
Di minggu sore telpon imah berdering namun imah tidak mendengarnya karena sedang asik mengobrol dengan ibunya,,
"Gimana udah betah ya tinggal di rumah paman, sampe gak mau di jemput pulang" sindir ibu sambil bercanda
"Ahh mana ada bu, kalo udah betah mah imah gak bakalan pulang" hehee imah pun membalas candaan ibunya
"Iya iyaa.. sekolah yang bener ya nak, gak kasian liat ibu cari uang buat sekolahin kamu, tuh liat kakak kamu juga kerja keras buat bayar bulanan sekolah kamu"
"Iya bu, iyaa imah janji bakal sekolah bener-bener buktinya dari kelas 7 sampai sekarang imah peringkat pertama mulu"
Imah pun memeluk ibunya, dan ibu pun mengusap kepala imah
"Imah mau buktiin sama tuh orang kalo imah bisa lulus sekolah dan bakal tagih janji orang itu kalo imah lulus biar dia malu"
Orang yang di maksud imah adalah bapak tirinya, yang selalu meremehkan imah dan menyamakannya dengan kakak-kakaknya imah yang hamil di luar nikah dan bahkan ada yang tidak lulus sekolah
"Iya nak, kamu harus buktikan kalo dirimu berbeda dan bisa membanggakan orang tua"
"Iya mah, imah ke kamar dulu ya mau rebahan"
"Ya, angkat dulu jemuran pakaian kamu, harinya sudah mulai mendung nanti hujan"
"Siap bos!!!" imah mengangkat tangannya seakan hormat kepada komandan
Ibunya pun hanya tertawa melihat tingkah imah
Saat berapa di kamar imah mencari-cari hp nya dan tidak menemukannya di sana
"Bu ada liat hp imah gak?" tanya imah yang menongolkan kepalanya di pintu kamar
"Itu di bawah meja tv mah tadi ibu denger ada bunyinya"
Imah pun mengambil hp nya
"Ya ampun!! "
"Ada apa mah ??"
"Eh enggak bu, ini temen imah banyak banget nelponnya"
Ada 7 panggilan tak terjawab dari teddy
Imah pun langsung menelpon balik si teddy
Tut.. tut...
terhubung namun tidak di angkat
imah terus menghubunginya, setelah beberapa kali menelpon akhirnya di angkat juga
"Halo ted?"
"Halo, halo mah,, ntar aku telpon balik ya"
"Halo ted itu siapa yang nangis... namun telponnya telah di matikan teddy
Imah gelisah dan takut terjadi kenapa-kenapa
imah terus menghubungi teddy dan mengiriminya banyak pesan
Imah mengingat ada nomor salah satu teman teddy yang sering ngumpul di rumah teddy
Imah pun mencoba menghubunginya
"Halo dicky bukan??
"Iya,, ehh kok kaya suara imah ya?
__ADS_1
"Iya ini aku imah ****, kamu dimana?
"Aku di simpang4 nih lagi ngumpul ada apa mah
"Boleh alihkan ke video call gak penting nih??
"Loh ada apa mah? dicky pun mengalihkan ke video call
"Tolong dong kamu cariin teddy dia kemana ya dan ada apa, aku telpon gak di angkat-angkat
"Oh teddy, tadi ada di rumah kok dia
Dicky pun berjalan ke rumah teddy yang hanya berjarak beberapa rumah dari tempatnya berada
Sesampainya di depan rumah, dicky berteriak
"Tod !!! panggilan ejekan dari dicky untuk teddy
Saat di depan pintu langkah dicky terhenti karena melihatnya berpelukan dengan Raudah
Imah yang melihat nya pun kaget sekaligus marah, karena dicky menggunakan kamera belakang saat video call
"Napa lu teriak-teriak kaya di dalam hutan aja"
"Eh ini, anu... gak jadi tod"
Melihat telponnya di matikan oleh imah dicky pun berbalik arah ia merasa bersalah memperlihatkan itu kepada imah, dan merasa bersalah karena membiarkan temannya berselingkuh dari imah
"Woi kemana lu, dasar gak jelas"
"Udah ya Dah jangan nangis lagi, kalo jodoh pasti balik kok"
Namun raudah memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari perhatian teddy
"Gak ted, aku sakit banget di cuekin husen beberapa hari ini, pas tadi aku datangin dia malah di kacangin"
"Iyaa ted aku ngerti tapi gak mesti minta putus juga, aku gak tau ngelakuin kesalahan dimana dia gak mau ngomong sama aku" Huaaa Raudah menangis sejadi-jadinya di pelukan teddy
Teddy menghapus air mata raudah dan mengusap kepalanya mencoba menenangkan nya
"Nanti aku bantu ya ngomong sama husen, kamu tenang dulu jangan nangis terus.. ntat cantiknya luntur loh"
Raudah pun tertidur di dalam pelukan teddy
(Biasalah kebanyakan cewek kalo abis nangis pasti ngantuk berlarut dalam kesedihan dan akhirnya ketiduran)
Saat raudah tertidur teddy pun membaringkannya di sofa yang lebih panjang,
Lalu ia melepas jaketnya untuk menutupi rok raudah yang agak pendek
Teddy pun keluar rumah dan mendatangi husen,, dan teddy meminta husen menjaganya yang sedang tertidur di rumahnya
Husen pun bingung kenapa raudah tertidur di sana
"Tenang gak ku apa-apain kok cewek lo, tadi dia nangis sambil curhat gara-gara sampe ketiduran tuh dia"
Saat ingin pulang teddy memeriksa hpnya yang di getarkannya tidak berdering
membuka seluruh isi chat dari imah
Yang marah dan mengungkit semua janji teddy
"Mampus lah aku, pasti dicky nih yang mulutnya ember"
Teddy pun segera bermotor ke rumah imah untuk menjelaskanny
sepanjang jalan teddy menelpon imah hingga di depan rumah teddy ingin masuk namun ragu dan ia pun ngechat imah
__ADS_1
"Aku di depan rumah kamu nih, buruan keluar biar aku jelasin"
"Gak, gak perlu di jelasin!" balas imah
teddy pun terus menelpon dan selalu di matikan oleh imah
dan akhirnya imah menyerah dan mengangkat telpon teddy
"Apalagi sih" jawab imah judes
"Jangan marah-marah ah,, sini dulu keluar aku di depan pagar"
"Gak " jawab imah singkat
"Loh kok enggak, buruan keluar"
"Gak mau ih"
"Kenapa??
"Aku gak di rumah sana"
"Ya ampun jadi kamu dimana?? di rumah ibu kamu ya"
"Ya!! " jawab imah semakin jutek
"Aku kesana ya datangin kamu"
"Kesini aja kalo mau nyasar, tau alamatnya aja gak!!"
"Ya kasih tau lah sayang...."
"Gak!!"
"Yaudah iya kalo gak mau ketemu tapi dengerin dulu penjelasanKu"
"Malas!
"Dengerin dong"
"Apa sih apa, kamu suka sama dia yaudah tinggalin aja aku tau kok punya dia lebih gede"
"Dihh apaan sih siapa juga yang suka sama dia! jangan sembarang ya kalo ngomong"
"Lah terus??
"Enak kan pelukan sama dia empuk"
"Imah apaan sih, dengerin dulu dia itu cuma curhat tentang pacarnya dia lagi ada masalah datangin aku nangis-nangis minta tolong buat ngebujuk si husen udah itu doang!
"Tapi gak perlu juga kamu pelukan
"aku cuma nenangin dia gak lebih!!!
"Udah dong jangan mikir berlebihan, aku kan sayangnya cuma sama kamu"
"Gak percaya! jawab imah judes
"Mau aku buktiin apa?
"apa coba"
"Kamu punya 9 tailalat di wajah, 16 di d*da , dan 3 di bawah sanah
"Teddy !!!!
imah yang malu pun langsung mematikan telponnya
__ADS_1
"Hihii pasti abis ini dia gak marah lagi