerja menabung untuk melamarmu" kata ferdy
"Gak bisa fer,, jodoh itu gak ada yang tau.. kota bisa berencana tetapi tuhan yang menentukan.. lagian aku masih ingin sendiri untuk mengobati luka hati ku ini" imah pun bergegas meninggalkan ferdy
"Tapi mah... " namun imah sudah pergi meninggalkan ferdy
"Tenang, masih ada harapan selama dia bukan milik siapa-siapa " semangat dari teman ferdy
Di sore hari di saat imah sudah bergegas ingin pulang ifan datang menghampiri imah sengaja untuk mengajak pulang bersama karena rumah mereka searah
"Mah pulang bareng mau?"
"Emm gimana ya" jawab imah ragu
"Kayanya gak bisa deh.. soalnya aku udah mau di anterin sama bibi aku "
"Yahh gitu ya . yaudah deh besok aja kita pulang bareng ya"
"Maaf ya fan, tapi aku gak janji besok bisa pulang bareng"
"udah gakpapa besok aku kesini lagi jemput kamu, yaudah aku duluan ya"
"iya fan hati-hati"
Bibi melihat imah dan ifan mengobrol dari kejauhan..
"Loh mah kamu pacaran sama ifan ya?"
"hah kata siapa bi,,, enggak kok"
"Hati-hati loh mah... dia itu playboy suka selingkuh"
"Ahh yang bener bi? kami cuma temenan kok"
"Oh bagus deh kalo cuma temenan, yaudah ayuk pulang takutnya anak kamu nungguin"
"iyaa bi, sini biar imah aja yang bawa motornya "
Sesampainya di rumah baby rian sudah menunggu imah bersama neneknya di depan rumah
__ADS_1
"hallo sayang mamah... nungguin mamah yah"
"Iya nih mamah lama banget pulangnya " ibu imah menyuarakan baby rian
imah dan anaknya pun segera berpelukan
"Sudah minum susu belum??
"lagi gak mau makan tuh mah, minum susu cuma sekotak aja" jawab ibu imah
"kenapa anak mamah.. coba mamah liat mulutnya,, buka mulut aaa"
baby rian pun menurut perkataan imah
"Uhh sayangku sariawan lagi ya.. nanti kita beli obat yaa"
"sekarang gimana kalo kita jajan??
Dengan gembira baby rian tertawa sambil membentangkan tangannya agar di gendong oleh mamahnya
Dengan mata yang besar kulit putih hidung yang pesek dan pipi yang berlubang kiri kanan membuat siapa saja gemas melihatnya.. baby rian sangat mirip dengan mamahnya terlebih lagi saat mereka sama sama tersenyum lesung pipi yang sama sudah seperti pinang di belah 2
Malamnya baby rian mulai rewel karena sariawan di lidahnya yang memutih..
imah bingung harus pergi dengan siapa karena di rumah sedang tidaka da kendaraan
Di saat yang sama ifan menelpon bermaksud mengajak imah makan di luar
dengan keadaan seperti ini imah berkata jujur
"Maaf aku gak bisa keluar, anaku sedang rewel dia sakit"
"Sariawan.. biasanya aku selalu ada sedia obatnya tapi sekarang kehabisan"
"Gimana kalo aku aja yang beliin"
"Jangan.. aku takut kamu salah beli obat nya"
ibu imah yang mendengar percakapan mereka di telpon pun menyahut
"Ya sudah kalian pergi saja berdua biar rian mamah yang jaga. kasian dia pasti tidak bisa tidur kalo tidak minum obat"
ifan dan imah terdiam sejenak
"Tunggu apa lagi.. sudah cepat datang ke mari"
kata ibu imah
"iyaiyaa bu" jawab rian
rumah ifan dan imah tidak terlalu jauh hanya berjarak sekitar 10 menit sudah sampai
Baru saja ifan sampai belum sempat memberi salam kepada ibu imah
imah langsung menaiki motor
"Ayo cepat aku takut dia tidak berhenti nangis nanti malam" kata imah
__ADS_1
"Ohh iya iyaa. saya permisi dulu bu" jawab ifan
"Iya cari di apotek terdekat saja, agar cepat kembali"
"Siap bu, kami jalan dulu"
Sudah 3 apotek yang di datangi ternyata obat itu lumayan sulit di cari
Akhirnya di apotek ke 4 imah mendapatkannya namun harganya hampir 2kali lipat dari yang biasa dia beli
"Yaudah gak papa aku yang bayar" kata ifan
"Eh jangan ada kok uangnya..."
"udah simpan aja uang kamu.. biar aku yang bayar"
Setelah membayar ifan bergegas pulang
"Ayok.. nanti anak kamu makin nangis nyari kamu"
"Eh iya.. tapi gak kok dia lebih lengket sama neneknya daripada aku hehe"
"Oh gitu ya tapi kan dia butuh obat ini secepatnya pasti dia susah makan dan minum kalo lagi sariawan gitu"
"iyaa kamu kok tau sih"
"Emm aku punya keponakan jadi tau hehe"
"ohh gitu yaa"
yaa begitulah obrolan mereka di jalan.. dan saling mengenal satu sama lain akhirnya sampai di rumah
"Aku langsung pulang aja ya"
"Eh mampir aja dulu makanan sebanyak ini siapa yang makan aku cuma berdua sama ibu aku di rumah" ifan membeli beberapa makan dan cemilan untuk di bawa pulang
"Ya kamu aja abisin biar gendut hihiii" ledek ifan
"kamu bawa aja separoh gimana. ini makanan beratnya buat kamu aja"
"Gak. aku mah gampang kalo mau ya beli lagi.. salam ya buat ibu kamu aku pamit pulang"
"Eh beneran nih gak mau di bawa, yaudah deh hati hati dijalan"
"Oh iya salam buat anak kita. semoga cepat sembuh"
"Iya iyaa. makasih banyak ya fan buat malam ini"
"Sama-sama .. next kita Jalan bareng sama anak kamu"
"Insya allah gak janji.. "
,
"Oke bye "
Imah pun segera memberikan obat itu kepada anaknya tidak untuk di minum tetapi hanya di oleskan saja
__ADS_1
Setelah di berikan obat tersebut baby rian perlahan bisa tertidur pulas
"Cepat sembuh anak mamah" cup mamah muda itu mencium pipi anaknya yang tembem